Peran Bahasa Isyarat dalam Membangun Kehamornisan Antar Anggota Keluarga dengan Penyandang Tunarungu (Perspektif Drama Korea

Authors

  • Elsa Fitri Ali UIN Raden Fatah Palembang
  • Azzahra Bintang Rahmadani UIN Raden Fatah Palembang
  • Abdur Razzaq UIN Raden Fatah Palembang
  • Muhamad Yudistira Nugraha UIN Raden Fatah Palembang

DOI:

https://doi.org/10.31004/joecy.v5i2.811

Keywords:

interaksi simbolik, bahsa isyarat, tunarungu, kekeluargaan, twinkling watermelon

Abstract

interaksi simbolik berasal dari dua aliran yaitu mahzab chicago dan mahzab lowo. Interaksi simbolik biasanya digunakan oleh penyandang tunarungu yaitu dengan komunikasi non-verbal atau bahasa isyarat. Tunarungu ialah gangguan pendengaran yang bisa disebabkan oleh beberapa faktor, seperti kelainan bawaan, cedera atau trauma pada telinga, infeksi atau penyakit, penuaan, dan paparan suara keras yang berkepanjangan. Banyak penyandang tunarungu yang tidak dapat berkomunikasi dengan keluarga atau teman, dikarenakan kekurangan yang dimiliki, mereka mencoba berkomunikasi menggunakan bahasa yang mereka ketahui dengan gerakan tangan atau tubuh yang diharapkan bisa di mengerti oleh anggota keluarga atau teman mereka supaya tidak ada kesalahpahaman dalam berkomunikasi. Kita bisa mengetahui seberapa pentingnya bahasa isyarat dari drama korea “Twinkling Watermelon” karena bahasa ini digunakan untuk berkomunikasi dengan orang lain, seperti si pemeran utama dalam drama Korea ini yang menggunakan bahasa isyarat untuk membantu agar orang tuanya di masa lalu bisa berkomunikasi dan saling memahami perasaan satu sama lain sehingga mereka dapat menciptakan perasaan yang dalam satu sama lain.

References

Ahmadi,Dadi. (2005). Interaksi Simbolik: Suatu Pengantar. Terakreditasi Dirjen Dikti SK No. 56/DIKTI/Kep. Interaksi_Simbolik_Suatu_Pengantar.pdf.

Nofiaturrahmah. Fifi. (2018). Problematika Anak Tunarungu Dan Cara Mengatasinya. IAIN Kudus, Indonesia. file:///C:/Users/eca/Downloads/5744-18457-1-PB%20(1)%20(1).pdf.

Dwi Yufi (2014), Dukungan Sosial Anak Tunarungu. Jurnal Psikologi Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta.

Asrullah Syam & Amri (2017), Pengaruh kepercayaan diri (SELF CONFIDENCE) berbasis IMM terhadap Prestasi belajar Mahasiswa, Jurnal Biotek Volume 5 Nomor 1 Juni.

Ratna Tri Utami (2009), Hubungan antara dukungn orang tua dengan kepercayaan diri pada remaja tunarungu. Fak. Psikologi UNNES.

Kresna Agung & Ikrima (2020), Kepercayaan diri ditinjau dari dukungan sosial pada siswa tunarungu. PROFESI (Profesional Islam) : Media Publikasi penelitian 2020 Vol. 18 Nomor 1 Website : journals.itspku.ac.id.

Downloads

Published

04-06-2025

How to Cite

Ali, E. F. ., Rahmadani, A. B., Razzaq, A., & Nugraha, M. Y. . (2025). Peran Bahasa Isyarat dalam Membangun Kehamornisan Antar Anggota Keluarga dengan Penyandang Tunarungu (Perspektif Drama Korea. Journal of Innovative and Creativity, 5(2), 5103–5106. https://doi.org/10.31004/joecy.v5i2.811

Issue

Section

Articles