Rinosinusitis Kronis Maksilaris Dengan Polip Hidung Kanan Derajat III

Authors

  • Istiqomah Hidayati Universitas Yarsi
  • Aulia Hervi Anggraini Universitas Yarsi
  • Hastuti Rahmi Universitas Yarsi

DOI:

https://doi.org/10.31004/joecy.v6i1.8100

Keywords:

Rinosinusitis kronik, polip nasal, ekstrasi polip, FESS

Abstract

Rinosinusitis kronis dapat disertai dengan munculnya polip hidung didefinisikan  adanya dua atau lebih gejala, salah satunya adalah penyumbatan, keluarnya cairan dari hidung, adanya nyeri pada wajah dan berkurangnya penciuman. Biasanya terjadi selama ≥12 minggu. Ilustrasi kasus seorang perempuan usia 28 tahun datang ke poliklinik THT RS TK II Moh. Ridwan Meuraksa dengan keluhan hidung tersumbat makin memberat sejak 1 tahun ini. Keluhan lainnya nyeri pada dahi dan pipi kanan kemudian berkurangnya penciuman. Pemeriksaan rinoskopi anterior kanan terdapat sekret berwarna bening dan tampak massa suspek polip hidung derajat III berwarna putih keruh dengan permukaaan licin dan pasase udara hidung tersumbat, sedangkan rinoskopi posterior kanan terdapat mukosa edema, sekret dan pada koana terlihat massa memenuhi cavum nasi suspek polip. Pemeriksaan radiologi foto waters memperlihatkan sinusitis maksilaris kanan, hipertropi konka nasalis, suspek massa cavum nasi dextra. Pasien diberikan medikamentosa berupa cefixime 200 mg, dexamethasone 0,5 mg, kortikosteroid intranasal, cetirizine 10 mg, dan irigasi hidung NaCL 0,9%. Pasien direncanakan pemeriksaan CT-Scan dan tindakan operatif yaitu ekstraksi polip dan Functional Endoscopic Sinus Surgery (FESS). Kesimpulan tujuan penatalaksanaan kasus ini untuk mengurangi gejala klinis, mencegah komplikasi dan timbulnya kekambuhan dengan medikamentosa, operatif atau kombinasi keduanya.

References

Albu, S. (2020). Chronic rhinosinusitis-An update on epidemiology, pathogenesis and management. J Clin Med. 9(7), 2285. doi: 10.3390/jcm9072285.

Alfrida. (2024). Analisis penanganan polip nasal di RSUD labuang baji. Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan. 2 (3), 369 – 386.

Astrid, HQ., Sangging, PRA., dan Himayani, R. (2023). Polip hidung dan penatalaksanaan. Madula. 13 (4.1), 124-128.

Avelia, MF., dan Surya, G. (2023). Laporan Kasus : Rinosinusitis Kronis Dengan Polip Hidung Pada Pasien Laki-laki Usia 39 tahun. Manuju : Malahayati Nursing Journal. 5 (10), 3441 – 3445.

Bachert, C., et al. (2020). Adult Chronic Rhinosinusitis. Nature Reviews Disease Primers. 6 (86),1-19. https://www.researchgate.net/publication/346481445_Adult_chronic_rhinosinusitis.

Budiman, BJ., Irfandy, D., dan Qurniawan, MR. (2023). Rinosinusitis Kronis dengan Polip Nasal Inflamatori Bilateral serta Elongated Unsinatus. Jurnal Kesehatan Andalas. 12(1), 50 – 57.

Dalimunthe, RAP., Tobing, J., dan Pakpahan., EA. (2024). Gambaran Kualitas Hidup Penderita Rinosinusitis Kronis Berdasarkan Sino Nasal Outsome Test 22 Di Rumah Sakit Umum Daerah Dr Pirngadi Kota Medan. Ikraith-Humaniora. 8 (1), 285-291.

Diennillah, NI., Abdullah, RPI., dan Habibasari, M. (2024). Laporan Kasus : Rhinosinusitis Kronis Dengan Polip Hidung Pada Pasien Perempuan Usia 58 Tahun. Prepotif : Jurnal Kesehatan Masyarakat. 8 (2), 4267 – 4273.

Erfensi, LPS., Nasution, AA., dan Massardi, NA., (2023). Kualitas hidup pada penderita einosinusitis kronik yang menjalani bedah sinus endoskopi fungsional : tinjauan kepustakaan sistematis. Jurnal Kedokteran Reflesia. 9 (2), 71 – 79.

Fokkens, WJ., et al. (2020). European Position Paper on Rhinosinusitis and Nasal Polyps 2020. Rhinology Supplement 29. 58, 1-464. doi: 10.4193/Rhin20.600.

Irfandy, D., Wulandari, Y., Budiman, BJ., dan Mayorita, P. (2022). Epistaksis pada polip nasal. Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia. 3 (1), 108 – 116.

Ismaya, FT., dan Yuliyani. EA. (2023). Rinosinusistis Kronik : Diagnosis Hingga Prognosis. Jurnal Medika Hutama. 4 (2), 3251-3256.

Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Tata Laksana Rinosinusitis Kronik. https:// keslan.kemkes.go.id/unduhan/fileunduhan_1664864127_903524.pdf

Khairunnisa, SY., Tofrizal., dan Suharti, N. (2021). Hubungan Jumlah Eosinofil dengan Ukuran Polip Nasal dan Karakteristik Pasien yang Didiagnosis di Sentra Diagnostik PA FK-UNAND Tahun 2017-2019. Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia. 2 (1), 33 – 40.

Mangunkusumo, E., dan Wardani, RS. (2017). Buku Ajar Ilmu Kesehatan Telinga Hidung Tenggorok Kepala dan Leher (Edisi 7). Jakarta : Badan Penerbit FKUI.

Qolbi, RN., Bestianan, dan Sabir, M. (2021). Rhinoshunusitis dengan polip nasi. Jurnal Medical Profession (MedPro). 3 (3), 154-159.

Rahayu, KLFR., dan Hartanto, D. (2022). Seorang laki-laki usia 28 tahun dengan rhinosinusitis kronis : laporan kasus. Proceding of the 15th Continuing Medical Education. 638 – 647. https://proceedings.ums.ac.id/kedokteran/article/view/2155/2110

Rosenfeld, RM., et al. (2015). Clinical Practice Guideline (Update) : Adult Sinusitis. American Academy of Otolaryngology- Head and Neck Surgery Foundation. https://doi.org/10.1177/0194599815572097

Triansyah., I, Fitriyani., B, dan Etana., EE. (2024). Hubungan antara rhinitis alergi dengan kejadian rhinosinusitis kronis (RSK) pada pasien di poliklinik THT_KL RSI siti rahmah padang. 7 (2), 315-324.

Downloads

Published

23-02-2026

How to Cite

Hidayati, I. ., Anggraini, A. H. ., & Rahmi, H. . (2026). Rinosinusitis Kronis Maksilaris Dengan Polip Hidung Kanan Derajat III. Journal of Innovative and Creativity, 6(1), 13426–13433. https://doi.org/10.31004/joecy.v6i1.8100

Issue

Section

Articles