Manajemen Komunikasi Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) di Masa Pandemi Covid-19 (Studi Kasus di Desa Sindangasih, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Cianjur)
DOI:
https://doi.org/10.31004/joecy.v6i2.8031Keywords:
manajemen komunikasi, Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana, program KB, pandemi COVID-19.Abstract
Pandemi COVID-19 menimbulkan tantangan serius terhadap keberlangsungan program Keluarga Berencana (KB), terutama dalam aspek komunikasi antara Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) dan masyarakat. Pembatasan sosial, kekhawatiran kesehatan, serta perubahan pola interaksi sosial menyebabkan berkurangnya intensitas tatap muka, sehingga berpotensi menurunkan efektivitas penyampaian informasi dan pelayanan KB. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana manajemen komunikasi yang diterapkan oleh PLKB dalam mempertahankan keberlangsungan program KB di masa pandemi COVID-19 di Desa Sindangasih, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Cianjur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Informan penelitian meliputi PLKB dan masyarakat sasaran program KB. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, serta studi dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif kualitatif untuk memahami proses manajemen komunikasi yang diterapkan PLKB dalam kondisi krisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen komunikasi PLKB dilaksanakan melalui empat fungsi utama, yaitu perencanaan, koordinasi, pelaksanaan, dan evaluasi. Pada tahap perencanaan, PLKB menyesuaikan strategi komunikasi dengan kondisi pandemi, termasuk pemanfaatan media komunikasi alternatif. Fungsi koordinasi dilakukan melalui kerja sama dengan perangkat desa dan tenaga kesehatan. Pelaksanaan komunikasi dilakukan secara terbatas dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan, serta melalui pendekatan interpersonal dan media daring. Evaluasi dilakukan untuk menilai efektivitas penyampaian pesan dan tingkat partisipasi masyarakat dalam program KB. Penelitian ini menegaskan bahwa efektivitas program KB di masa pandemi sangat ditentukan oleh kemampuan PLKB dalam mengelola komunikasi secara adaptif, fleksibel, dan responsif terhadap situasi krisis. Manajemen komunikasi yang baik memungkinkan program KB tetap berjalan meskipun di tengah keterbatasan akibat pandemi COVID-19.
References
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional. (2020). Pedoman pelayanan keluarga berencana di masa pandemi COVID-19. BKKBN.
Bungin, B. (2015). Penelitian kualitatif: Komunikasi, ekonomi, kebijakan publik, dan ilmu sosial lainnya. Kencana.
Creswell, J. W. (2016). Research design: Pendekatan metode kualitatif, kuantitatif, dan campuran (Edisi ke-4). Pustaka Pelajar.
Effendy, O. U. (2017). Ilmu komunikasi: Teori dan praktik. Remaja Rosdakarya.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). Sage Publications.
Mulyana, D. (2018). Ilmu komunikasi: Suatu pengantar. Remaja Rosdakarya.
Sugiyono. (2020). Metode penelitian kualitatif, kuantitatif, dan R&D. Alfabeta.
World Health Organization. (2020). Maintaining essential health services: Operational guidance for the COVID-19 context. WHO.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Dandi Bahtiar, Dwi Sri Agustina

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





