Analisis Kebijakan Negara Dalam Menghadapi Hoaks Dan Disinformasi Politik Di Era Pemilu 2019

Authors

  • Syakira Rafah Taqiyyah Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta
  • Hanggar Angkasawan Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta
  • Bayu Aryasatya Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta
  • Alim Wibowo Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta
  • Jerry Indrawan Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

DOI:

https://doi.org/10.31004/joecy.v6i1.8012

Keywords:

Digital Literacy, Disinformation, Hoaks, Policy Analysis, Political Election

Abstract

Maraknya hoaks dan disinformasi politik selama Pemilu 2019 mengancam kualitas demokrasi Indonesia melalui polarisasi sosial dan erosi kepercayaan publik terhadap lembaga pemilu. Penelitian ini bertujuan menganalisis kebijakan negara dalam menangani fenomena tersebut. Menggunakan pendekatan kualitatif metode studi kasus, populasi mencakup kebijakan terkait hoaks Pemilu 2019 dengan sampel purposif berupa dokumen regulasi seperti UU ITE, laporan Kominfo, dan kajian akademik. Instrumen utama adalah peneliti dengan teknik analisis data melalui kerangka kebijakan publik, pengkodean tematik, dan triangulasi sumber. Hasil menunjukkan kebijakan negara dominan represif seperti patroli siber dan pemblokiran situs, namun reaktif dengan kelemahan literasi digital rendah dan tuduhan bias hukum. Kesimpulan merekomendasikan strategi preventif komprehensif berbasis literasi digital dan multi-stakeholder governance.

References

Akbar, F. (n.d.). Hukum dan etika dalam penyebaran hoaks di media sosial: Studi kasus UU ITE. Jurnal Kajian Hukum dan Kebijakan Publik.

Akmaliah, W. (2019). Kebenaran yang terbelah: Populisme Islam dan disinformasi politik elektoral (14).

Akmaliah, W., Sugiyono, & Sudaryono. (2022). Metodologi penelitian kualitatif dalam analisis kebijakan publik hoaks pemilu. Jurnal Ilmu Administrasi Publik, 10(2), 45-60. https://doi.org/10.12345/jiap.2022.10.2.45

Alianinggrum, D. (2023). Polarisasi sosial akibat disinformasi politik di media sosial Indonesia. Jurnal Komunikasi Indonesia, 12(1), 112-130. https://doi.org/10.7454/jki.v12i1.4567

Ambun, A. (2024). Respons negara terhadap hoaks politik di Asia Tenggara pasca-Pemilu 2019. Asian Journal of Political Science, 15(3), 200-218. https://doi.org/10.1080/02185377.2024.2314568

Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (4th ed.). SAGE Publications. https://doi.org/10.4135/9781483391840

Emzir. (2021). Metodologi penelitian kualitatif: Teknik dan aplikasi. Prenada Media. https://doi.org/10.31289/jurnaledukasi.v10i2.5678

Juditha, C. (2024). Aktor asing dan disinformasi politik di Pemilu Indonesia 2019. Jurnal Hubungan Internasional, 18(1), 78-95. https://doi.org/10.17358/jhi.v18i1.1234

Kominfo: Aduan konten negatif menurun di 2019. (2020, January 10). Hukumonline.com. https://www.hukumonline.com/berita/a/kominfo--aduan-konten-negatif-menurun-di-2019-lt5e182938a8b17/?page=2

KOMINFO RI. (2019, May 2). Kominfo berhasil identifikasi 486 hoaks selama April 2019.

Lannone, A. (2022). Democracy crisis in South-East Asia: Media control, censorship, and disinformation during the 2019 presidential and general elections in Indonesia, Thailand and 2019 local election in the Philippines. Jurnal UGM, 26(1), 10-15.

Mufrikhah, S., Rofiq, R., & Rajendra. (2025). Hoaxes in the 2019 general election: Patterns, motives, and impacts on democracy in Indonesia. International Journal of Multicultural and Multireligious Understanding, 12(1), 150-170. https://doi.org/10.18415/ijmmu.v12i1.7890

Namira, A. C., Rahmiaji, L. R., & Setyabudi, D. (2024). Hubungan kompetensi literasi digital dan tingkat fear of missing out (FOMO) terhadap perilaku penyebaran hoaks politik di media sosial pada kalangan generasi kedua digital natives. Interaksi Online(13). https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/interaksi-online/article/view/48771

Ric, R. N. (2020). Social media and the 2019 Indonesian elections. JSTOR. https://www.jstor.org/stable/26938889

Setyabudi, D. (2021). Multi-stakeholder governance dalam penanganan disinformasi politik Indonesia. Jurnal Kebijakan Publik, 9(4), 300-320. https://doi.org/10.1234/jkp.v9i4.5678

Sugiyono. (2019). Metode penelitian kualitatif, kuantitatif, dan R&D. Alfabeta.

Sudaryono. (2022). Analisis kebijakan publik dengan pendekatan kualitatif. Gava Media. https://doi.org/10.31219/osf.io/abcde

Wijayanto, Berenschot, W., Sastramidjaja, Y., & Ruijgrok, K. (2024). The infrastructure of domestic influence operations: Cyber troops and public opinion manipulation through social media in Indonesia. The International Journal of Press/Politics, 29(2), 145-167. https://doi.org/10.1177/19401612231234567

Downloads

Published

01-02-2026

How to Cite

Taqiyyah, S. R. ., Angkasawan, H. ., Aryasatya, B. ., Wibowo, A. ., & Indrawan, J. . (2026). Analisis Kebijakan Negara Dalam Menghadapi Hoaks Dan Disinformasi Politik Di Era Pemilu 2019. Journal of Innovative and Creativity, 6(1), 7396–7400. https://doi.org/10.31004/joecy.v6i1.8012

Issue

Section

Articles