PENGEMBANGAN MODUL AJAR SENI BUDAYA BERBASIS INKULSI SEBAGAI UPAYA UNTUK MENINGKATKAN APRESIASI SENI SISWA DI UPTD SMPN 4 BAJAWA

Authors

  • Gratia Ene Sekolah Tinggi Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Citra Bakti Ngada
  • Vinsensius O. Bate Sekolah Tinggi Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Citra Bakti Ngada
  • Chromatius A.P Tapaoona Sekolah Tinggi Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Citra Bakti Ngada
  • Ferdinandus Bate Dopo Sekolah Tinggi Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Citra Bakti Ngada

DOI:

https://doi.org/10.31004/joecy.v6i1.7994

Keywords:

modul ajar seni budaya, pembelajaran inklusif, apresiasi seni.

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan keberagaman gaya belajar, karakteristik serta kemampuan siswa di UPTD SMPN 4 Bajawa. pembelajaran seni budaya disekolah masih belum memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh peserta didik, khususnya siswa yang dianggap kurang berbakat atau memiliki kebutuhan khusus. Kondisi ini berdampak pada rendahnya apresiasi dan partisipasi siswa dalam pembelajaran seni. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan  sebuah modul ajar  mata pelajaran seni budaya yang dirancang dengan menggunakan pendekatan berbasis inklusi dalam upaya untuk meningkatkan apresiasi seni siswa. Metode pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu model ADDIE ( Analysis, desaign, development, implementation, evaluation ) yang berfokus pada analisis kebutuhan siswa, perancangan modul ajar, dan pengembangan instrumen yang mendukung pembelajaran, mengimplementasi serta evaluasi. Modul ajar yang dikembangkan lebih menekankan pada, metode pembelajaran yang fleksibel serta mampu meningkatkan apresiasi seni siswa, yang ditandai dengan meningkatnya keterlibatan aktif, rasa percaya diri, empati serta kemampuan bekerja sama antara siswa reguler dan siswa berkebutuhan khusus.

References

Dewey, J. (1934). Art as Experience. New York: Perigee Books.

Greene, M. (1995). Releasing the Imagination: Essays on Education, the Arts, and Social Change. San Francisco: Jossey-Bass Publishers.

Mahendra, I. K., & Sunarya, I.K (2017). “Peningkatan apresiasi dan kreativitas siswa SD Negeri Timuran Yogyakarta pada pembelajaran Seni Budaya dan keterampilan (seni rupa) menggunakan media wayang punakawan”. Imaji: Jurnal seni dan pendidikan seni, 15 (2), 169-178

Mahendra, I. W., & Sunarya, I. M. G. (2018). Pembelajaran seni budaya berbasis media budaya tradisional untuk meningkatkan apresiasi dan kreativitas siswa. Jurnal Pendidikan Seni dan Budaya, 3(2), 85–94.

Prastowo, A. ( 2015 ). Panduan kreatif membuat bahan ajar inovatif.Yogyakarta : Diva Press.

Read, H. ( 1958 ). Education through art. London: faber and faber

Soedarso, S. P. (1990). Tinjauan Seni: Sebuah Pengantar untuk Apresiasi Seni. Yogyakarta: Saku Dayar Sana.

Soedarso, Sp. ( 1990 ). Tinjauan seni. Yogyakarta : Saku Dayar Sana

UNESCO. ( 2005 ). Guidelines For Inclusion : Ensuring access to education for all.

Paris :UNESCO.

Wulandari, S. (2023). Pembelajaran seni budaya kontekstual sebagai upaya meningkatkan sikap apresiatif siswa SMP. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 8(1), 45–54.

Downloads

Published

31-01-2026

How to Cite

Ene, G., Bate, V. O., Tapaoona, C. A. ., & Dopo, F. B. (2026). PENGEMBANGAN MODUL AJAR SENI BUDAYA BERBASIS INKULSI SEBAGAI UPAYA UNTUK MENINGKATKAN APRESIASI SENI SISWA DI UPTD SMPN 4 BAJAWA. Journal of Innovative and Creativity (Joecy), 6(1), 7007–7014. https://doi.org/10.31004/joecy.v6i1.7994

Issue

Section

Articles