PENGEMBANGAN MODUL AJAR SENI BUDAYA BERBASIS INKULSI SEBAGAI UPAYA UNTUK MENINGKATKAN APRESIASI SENI SISWA DI UPTD SMPN 4 BAJAWA
DOI:
https://doi.org/10.31004/joecy.v6i1.7994Keywords:
modul ajar seni budaya, pembelajaran inklusif, apresiasi seni.Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan keberagaman gaya belajar, karakteristik serta kemampuan siswa di UPTD SMPN 4 Bajawa. pembelajaran seni budaya disekolah masih belum memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh peserta didik, khususnya siswa yang dianggap kurang berbakat atau memiliki kebutuhan khusus. Kondisi ini berdampak pada rendahnya apresiasi dan partisipasi siswa dalam pembelajaran seni. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sebuah modul ajar mata pelajaran seni budaya yang dirancang dengan menggunakan pendekatan berbasis inklusi dalam upaya untuk meningkatkan apresiasi seni siswa. Metode pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu model ADDIE ( Analysis, desaign, development, implementation, evaluation ) yang berfokus pada analisis kebutuhan siswa, perancangan modul ajar, dan pengembangan instrumen yang mendukung pembelajaran, mengimplementasi serta evaluasi. Modul ajar yang dikembangkan lebih menekankan pada, metode pembelajaran yang fleksibel serta mampu meningkatkan apresiasi seni siswa, yang ditandai dengan meningkatnya keterlibatan aktif, rasa percaya diri, empati serta kemampuan bekerja sama antara siswa reguler dan siswa berkebutuhan khusus.
References
Dewey, J. (1934). Art as Experience. New York: Perigee Books.
Greene, M. (1995). Releasing the Imagination: Essays on Education, the Arts, and Social Change. San Francisco: Jossey-Bass Publishers.
Mahendra, I. K., & Sunarya, I.K (2017). “Peningkatan apresiasi dan kreativitas siswa SD Negeri Timuran Yogyakarta pada pembelajaran Seni Budaya dan keterampilan (seni rupa) menggunakan media wayang punakawan”. Imaji: Jurnal seni dan pendidikan seni, 15 (2), 169-178
Mahendra, I. W., & Sunarya, I. M. G. (2018). Pembelajaran seni budaya berbasis media budaya tradisional untuk meningkatkan apresiasi dan kreativitas siswa. Jurnal Pendidikan Seni dan Budaya, 3(2), 85–94.
Prastowo, A. ( 2015 ). Panduan kreatif membuat bahan ajar inovatif.Yogyakarta : Diva Press.
Read, H. ( 1958 ). Education through art. London: faber and faber
Soedarso, S. P. (1990). Tinjauan Seni: Sebuah Pengantar untuk Apresiasi Seni. Yogyakarta: Saku Dayar Sana.
Soedarso, Sp. ( 1990 ). Tinjauan seni. Yogyakarta : Saku Dayar Sana
UNESCO. ( 2005 ). Guidelines For Inclusion : Ensuring access to education for all.
Paris :UNESCO.
Wulandari, S. (2023). Pembelajaran seni budaya kontekstual sebagai upaya meningkatkan sikap apresiatif siswa SMP. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 8(1), 45–54.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Gratia Ene, Vinsensius O. Bate, Chromatius A.P Tapaoona, Ferdinandus Bate Dopo

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





