Hubungan Intensitas Penggunaan Media Sosial dengan Keberanian Mahasiswa Mengemukakan Pendapat di Ruang Publik Digital
DOI:
https://doi.org/10.31004/joecy.v6i1.7879Keywords:
Media sosial, mahasiswa, keberanian berpendapat, spiral keheningan, uses and gratificationsAbstract
ABSTRACT
Media sosial telah berkembang menjadi sarana utama bagi mahasiswa untuk berinteraksi, bertukar informasi, serta menyuarakan opini di ruang publik digital. Keberadaan berbagai platform media sosial memungkinkan mahasiswa untuk terlibat secara aktif dalam diskusi mengenai isu sosial, politik, pendidikan, maupun fenomena sehari-hari. Namun, intensitas penggunaan media sosial tidak selalu sejalan dengan keberanian individu dalam mengemukakan pendapat secara terbuka, karena adanya faktor psikologis dan sosial seperti rasa takut akan kritik, perbedaan pandangan, serta tekanan opini mayoritas.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara intensitas penggunaan media sosial dengan keberanian mahasiswa dalam mengemukakan pendapat di ruang publik digital. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional guna melihat sejauh mana keterkaitan antara kedua variabel tersebut. Data penelitian dikumpulkan melalui kuesioner daring yang disebarkan kepada 250 mahasiswa yang berdomisili di Jakarta dan sekitarnya, dengan responden berasal dari berbagai latar belakang perguruan tinggi dan program studi.
Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Pearson untuk mengidentifikasi kekuatan dan arah hubungan antara variabel intensitas penggunaan media sosial dan keberanian berpendapat. Hasil penelitian ini diharapkan mampu memberikan gambaran empiris mengenai peran media sosial dalam membentuk kepercayaan diri mahasiswa untuk mengekspresikan opini secara terbuka di ruang digital. Selain itu, penelitian ini diharapkan dapat menjadi kontribusi akademik dalam kajian komunikasi, khususnya terkait perilaku komunikasi mahasiswa di era digital.
Sebagai landasan teoretis, penelitian ini menggunakan teori Spiral Keheningan dan teori Uses and Gratifications. Teori Spiral Keheningan digunakan untuk menjelaskan kecenderungan individu untuk diam ketika merasa opininya berbeda dengan mayoritas, sedangkan teori Uses and Gratifications membantu memahami motivasi mahasiswa dalam menggunakan media sosial sebagai sarana ekspresi diri. Kombinasi kedua teori tersebut diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai dinamika keberanian mahasiswa dalam mengemukakan pendapat di ruang publik digital.
References
Abelia, N., Farah, K. J., Wibisono, D., & Mahmud, I. (2025). Dampak Framing Tagar # Kaburajadulu Terhadap Opini Publik dan Kebijakan Sosial di Indonesia.
Arum, M. S. (2025). Analisis Wacana Kritis pada Ucapan Orang Tolol Sedunia Ahmad Sahroni dalam Dinamika Demonstrasi Publik. 2015, 16–31.
Darmawan, D. A. (2024). Pemberitaa n media o n li n e te n ta n g judi o n li n e.
Deto, A., & Putra, R. (n.d.). SoS ! : The Spiral of Silence or The Sound of Silence ? Legacy of Elisabeth Noelle-Neumann.
Fenomena penjarahan rumah Ahmad Sahroni di Tanjung Priok. (n.d.). https://www.detik.com/jabar/berita/d-8088276/ringkasan-kejadian-rumah-ahmad-sahroni-dijarah-massa-di-tanjung-priok
Gilang, O., & Parahita, D. (2010). Teori Framing 1. 1–24.
Haji-Othman, Y., & Yusuff, M. S. S. (2022). Assessing reliability and validity of attitude construct using partial least squares structural equation modeling. Int J Acad Res Bus Soc Sci, 12(5), 378–385.
Hukum, P., Keadilan, D., On, E., Legal, T., Justice, C., Yatnih, E. F., & Indonesia, U. I. (n.d.). Enforcement On The Legal Process And Criminal Justice PENGARUH MEDIA SOSIAL : DAMPAK PERSEPSI PENEGAKAN HUKUM PIDANA TERHADAP PROSES HUKUM THE INFLUENCE OF SOCIAL MEDIA : THE IMPACT OF PERCEPTION OF CRIMINAL LAW ENFORCEMENT ON THE. 77–84.
Masyarakat, P. (2017). Dampak komunikasi politik dan opini publik terhadap perilaku masyarakat. 171–179.
Noelle-neumann, E. (1974). The Spiral of Silence.
Nurjanah, N. (2025). Analisis Framing Media Digital Terhadap Pemberitaan Demonstrasi di Indonesia. 13(2), 187–204.
Pratiwi, F. S. (2024). Peran Komunikasi Digital dalam Pembentukan Opini Publik : Studi Kasus Media Sosial. 293–315.
Provinsi, B., & Tengah, S. (n.d.). PENGARUH MEDIA SOSIAL DALAM MEMBANGUN OPINI.
Ritonga, E. Y. (2018). Teori Agenda Setting dalam Ilmu Komunikasi Theory of Setting Agenda in Communication Science. 4(1), 32–41.
Sari, M., Rachman, H., Astuti, N. J., Afgani, M. W., & Abdullah, R. (2023). Jurnal Pendidikan Sains dan Komputer Explanatory Survey dalam Metode Penelitian Deskriptif Kuantitatif Jurnal Pendidikan Sains dan Komputer. 3(1), 10–16.
Slavina, N., Ni, N., Ilfina, T., Misidawati, D. N., Islam, U., Abdurrahman, N. K. H., & Pekalongan, W. (2025). Pengaruh Media Sosial Terhadap Kepercayaan Publik Pada Lembaga Pemerintah. 02(04), 2500–2510.
Sofyani, H. (2025). Penggunaan Teknik Partial Least Square (PLS) dalam Riset Akuntansi Berbasis Survei. Reviu Akuntansi Dan Bisnis Indonesia, 9(1), 80–94.
Studi, P., Komunikasi, I., Ilmu, F., Politik, I., & Maret, U. S. (2022). Media Sosial dan Persepsi Publik tentang Good Governance pada Pemerintah Daerah di Solo Raya. 20(1), 88–100.
Sudrajat, T & Rohida, L. (2022). Efek Media Massa Dalam Pembentukan Opini Publik Di Masa Pandemi Covid-19. Snistek 4.
Wahid, A. (2024). Mereka Kerdil : Diskursus Elite Politik di Media Alternatif. 5(3), 156–169.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Michelle Floranica, Anissa Ramadhany, Nasya Aulia Putri

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







