Asuhan Keperawatan Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Dengan Pemberian Foot Spa Diabetic Untuk Mengurangi Gejala Neuropati Terhadap Nilai Ankle Brachial Index
DOI:
https://doi.org/10.31004/joecy.v6i1.7843Keywords:
Diabetes melitus tipe 2, Ankle Brachial Index, Foot spa diabeticAbstract
Menurut data terbaru International Diabetes Federation (IDF) edisi ke-11 tahun 2025, diperkirakan 1 dari 9 (11.1%), salah satu komplikasi pada pasien diabetes melitus adalah neuropati diabetik. Neuropati diabetik merupakan gangguan saraf yang disebabkan oleh peningkatan kadar glukosa darah yang kronis sehingga merusak serabut saraf tepi. Penurunan perfusi perifer menyebabkan penurunan sensasi, nyeri neuropatik, dan peningkatan risiko ulkus diabetik. Foot spa diabetic merupakan intervensi komplementer yang bertujuan meningkatkan sirkulasi darah perifer melalui perendaman air hangat dan pijatan lembut. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh penerapan foot spa diabetic dalam meningkatkan nilai ABI dan mengurangi gejala neuropati pada pasien DM tipe 2. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan desain studi kasus, subjek dalam penelitian ini adalah pasien yang mengalami neuropai diabetik, variabel dalam penelitian ini adalah Nilai ABI dengan foot spa diabetic, dengan melakukan intervensi foot spa diabetik selama 3 hari pemberian. Intervensi dilakukan selama tiga hari berturut-turut. Pengukuran ABI pra-intervensi menunjukkan nilai 0,58 pada Klien 1 dan 0,46 pada Klien 2, yang mengindikasikan gangguan perfusi sedang hingga berat. Setelah tiga sesi foot spa, Pada pasien 1 hari ke 1 : 0,62 hari ke 2 :0,82 dan hari ke 3 : 0,94. Pada pasien 2 hari ke 1 : 0,50 hari ke 2 : 0,75 dan hari ke 3 : 0,91. terjadi peningkatan nilai ABI masing-masing menjadi 0,94 dan 0,91. Selain itu, pasien melaporkan penurunan kesemutan, peningkatan rasa hangat pada kaki, dan perbaikan kenyamanan. Hasil ini menunjukkan bahwa foot spa dapat meningkatkan perfusi perifer melalui vasodilatasi, stimulasi sirkulasi, dan relaksasi neuromuskular. Kesimpulannya, foot spa diabetic merupakan intervensi sederhana, non-invasif, dan efektif untuk meningkatkan nilai ABI serta mengurangi gejala neuropati pada pasien DM tipe 2. Intervensi ini direkomendasikan sebagai bagian dari praktik perawatan kaki diabetik.
References
Aboyans, V., et al. (2023). Guidelines on the management of peripheral arterial disease. European Society of Cardiology.
ADA (American Diabetes Association). (2022). Diabetes Care Guidelines. American Diabetes Association.
ADA (American Diabetes Association). (2023). Standards of Medical Care in Diabetes. American Diabetes Association.
ADA (American Diabetes Association). (2024). Clinical Practice Recommendations. American Diabetes Association.
Agnes. (2022). Diabetes Mellitus Management Overview. Jakarta: Penerbit Medika Nusantara.
Ainiyah, N., dkk. (2022). Combination of Diabetic Foot Spa and Sauna Bathing Therapy Decreases the Level of Blood Glucose (Tesis). Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya.
Amrie, Y. N. M., dkk. (2023). Foot spa to enhance tissue perfusion on diabetic foot ulcers. Jurnal Ilmu Kesehatan IHS, Universitas Muhammadiyah Magelang.
Callaghan, B., et al. (2020). Diabetic Neuropathy Mechanisms. Journal of Neurological Sciences.
Cerqueira, M. M. B. F., et al. (2024). Accuracy of Ankle-Brachial Index in screening for peripheral arterial disease among individuals with diabetes. PLOS ONE.
DPP PPNI. (2017). Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia (SDKI), Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI), dan Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI). Dewan Pengurus Pusat PPNI.
Fan, G., et al. (2018). Herbal medicine foot bath for diabetic peripheral neuropathy. Trials (BMC). BioMed Central.
Feldman, E., et al. (2019). Mechanisms and Progression of Diabetic Neuropathy. Lancet Neurology.
Global Health Science Group. (2024). The effect of diabetic foot spa on neuropathy in type 2 diabetes. International Journal of Global Health Research.
Halalan. (2025). Diabetic Foot Spa Therapy Manual. Lampung: Pusat Terapi Komplementer.
Herman, W., et al. (2022). Peripheral Artery Disease Pathophysiology. Journal of Vascular Medicine.
IDF (International Diabetes Federation). (2023). IDF Diabetes Atlas, 10th Edition. Brussels: IDF.
IDF Diabetes Atlas. (2025). Global Diabetes Report. International Diabetes Federation.
IWGDF (International Working Group on the Diabetic Foot). (2019/2023). Guidelines on the Prevention and Management of Diabetic Foot Disease. IWGDF.
Kemenkes RI. (2019). Pedoman Pengendalian Diabetes Melitus. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
Kemenkes RI. (2021). Pedoman Nasional Penatalaksanaan Diabetes Mellitus. Jakarta: Kemenkes RI.
Kumar, S., & Verma, R. (2022). Foot spa therapy for diabetic neuropathy. Journal of Complementary Medicine Research.
Lestari, N., & Fahmi, M. (2021). Hubungan pengetahuan pasien dengan komplikasi neuropati dan ulkus diabetes. Jurnal Keperawatan Indonesia.
Muttaqin, A. (2018). Asuhan Keperawatan pada Pasien Diabetes Mellitus. Jakarta: Salemba Medika.
Notoatmodjo, S. (2018). Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.
PERKENI. (2018). Konsensus Pengelolaan dan Pencegahan Diabetes Melitus Tipe 2 di Indonesia. Jakarta: Perkumpulan Endokrinologi Indonesia.
PERKENI. (2024). Pedoman Pengelolaan dan Pencegahan Diabetes Mellitus Tipe 2. Jakarta: PERKENI.
PPNI. (2020). Pedoman Evaluasi SLKI dalam Asuhan Keperawatan. Jakarta: PPNI.
Putra, A., et al. (2022). Hubungan ABI <0,5 dengan risiko ulkus diabetik. Jurnal Keperawatan Medikal Bedah.
Sakti, I. A. (2025). Pengaruh Foot Spa terhadap Nilai Ankle Brachial Index pada Penyandang Diabetes Mellitus Tipe II. Poltekkes Kemenkes Yogyakarta.
Sataloff, R., et al. (2018). Therapeutic Foot Massage Techniques. New York: Health Press.
Singh, A., et al. (2021). Diabetic foot spa for improving circulation and sensory function. Journal of Diabetes Care Research.
Smeltzer, S. C., & Bare, B. (2018). Medical-Surgical Nursing. Philadelphia: Lippincott.
Smeltzer, S. C., & Bare, B. (2020). Medical-Surgical Nursing: Pathophysiology of Diabetes. Philadelphia: Lippincott.
Song, K. (2023). Diabetic foot care. StatPearls Publishing. NCBI Bookshelf.
Susanti, S. (2024). The impact of foot solus per aqua (SPA) on blood sugar and paraesthesia sensitivity. Jurnal Keperawatan Respati.
Vakilinia, S. R., et al. (2020). Evaluation of the efficacy of warm saltwater foot bath on painful diabetic peripheral neuropathy. Journal of Clinical Pain.
Wardani, E. M., et al. (2023). Diabetic foot spa; Buerger Allen exercise; music therapy. BanglaJOL.
Wardani, S. (2023). Manfaat Klinis Foot Spa pada Pasien DM. Jurnal Ilmu Kesehatan.
WHO. (2021). Guidelines on Nutritional Management and Wound Healing. World Health Organization.
Yuliana, N., et al. (2023). Peningkatan ABI dalam 72 jam sebagai indikator keberhasilan intervensi vaskular. Jurnal Kesehatan Masyarakat.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Nur Hasanah Pratiwi, Hana Zumaedza Ulfa, Eko Wardoyo

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







