ANALISIS KECERDASAN EMOSIONAL PADA GURU ANAK TUNAGRAHITA DI SLB-C KATOLIK ST. ANNA TOMOHON
DOI:
https://doi.org/10.31004/joecy.v6i1.7821Keywords:
Emotional Intelligence, Fenomenologi, Guru SLB, Kecerdasan Emosional, TunagrahitaAbstract
Penelitian ini menganalisis kecerdasan emosional (KE) guru anak tunagrahita di SLB-C Katolik St. Anna Tomohon, Indonesia, di tengah tantangan mengelola perilaku emosional beragam dalam pendidikan khusus. Tujuan penelitian menggali aspek KE berdasarkan teori Goleman melalui pendekatan fenomenologi. Penelitian kualitatif menggunakan purposive sampling dua guru berpengalaman sebagai subjek utama dari populasi sekolah. Instrumen meliputi wawancara semi-terstruktur, observasi partisipatif, dan dokumentasi, dianalisis melalui reduksi fenomenologi, identifikasi horizon, pengklasteran tema, dan deskripsi esensial. Hasil menunjukkan tingkat KE tinggi, ditunjukkan pengenalan emosi diri saat marah, pengelolaan emosi melalui dukungan rekan dan musik rohani, motivasi intrinsik untuk kemandirian siswa, empati menangani tantrum, dan hubungan kolaboratif orang tua meski terkendala komunikasi asrama. Kesimpulan merekomendasikan pelatihan KE rutin bagi guru SLB dan program kolaborasi orang tua
References
Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (4th ed.). SAGE Publications.
Creswell, J. W. (2024). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (6th ed.). SAGE Publications.
Departemen Pendidikan Nasional. (2003). Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta: Depdiknas.
Emzir. (2011). Metodologi penelitian kualitatif: Analisis data. Rajawali Pers.
Emzir. (2024). Metodologi penelitian kualitatif: Analisis data (Edisi revisi). Rajawali Pers.
Fuadi, A. (2025). Kecerdasan emosional guru dalam pendidikan khusus. Jurnal Pendidikan Khusus Indonesia, 7(1), 45–58.
Goleman, D. (2015). Emotional intelligence: Mengapa EI lebih penting daripada IQ (Cetakan ke-8). PT Gramedia Pustaka Utama.
Hirnby, G. (2019). Parent–teacher collaboration in special education. Routledge.
Mukhlisa, P., Yohenda, S., Yanti, U., & Yarni, L. (2024). Kecerdasan emosional (Emotional intelligence). Atmosfer: Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra, Seni, Budaya, Sosial Humaniora, 2(1), 115–127.
Nyoman, S. (2016). Pengaruh kecerdasan intelektual terhadap pemahaman akuntansi dengan kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual sebagai variabel pemoderasi. Jurnal Ilmiah Akuntansi, 1(1), 62–76.
Rachmelya, E., & Suryani, A. (2017). Pengaruh kecerdasan emosional dan stres kerja terhadap kepuasan kerja serta dampaknya terhadap komitmen organisasi. Ekonomis: Journal of Economics and Business, 1(1), 51–69.
Rozzaid, Y., Herlanga, F., & Devi, A. (2015). Motivasi kerja dan kinerja guru. Jurnal Manajemen Pendidikan, 4(2), 88–97.
Samseptyani, D. (2022). Pendidikan anak tunagrahita dan tantangan guru sekolah luar biasa. Jurnal Pendidikan Inklusif, 5(2), 101–112.
Saraswati, R. (2008). Empati dan perilaku prososial. Pustaka Pelajar.
Sudaryono. (2023). Metodologi penelitian kualitatif, kuantitatif, dan mixed methods. Rajawali Pers.
Sugiyono. (2021). Metode penelitian kualitatif. Alfabeta.
Sugiyono. (2022). Metode penelitian pendidikan (Pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan R&D). Alfabeta.
Wang, L. (2025). Emotional intelligence of special education teachers: A qualitative study. International Journal of Special Education, 40(1), 23–39.
Wauran, R., Tiwa, T., & Narosaputra, D. (2021). Pola asuh orang tua terhadap kecerdasan emosional remaja. Psikopedia, 2(4), 325–334.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Rezky Prastiwi Birana, Melkian Naharia, Sinta E.J Kaunang

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







