Analisis Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Keterampilan Dasar Kader Posyandu Di Distrik Sentani Barat Kabupaten Jayapura Provinsi Papua
DOI:
https://doi.org/10.31004/joecy.v5i2.782Keywords:
kader Posyandu, keterampilan dasar, pengetahuan, pelatihan, sikapAbstract
Kader Posyandu merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan dasar berbasis masyarakat yang berperan penting dalam upaya peningkatan derajat kesehatan ibu dan anak. Namun, keterampilan dasar kader masih menjadi tantangan di berbagai wilayah, termasuk di Distrik Sentani Barat Kabupaten Jayapura. Kementerian Kesehatan menargetkan penguasaan 25 keterampilan dasar oleh 70% kader, namun capaian di lapangan masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi keterampilan dasar kader Posyandu, meliputi usia, pendidikan, lama menjadi kader, pengetahuan, sikap, dukungan tenaga kesehatan, dan keaktifan dalam pelatihan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional, yang dilaksanakan pada bulan Maret hingga April 2025 di Distrik Sentani Barat, Kabupaten Jayapura. Seluruh kader dari enam Posyandu sebanyak 30 orang dijadikan sampel melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur dan dianalisis dengan uji Chi-square serta regresi logistik berganda untuk mengetahui hubungan dan pengaruh antarvariabel, dengan tingkat signifikansi p < 0,05 dan confidence interval 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel pengetahuan (p = 0,001), sikap (p = 0,015), dan keaktifan dalam pelatihan (p = 0,008) memiliki hubungan yang signifikan terhadap keterampilan dasar kader. Analisis multivariat mengungkap bahwa pengetahuan merupakan faktor paling dominan yang memengaruhi keterampilan dengan odds ratio sebesar 19,0. Sementara variabel usia, pendidikan, lama menjadi kader, dan dukungan tenaga kesehatan tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Temuan ini menegaskan pentingnya peningkatan kapasitas kader melalui penguatan pengetahuan dan pelatihan berkelanjutan guna memastikan kualitas layanan kesehatan masyarakat di tingkat akar rumput.
References
Ajzen, I. (1991). The theory of planned behavior. Organizational Behavior and Human Decision Processes, 50(2), 179–211.
Andriani, A., & Sari, D. P. (2018). Pengaruh interaksi kader dengan petugas puskesmas terhadap kinerja kader posyandu. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 6(2), 110–116.
Andriani, D., & Sari, R. (2018). Hubungan lama menjadi kader dengan keterampilan kader posyandu di wilayah kerja Puskesmas Sewon. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 13(2), 112–118.
Azizah, N., Rohmah, N., & Maulina, N. (2023). Effectiveness of cadre training on improving posyandu performance in rural areas. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 18(1), 45–52.
Banowati, L. (2020). Hubungan Karakteristik Kader dengan Kehadiran dalam Pengelolaan Posyandu (Correlation of Cadre Characteristics and Attendance in Posyandu Management). Artikel Ilmiah, 1179–1189.
Barokah, S. N., Santoso, D., & Widyastuti, F. (2022). Factors affecting the basic skills of posyandu cadres in community-based health programs. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 13(2), 123–130.
Damayanti, L. (2020). Pengaruh lama menjadi kader terhadap keterampilan pelayanan kesehatan dasar di posyandu. Jurnal Ilmu Kesehatan, 9(1), 45–52.
Dinas Kesehatan Provinsi Papua. (2022). Profil kesehatan Provinsi Papua. Dinas Kesehatan Provinsi Papua.
Handayani, R. (2017). Pengaruh pelatihan dan usia terhadap keterampilan kader dalam pelayanan posyandu. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 5(2), 123–130.
Islamiyati, I., & Sadiman, S. (2022). Health worker support and its impact on cadre performance in early childhood development programs. Indonesian Journal of Community Health Nursing, 10(1), 15–21.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Kurikulum pelatihan keterampilan dasar bagi kader Posyandu (hal. 1–66). Kementerian Kesehatan RI.
Lestari, A., & Fauziah, I. (2018). Hubungan usia dan pelatihan kader dengan keterampilan kader dalam pelayanan posyandu di Kabupaten Sleman. Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia, 13(1), 45–51.
Noprida, N. (2023). Training-based intervention to improve knowledge and skills of posyandu cadres. Jurnal Promkes, 11(1), 28–36.
Noprida, D., Polapa, D., Imroatun, T., Agustia, W., Sutini, T., Purwati, N. H., & Apriliawati, A. (2022). Pengaruh pelatihan kader posyandu terhadap peningkatan pengetahuan tentang skrining pertumbuhan dan perkembangan balita dengan KPSP wilayah Pasar Rebo. Jurnal Pengabdian Masyarakat Saga Komunitas, 1(2), 62–68. https://journals.sagamediaindo.org/index.php/jpmsk/article/view/22
Nursalam. (2020). Manajemen keperawatan: Aplikasi dalam praktik keperawatan profesional. Jakarta: Salemba Medika.
Nursalam, N., Dewi, Y. S., & Hidayat, A. A. (2020). Manajemen keperawatan: Aplikasi dalam praktik keperawatan profesional (ed. 6). Salemba Medika.
Nursalam, N., Wijaya, L., & Maharani, D. (2020). Pengaruh sikap terhadap kinerja kader posyandu dalam pelayanan kesehatan dasar. Jurnal Promkes, 8(1), 12–19.
Putri, D. A., & Dewi, I. R. (2020). Pengaruh peningkatan pengetahuan terhadap keterampilan kader posyandu dalam pelayanan kesehatan dasar. Jurnal Kesehatan Komunitas, 8(1), 23–30.
Rahayuningsih, T., & Margiana, D. (2023). The role of posyandu in improving maternal and child health in rural Papua. Jurnal Kesehatan Indonesia, 14(1), 11–20.
Rahmawati, S., Yuliana, T., & Prasetya, H. (2019). Hubungan antara pengetahuan dengan keterampilan kader posyandu dalam pemantauan pertumbuhan anak. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 14(2), 88–94.
Rosnani, R., Sari, D. N., & Hidayat, R. (2019). Hubungan tingkat pengetahuan dengan keterampilan kader posyandu dalam pelayanan kesehatan balita. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 7(1), 45–51.
Sari, A. R., & Widyaningsih, Y. (2020). Pengaruh pelatihan dan pengetahuan terhadap kinerja kader posyandu di wilayah kerja Puskesmas. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 9(2), 102–110.
Setyowati, E., Prasetya, H., & Nugraheni, S. A. (2020). Hubungan pengetahuan, pelatihan, dan motivasi terhadap keterampilan kader posyandu dalam pelayanan kesehatan balita. Jurnal Kesehatan Komunitas (Journal of Community Health), 6(3), 185–191.
Sudirman, A., & Rahayu, P. (2023). Education and experience as predictors of posyandu cadre performance. Jurnal Administrasi Kesehatan Indonesia, 11(2), 67–74.
Suharti, N. (2017). Hubungan pengalaman kerja dengan keterampilan kader posyandu dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak. Jurnal Keperawatan dan Kesehatan, 6(2), 79–85.
Suryaningsih, D. (2021). Peran pendidikan kesehatan berkelanjutan terhadap peningkatan keterampilan kader posyandu. Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia, 16(3), 201–207.
Utami, R., & Suparmini, S. (2018). Pengaruh pelatihan kader terhadap peningkatan kualitas pelayanan posyandu. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 14(2), 123–130.
Wulandari, D. (2018). Hubungan antara pendidikan dan pelatihan dengan keterampilan kader posyandu di wilayah kerja Puskesmas Banjarsari. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 12(1), 21–27.
Wulandari, R. (2018). Pembinaan sikap dan peningkatan keterampilan kader posyandu melalui pelatihan berkelanjutan. Jurnal Kesehatan Komunitas, 6(3), 134–140.
Yuliana, R., & Hartono, Y. (2019). Pengaruh tingkat pendidikan terhadap keterampilan kader posyandu dalam pengisian KMS di wilayah Puskesmas Sukaraja. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 7(2), 113–119.
Yuliana, T., & Hartono, Y. (2019). Hubungan antara sikap kader dengan keterampilan pelayanan posyandu. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 11(2), 77–84.
Yuliana, T., & Hartono, Y. (2019). Hubungan bimbingan tenaga kesehatan dengan keterampilan kader dalam pelayanan posyandu. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 11(2), 88–94.
Zalela, R., Darmawan, I., & Hapsari, N. (2024). Integrated services and capacity building for posyandu cadres: A national policy review. Jurnal Kesehatan Global, 6(1), 88–97.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Yahya Boikaway, Dolfinus Y. Bouway, Arius Togodly, Novita Medyati, Septevanus Rantetoding

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







