Aplikasi Pupuk Kompos (Campuran Limbah Sabut Kelapa, Kotoran Sapi, Dan Sampah Pasar) Dan Dolomit Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Sawi (Brasicca Chinensis)

Authors

  • Maulana Majid Shah Universitas Alwashliyah Medan
  • Dini Mufriah Universitas Alwashliyah Medan
  • Syahriandi Akbari Universitas Alwashliyah Medan
  • Dian Dhika Universitas Alwashliyah Medan

DOI:

https://doi.org/10.31004/joecy.v6i1.7714

Keywords:

Kompos, Dolomit, Sawi

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk  mengetahui pengaruh dosis Kompos (campuran limbah sabut kelapa,kotoran sapi, dan sampah pasar) terhadap pertumbuhan dan hasil produksi tanaman sawi, mengetahui pengaruh pupuk Dolomit terhadap pertumbuhan dan hasil prosuksi tanaman sawi, untuk mengetahui  interaksi antara dosis Kompos (campuran limbah sabut kelapa,kotoran sapi, dan sampah pasar) dan pupuk Dolomit terhadap pertumbuhan  dan hasil produksi tanaman sawi. Penelitian ini menggunakan metode Acak kelompok (RAK) faktorial, rancangan ini terdiri dari dua faktor. Faktor I adalah dosis pupuk kompos yang terdiri dari 3 (Tiga) taraf perlakuan yaitu: K0  (kontrol), K1(1,5 kg/plot), K2 (3 kg/plot).. Faktor II adalah pupuk Dolomit  yang terdiri dari 3 (tiga) taraf perlakuan yaitu: D0 (Kontrol), D1 (1,5 kg/plot), D2 (3 kg/plot). Jumlah kombinasi perlakuan 9 (sembilan) dengan 3 (tiga) ulangan. Parameter pengamatan pada penelitian ini adalah Tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), berat basah tanaman per- sampel (gram), berat basah  tanaman per- plot(gram). Hasil penelitian menunjuk-kan pemberian Kompos (campuran limbah sabut kelapa,kotoran sapi, dan sampah pasar) tidak berpengaruh nyata terhadap parameter tinggi tanaman, jumlah daun, berat basah tanaman per sampel, berat basah tanaman per plot. Pemberian pupuk Dolomit tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, berat basah tanaman per sampel, dan berat basah tanaman per plot. Interaksi antara dosis Kompos (campuran limbah sabut kelapa,kotoran sapi, dan sampah pasar) dan Dolomit berpengaruh tidak nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, berat basah tanaman per sampel, berat basah tanaman per plot, berat basah akar tanaman per sampel dah berat basah akar tanaman per plot.

References

Adriani, R., & Helda, N. (2017). Peran fosfor terhadap pertumbuhan vegetatif tanaman. (Jurnal Tidak Disebutkan).

Aisyah, S. (2011). Peranan nitrogen, fosfor, dan kalium pada pertumbuhan tanaman. (Jurnal Tidak Disebutkan).

Aritonang, R., & al., et. (2023). Pemanfaatan sampah organik sayur sebagai bahan kompos. (Jurnal Tidak Disebutkan).

(BPS), B. P. S. (2023). Data Statistik Hortikultura. BPS Press Sumatera Utara.

Dewi, R., & al., et. (2017). Kandungan kimia kotoran sapi dan pemanfaatannya dalam pertanian. (Jurnal Tidak Disebutkan).

Dohare, R., & al., et. (2025). Faktor-faktor tanah yang memengaruhi mikroorganisme. (Jurnal Tidak Disebutkan).

(FAO), F. and A. O. (2002). Coconut production and utilization in Asia. Food and Agriculture Organization of the United Nations.

(FAO), F. and A. O. (2005). Composting in agriculture: Recycling of organic waste. Food and Agriculture Organization of the United Nations.

Farid, M. (2020). Pemanfaatan kotoran sapi untuk pupuk organik dengan EM4. (Jurnal Tidak Disebutkan).

Handayani, T. (2022). Kajian varietas caisim pada sistem hidroponik rakit apung. Jurnal Hortikultura Indonesia, 13(1), 45–54.

Huda, M. (2016). Pemanfaatan limbah pertanian untuk pupuk organik. (Jurnal Tidak Disebutkan Dalam Skripsi).

Ilham, N., & al., et. (2019). Pemberian dolomit terhadap produktivitas tanaman. (Jurnal Tidak Disebutkan).

Irfan, M., & al., et. (2010). Kandungan hara kompos kotoran sapi dan aplikasinya pada tanah. (Jurnal Tidak Disebutkan Dalam Skripsi).

Kondo, Y., & Arsyad, M. (2018). Analisis kandungan lignin, selulosa, dan hemisellulosa serat sabut kelapa akibat perlakuan alkali. INTEK Jurnal Penelitian, 5(2), 94–97.

Nastiti, T. (2020). Pemanfaatan limbah organik untuk pupuk cair. (Jurnal Tidak Disebutkan Dalam Skripsi).

Nur, M., & Lay, A. (2014). Kandungan hara sabut kelapa dan potensinya sebagai bahan kompos. (Jurnal/Prosiding Tidak Disebutkan Dalam Skripsi).

Rachman, A., & al., et. (2021). Nutrisi sampah sayuran untuk kompos cair. (Jurnal Tidak Disebutkan).

Rukmana, R., & Yudirachman, H. (2016). Morfologi tanaman sawi. Jurnal Hortikultura Nusantara, 4(2), 33–40.

Sah, M., & Setiono, S. (2019). Respon tanaman sawi (Brassica rapa subsp.) varietas pakcoy terhadap kombinasi pupuk kandang dan kapur dolomit pada ultisol di Kabupaten Bungo. Jurnal Sains Agro.

Setyawati, D., & Sanny, T. (2021). Potensi sampah pasar sebagai kompos organik. (Jurnal Tidak Disebutkan).

Trivana, R., & Pradhana, M. (2017). Analisis nilai rasio C/N pada sabut kelapa untuk bahan kompos. (Jurnal/Prosiding Tidak Disebutkan Dalam Skripsi).

Utami, N. (2016). Kajian kualitas kompos limbah organik. Jurnal Ilmu Tanah Dan Lingkungan, 18(1), 54–61.

Wardana, A., & al., et. (2021). Potensi kotoran sapi sebagai pupuk organik dan dampaknya terhadap lingkungan. (Jurnal Tidak Disebutkan).

Widyastuti, E. (2017). Fermentasi sampah sayur menjadi pupuk organik cair. (Jurnal Tidak Disebutkan).

Wikanta, T. (2017). Prospek pupuk organik cair dari limbah pasar. (Jurnal Tidak Disebutkan Dalam Skripsi).

Downloads

Published

31-01-2026

How to Cite

Shah, M. M., Mufriah, D. ., Akbari, S. ., & Dhika, D. . (2026). Aplikasi Pupuk Kompos (Campuran Limbah Sabut Kelapa, Kotoran Sapi, Dan Sampah Pasar) Dan Dolomit Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Sawi (Brasicca Chinensis). Journal of Innovative and Creativity, 6(1), 6792–6798. https://doi.org/10.31004/joecy.v6i1.7714

Issue

Section

Articles