Implementasi Prinsip Maqashid Syariah dalam Pengembangan Fintech Syariah di Indonesia: Analisis Teoritis dan Praktis

Authors

  • Arina Haqan Universitas Annuqayah, Indonesia
  • Siti Kholizatun Nafilah Universitas Annuqayah, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.31004/joecy.v5i1.7694

Keywords:

maqashid syariah, fintech syariah, ekonomi Islam, keuangan digital, kemaslahatan

Abstract

Penelitian ini mengkaji implementasi prinsip maqashid syariah dalam pengembangan teknologi finansial (fintech) syariah di Indonesia melalui pendekatan teoritis dan praktis. Pertumbuhan fintech syariah yang pesat di Indonesia menimbulkan pertanyaan fundamental tentang sejauh mana inovasi teknologi keuangan dapat sejalan dengan tujuan-tujuan substansial syariah (maqashid syariah), khususnya dalam mewujudkan kemaslahatan (maslahah) bagi masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka (library research) dengan pendekatan kualitatif-deskriptif dan analisis kritis. Sumber data primer meliputi dokumen regulasi fintech syariah dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Dewan Syariah Nasional-Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI), sementara sumber sekunder mencakup literatur klasik dan kontemporer tentang maqashid syariah, ekonomi Islam, dan teknologi finansial. Analisis data dilakukan melalui content analysis dengan kerangka teoritis maqashid syariah yang dikembangkan oleh al-Syatibi dan pemikir kontemporer seperti Jasser Auda. Hasil kajian menunjukkan bahwa maqashid syariah dapat dikategorisasi menjadi lima level: dharuriyyat (kebutuhan primer), hajiyyat (kebutuhan sekunder), tahsiniyyat (kebutuhan tersier), dengan tiga dimensi: individu, masyarakat, dan negara. Analisis terhadap praktik fintech syariah di Indonesia mengungkap bahwa implementasi maqashid syariah masih parsial, dengan fokus dominan pada aspek formalistik syariah (kepatuhan kontrak) dibandingkan tujuan substantif. Dari 15 platform fintech syariah yang dianalisis, hanya 40% yang secara eksplisit mengintegrasikan prinsip pemerataan ekonomi (adl), 53% mengutamakan perlindungan konsumen (hifz al-mal), dan 67% menerapkan transparansi (amanah). Studi menemukan bahwa tantangan utama implementasi maqashid syariah dalam fintech syariah meliputi: (1) keterbatasan framework operasional untuk menerjemahkan prinsip abstrak maqashid ke dalam praktik bisnis; (2) trade-off antara profitabilitas dan tujuan sosial; (3) ketidakseimbangan pengawasan antara aspek kepatuhan formal dan dampak sosial-ekonomi; serta (4) literasi rendah pelaku industri terhadap konsep maqashid syariah. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan Maqashid-Based Fintech Framework yang mencakup indikator terukur untuk setiap level maqashid, mekanisme pengawasan berbasis dampak, dan insentif regulasi bagi platform yang mencapai target maqashid. Kontribusi penelitian ini adalah menyediakan kerangka teoritis-praktis untuk mengintegrasikan maqashid syariah dalam ekosistem fintech syariah Indonesia, serta memberikan basis empiris bagi pengembangan regulasi yang lebih holistik dan berorientasi pada pencapaian tujuan syariah yang substantif.

References

Al-Qaradawi, Y. (2007). Fiqh al-Awlawiyyat: Dirasah Jadidah fi Dhaw’ al-Qur’an wa al-Sunnah. Cairo: Maktabah Wahbah.

Al-Syatibi, A. I. (1997). Al-Muwafaqat fi Ushul al-Syariah. Beirut: Dar al-Ma’rifah.

Antonio, M. S., Sanrego, Y. D., & Taufiq, M. (2020). An Analysis of Islamic Banking Performance: Maqashid Index Implementation in Indonesia and Jordania. Journal of Islamic Marketing, 13(1), 23-47. https://doi.org/10.1108/JIMA-03-2020-0080

Arner, D. W., Barberis, J., & Buckley, R. P. (2017). FinTech, RegTech, and the Reconceptualization of Financial Regulation. Northwestern Journal of International Law & Business, 37(3), 371-413.

Auda, J. (2008). Maqasid al-Shariah as Philosophy of Islamic Law: A Systems Approach. London: The International Institute of Islamic Thought.

Bank Negara Malaysia. (2017). Value-Based Intermediation: Strengthening the Roles and Impact of Islamic Finance. Kuala Lumpur: Bank Negara Malaysia.

Bedoui, H. E. (2012). Ethical Competitive Advantage for Islamic Financial Institutions: How Should They Measure Their Performance? In 4th Islamic Banking and Finance Conference. Lancaster University.

Bedoui, H. E., & Mansour, W. (2015). Performance and Maqasid al-Shari’ah’s Pentagon-Shaped Ethical Measurement. Science and Engineering Ethics, 21(3), 555-576. https://doi.org/10.1007/s11948-014-9561-9

Chapra, M. U. (2000). The Future of Economics: An Islamic Perspective. Leicester: The Islamic Foundation.

Creswell, J. W. (2014). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches (4th ed.). Thousand Oaks, CA: SAGE Publications.

Dusuki, A. W., & Bouheraoua, S. (2011). The Framework of Maqasid al-Shari’ah and Its Implication for Islamic Finance. Islam and Civilisational Renewal, 2(2), 316-336.

Hassan, M. K., Rabbani, M. R., & Ali, M. A. M. (2020). Challenges for the Islamic Finance and Banking in Post COVID Era and the Role of Fintech. Journal of Economic Cooperation and Development, 41(3), 93-116.

Hsieh, H. F., & Shannon, S. E. (2005). Three Approaches to Qualitative Content Analysis. Qualitative Health Research, 15(9), 1277-1288. https://doi.org/10.1177/1049732305276687

Hudaefi, F. A. (2020). How Does Islamic Fintech Promote the SDGs? Qualitative Evidence from Indonesia. Qualitative Research in Financial Markets, 12(4), 353-366. https://doi.org/10.1108/QRFM-05-2019-0058

Hudaefi, F. A., & Jaswir, I. (2019). Halal Governance in Indonesia: Theory, Current Practices, and Related Issues. Journal of Islamic Marketing, 10(1), 51-63. https://doi.org/10.1108/JIMA-03-2018-0059

Ibn Asyur, M. T. (2001). Maqashid al-Syariah al-Islamiyyah. Amman: Dar al-Nafa’is.

Islamic Financial Services Board (IFSB). (2019). Islamic Financial Services Industry Stability Report 2019. Kuala Lumpur: IFSB.

Laldin, M. A., & Furqani, H. (2013). The Foundations of Islamic Finance and the Maqasid al-Shari’ah Requirements. Journal of Islamic Finance, 2(1), 31-37.

Laldin, M. A., & Furqani, H. (2016). Innovation Versus Replication: Some Notes on the Approaches in Defining Shariah Compliance in Islamic Finance. Al-Jami’ah: Journal of Islamic Studies, 54(2), 249-272. https://doi.org/10.14421/ajis.2016.542.249-272

Otoritas Jasa Keuangan. (2024). Statistik Fintech Lending Periode Januari 2024. Jakarta: OJK.

Rabbani, M. R., Khan, S., & Thalassinos, E. I. (2020). FinTech, Blockchain and Islamic Finance: An Extensive Literature Review. International Journal of Economics and Business Administration, 8(2), 65-86. https://doi.org/10.35808/ijeba/434

Rusydiana, A. S. (2018). Bagaimana Mengembangkan Industri Fintech Syariah di Indonesia? Pendekatan Interpretive Structural Model (ISM). Al-Muzara’ah: Jurnal Ekonomi Islam, 6(2), 117-128. https://doi.org/10.29244/jam.6.2.117-128

Saiti, B., Afghan, M., & Noordin, N. H. (2018). Financing Agricultural Activities in Afghanistan: A Critical Analysis of a Conventional and Islamic Finance. Asian Economic and Financial Review, 8(6), 841-855. https://doi.org/10.18488/journal.aefr.2018.86.841.855

Sakti, M. R. P., Mohamad, A., & Ibrahim, M. H. (2018). Islamic Equity Funds and Financial Stability: An Empirical Investigation. Kuala Lumpur: IIUM Press.

Waharini, F. M., & Purwantini, A. H. (2018). Model Pengembangan Industri Halal Food di Indonesia. Muqtasid: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah, 9(1), 1-13. https://doi.org/10.18326/muqtasid.v9i1.1-13

Downloads

Published

20-01-2025

How to Cite

Haqan, A., & Nafilah, S. K. (2025). Implementasi Prinsip Maqashid Syariah dalam Pengembangan Fintech Syariah di Indonesia: Analisis Teoritis dan Praktis. Journal of Innovative and Creativity (Joecy), 5(1), 568–579. https://doi.org/10.31004/joecy.v5i1.7694

Issue

Section

Articles