Pedagogi Lokal: Pemanfaatan Tradisi ‘Lahan kakaluk’ sebagai Sumber Belajar Sejarah Politik di STKIP Sinar Pancasila

Authors

  • Seran Clotilde STKIP Sinar Pancasila
  • Bere Antonius STKIP Sinar Pancasila

DOI:

https://doi.org/10.31004/joecy.v6i1.7680

Keywords:

Lahan kakaluk, sejarah politik, pedagogi lokal, etnopedagogik, Malaka

Abstract

Pembelajaran sejarah politik di perguruan tinggi selama ini masih didominasi oleh narasi nasional dan negara-sentris, sehingga kurang memberi ruang pada dinamika politik lokal yang hidup dalam masyarakat. Padahal, tradisi dan ritual adat menyimpan nilai-nilai politik yang penting sebagai sumber belajar kontekstual. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengidentifikasi nilai-nilai sosial, politik, dan budaya yang terkandung dalam tradisi Lahan kakaluk di Soka Wanibesak, Kabupaten Malaka, (2) menganalisis relevansi nilai-nilai tersebut dengan pembelajaran sejarah politik, dan (3) merumuskan model pedagogi lokal berbasis tradisi adat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan etnopedagogik. Teknik pengumpulan data meliputi observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Lahan kakaluk mengandung nilai kepemimpinan adat, musyawarah, legitimasi kekuasaan, solidaritas sosial, serta kontrol sosial yang berfungsi sebagai sistem politik lokal. Nilai-nilai tersebut relevan untuk dikembangkan sebagai sumber belajar sejarah politik melalui model pedagogi lokal yang kontekstual dan selaras dengan kebijakan Merdeka Belajar–Kampus Merdeka. Penelitian ini menegaskan pentingnya integrasi kearifan lokal dalam pembelajaran sejarah politik guna membangun kesadaran kritis dan identitas budaya mahasiswa.

References

Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. (2020). Pedoman Pelaksanaan Merdeka Belajar – Kampus Merdeka. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.

Djobu, F. S. (2023). Nilai-Nilai Kepemimpinan dalam Ritual Adat Masyarakat Malaka (Studi Kasus Lahan Kakaluk). Antropologi Indonesia, 47(1), 58-75.

Geertz, C. (1980). Negara Teater: Kekuasaan dan Ritual di Bali Abad Kesembilan Belas. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Hardjono, S. (2017). Kearifan Lokal dalam Pengelolaan Lingkungan dan Sumber Daya. Jurnal Pembangunan Sosial, 6(1), 1-15.

Hobsbawm, E. J. (1990). Nations and Nationalism Since 1780: Programme, Myth, Reality. Cambridge: Cambridge University Press.

Saptomo, I. A. (2021). Pemanfaatan Sumber Belajar Kontekstual dalam Pendidikan Sejarah. Edisi Jurnal Pendidikan, 12(3), 201-215.

Scott, J. C. (1985). Weapons of the Weak: Everyday Forms of Peasant Resistance. New Haven: Yale University Press.

Smith, J. M. (2018). The Evolution of Political History: Power, People, and Policy. London: Routledge.

Susanto, A. (2022). Dilema Kurikulum Sejarah: Antara Narasi Nasional dan Kontestasi Lokal. Jurnal Pendidikan Sejarah, 15(2), 145-160.

Tukan, M. L. (2019). Kajian Etnografi Upacara Adat di Nusa Tenggara Timur. Jurnal Kajian Budaya, 8(1), 30-45.

Vygotsky, L. S. (1978). Mind in Society: The Development of Higher Psychological Processes. Cambridge, MA: Harvard University Press.

Widyastuti, A. (2020). Pedagogi Lokal: Kerangka Konseptual Pendidikan Berbasis Kearifan Daerah. Jakarta: Bumi Aksara.

Downloads

Published

06-02-2026

How to Cite

Clotilde, S., & Bere Antonius. (2026). Pedagogi Lokal: Pemanfaatan Tradisi ‘Lahan kakaluk’ sebagai Sumber Belajar Sejarah Politik di STKIP Sinar Pancasila. Journal of Innovative and Creativity (Joecy), 6(1), 11104–11116. https://doi.org/10.31004/joecy.v6i1.7680

Issue

Section

Articles