Studi Prevalensi Dan Tingkat Cemaran Boraks Pada Produk Kerupuk Umkm Kec. Sidayu Terhadap Keamanan Pangan Di Pasar Sidayu Gresik

Authors

  • Zahrotut Taqiyah STIKES Widyagama Husada Malang
  • Ike Dian Wahyuni STIKES Widyagama Husada Malang
  • Irfany Rupiwardani STIKES Widyagama Husada Malang

DOI:

https://doi.org/10.31004/joecy.v6i1.7637

Keywords:

Boraks, Kerupuk, Prevalensi

Abstract

Boraks merupakan senyawa kimia turunan dari logam berat boron (B) yang biasanya digunakan sebagai bahan anti jamur, untuk pengawet kayu, dan sebagai antiseptik pada produk kosmetik. Boraks sering digunakan oleh para pedagang yang menginginkan keuntungan lebih dalam memproduksi makanan. Salah satunya adalah kerupuk untuk mempertahankan rasa renyah ini seringkali produsen menambahkan bahan tambahan pangan berupa boraks atau sering disebut bleng padahal penggunaan boraks dilarang dalam makanan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui  prevalensi dan tingkat cemaran  boraks pada produk kerupuk UMKM Kec. Sidayu terhadap keamanan pangan di Pasar Sidayu gresik. Jenis penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah penelitian deskriptif kualitatif suatu metode penelitian yang bergerak pada pendekatan kuantitatif sederhana dengan alur induktif. Sampel penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan accidental sampling dengan 20 sampel kerupuk yang paling laku dijual pada  pedagang kerupuk di Pasar Sidayu Gresik. Waktu penelitian dilaksanakan pada bulan Januari 2026. Hasil penelitian Prevalensi Cemaran boraks pada produk kerupuk UMKM yang beredar di Pasar Sidayu Gresik sebesar 85% berdasarkan 20 sampel yang di periksa 17 diantaranya mengandung boraks sementara 3 lainnya tidak terdeteksi boraks. Kadar boraks tertinggi ditemukan pada sampel K10 dengan kadar boraksnya mencapai 762,6 mg/l dan kadar boraks terendah ditemukan di sampel K16 sebesar 86,2 mg/l. Berdasarkan tabel hasil uji Independent Sample T-Test dengan nilai signifikansi <0,05 yang artinya H1 diterima yaitu terdapat perbedaan kadar cemaran boraks dalam kerupuk dipasar sidayu

References

Anggela, O., Muadifah, A., & Nugraha, D. P. (2021). Validasi Metode Penetapan Kadar Boraks pada Kerupuk Puli Menggunakan Spektrofotometer UV-Vis Validation. Jurnal Sains Dan Kesehatan, 3(6), 375–381.

Elvi, E., Barutu, E. K., & Restusari, L. (2023). IDENTIFIKASI BORAKS PADA KULIT LUMPIA DAN KERUPUK NASI YANG DI JUAL DI PASAR TRADISIONAL KOTA PEKANBARU. JPK: Jurnal Proteksi Kesehatan, 6(1).

Hartati, F. K. (2017). Analisis Boraks Secara Cepat , Mudah. Jurnal Teknologi Proses Dan Inovasi Industri, 2(1), 33–37.

Hartati, F. K. (2019). ALTERNATIF PENGGANTI BORAKS PADA PEMBUATAN KERUPUK PULI. In Universitas Dr. Soetomo Surabaya (Vol. 32, Issue 3). Universitas Dr. Soetomo Surabaya.

Lathansyah, S., Haryono, & Ganefati, S. P. (2024). IDENTIFIKASI KANDUNGAN BORAKS PADA KERUPUK MENTAH YANG DIJUAL DI PASAR BERINGHARJO KOTA YOGYAKARTA TAHUN 2023 [POLTEKKES KEMENTRIAN KESEHATAN YOGYAKARTA]. Karya Tulis Ilmiah

Misbah, S. R., Darmayani, S., & Nasir, N. (2018). Analisis Kandungan Boraks Pada Bakso YangMisbah, S. R., Darmayani, S., & Nasir, N. (2018). Analisis Kandungan Boraks Pada Bakso Yang Dijual Di Anduonohu Kota Kendari Sulawesi Tenggara. Jurnal Kesehatan Manarang, 3(2), 81. https://doi.org/10.33490/jkm.v3i2. Jurnal Kesehatan Manarang, 3(2), 81.

Muharrami, L. K. (2015). Analisis Kualitatif Kandungan Boraks pada Krupuk Puli di Kecamatan Kamal. Jurnal Pena Sains, 2(2), 120–124.

Nenoharan, E. M., Malelak, G. E. M., Sulmiyati, S., & Sipahelut, G. M. (2024). Deteksi Boraks pada Bakso di Kota Kupang dengan Menggunakan Kertas Tumerik. Animal Agricultura, 2(1), 382–390. https://doi.org/10.59891/animacultura.v2i1.56

Peraturan Pemerintah. (2019). Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 86 Tahun 2019 Tentang Keamanan Pangan. Peraturan Pemerintah Tentang Keamanan Pangan, 2019(86), 1–102.

Purnomo, H., Puyanda, I. R., & Mustofa, A. (2025). Identifikasi Penggunaan Boraks dan Cemaran Mikrobia pada Kerupuk Puli Mentah di Beberapa Kecamatan di Wonogiri. Jitap, 03(01), 1–7. https://doi.org/10.31316/jitap.v3i1.7773

Rahmawati Arfa, E., Rabbani Karimuna, S., Tina, L., kunci, K., Bahan, K., Mengakses, K., & Petugas Kesehatan, P. (2016). Screening and Epidemiology Study of the Use Borax in White Tofu Which Is Sold in Traditional Markets of Kendari Municipality in 2016. 1–12.

Rosalima, P. (2020). Studi pengembangan kerupuk rambak bebas borak pada tingkat industri rumah tangga. In IPB Repository. Institut Teknologi Bandung.

Silitonga, F. S., Eka Putra Ramdhani, & Okta Alpindo. (2022). Sosialisasi Identifikasi Bahan Tambahan Boraks Pada Kerupuk Di Kabupaten Karimun. Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 6(3), 822–827. https://doi.org/10.31849/dinamisia.v6i3.5201

Tanjung, Y. A., Sugiyanta, & Nuri. (2024). Paparan Boraks pada Produk Makanan Kerupuk di Industri Rumah Tangga (Studi Karakteristik dan Risiko Pajanan). 15, 771–776.

Tutut Adelia, & Mardhiyyah, Y. S. (2024). Eksplorasi Alternatif Bahan Pengganti Bleng (Boraks) Pada Kerupuk Puli Berdasarkan Karakteristik Fisiko Kimia Produk dan Penerimaan Sensori. Sustainability and Social Impact, 1(1), 23–31. https://doi.org/10.64849/ssi.v1i1.6

Downloads

Published

03-02-2026

How to Cite

Taqiyah, Z., Wahyuni, I. D. ., & Rupiwardani, I. . (2026). Studi Prevalensi Dan Tingkat Cemaran Boraks Pada Produk Kerupuk Umkm Kec. Sidayu Terhadap Keamanan Pangan Di Pasar Sidayu Gresik. Journal of Innovative and Creativity (Joecy), 6(1), 7842–7848. https://doi.org/10.31004/joecy.v6i1.7637

Issue

Section

Articles