Gambaran Kesejahteraan Subjektif pada Siswa SMAN 2 Yayasan Soposurung Balige
Gambaran Kesejahteraan Subjektif pada Siswa SMAN 2 Yayasan Soposurung Balige
DOI:
https://doi.org/10.31004/joecy.v6i1.7554Keywords:
Kesejahteraan Subjektif, Siswa SMA, Psikologi RemajaAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui validitas dan reliabilitas serta gambaran tingkat kesejahteraan subjektif pada siswa Sekolah Menengah Atas (SMA). Kesejahteraan subjektif merupakan evaluasi individu terhadap kepuasan hidup serta pengalaman afek positif dan afek negatif dalam kehidupan sehari-hari. Meskipun berbagai penelitian telah mengkaji kesejahteraan subjektif pada remaja, kajian yang secara khusus menggambarkan kesejahteraan subjektif siswa SMA dalam konteks lingkungan sekolah lokal masih relatif terbatas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif. Subjek penelitian berjumlah 27 siswa SMA yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui skala kesejahteraan subjektif yang disusun berdasarkan teori Diener. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan indeks daya beda atau rentang 0,311-0,836. Kemudian untuk reliabilitas skala kesejahteraan subjektif itu sendiri diketahui bahwa nilai reliabilitas memiliki nilai reliabel yaitu 0,753. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa rata-rata kesejahteraan subjektif pada siswa berada pada kategori sedang. Sebanyak 77,78% siswa berada pada kategori sedang, 14,81% pada kategori tinggi, dan 7,41% pada kategori rendah. Temuan ini penting sebagai dasar bagi pihak sekolah, khususnya layanan bimbingan dan konseling, agar dapat memaksimalkan dalam merancang program pendampingan psikologis dan penguatan kesehatan mental siswa.
References
Hubungan tingkat kebahagiaan dengan kebermaknaan hidup pada remaja. Jurnal Psikologi, 6(2), 76–85.
Azwar, S. (2012). Penyusunan Skala Psikologi. Pustaka Pelajar.
Diener, E., Pressman, S. D., Hunter, J., & Delgadillo-Chase, D. (2017). If, why, and when subjective well-being influences health, and future needed research. Applied Psychology: Health and Well-Being, 9(2), 133–167. https://doi.org/10.1111/aphw.12090
Diener, E., Suh, E. M., Lucas, R. E., & Smith, H. L. (1999). Subjective well-being: Three decades of progress. Psychological Bulletin, 125(2), 276–302. https://doi.org/10.1037/0033-2909.125.2.276
Jamarah, S. B. (2010). Guru dan anak didik dalam interaksi edukatif. Rineka Cipta.
Khairunnisa, Y. (2023). Hubungan religiusitas dan dukungan sosial peer-group dengan kesejahteraan subjektif pada siswa SMA Swasta Al-Ulum Terpadu Medan (Tesis tidak dipublikasikan). Program Studi Magister Psikologi, Universitas Medan Area.
Priyatno, D. (2016). Belajar Alat Analisis Data dan Cara Pengolahannya dengan SPSS. Penerbit Gava Media.
Rizki, A., Hidayat, D. R., & Murtadho, A. (2019). Kesejahteraan subjektif ditinjau dari religiusitas pada remaja. Jurnal Psikologi Islam, 6(1), 45–58.
Rulanggi, R., Setiadi, H., & Wijaya, A. (2021). Kesejahteraan subjektif pada remaja ditinjau dari kepuasan hidup dan afek. Jurnal Psikologi Perkembangan dan Pendidikan, 10(1), 33–42.
Safarina, N. (2017). Subjective well-being pada remaja. Pustaka Pelajar.
Sudirman. (2011). Interaksi dan motivasi belajar mengajar. Raja Grafindo Persada.
Sugiyono. (2017). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif. Penerbit Alfabeta
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Suaidah Lubis Suaidah, Dotor Hartaty Silaban, Iqbal Maulana Hasibuan Hasibuan, Nadya Bella Aritonang, Suhaimi Erfiranda, Rifa Mulyani, Rohimatun Fadilah Munte

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







