Uji Aktivitas Antioksidan Kombinasi Ekstrak Etanol Daun Kersen (Muntingia calabura L.) Dan Daun Alpukat (Persea americana Mill.) Menggunakan Metode DPPH (2,2-Diphenyl-1-Picrylhydrazyl)
DOI:
https://doi.org/10.31004/joecy.v6i1.7530Keywords:
antioksidan, DPPH, daun kersen, daun alpukat, IC₅₀Abstract
Radikal bebas merupakan molekul reaktif yang dapat menyebabkan stres oksidatif dan berperan dalam perkembangan berbagai penyakit degeneratif. Antioksidan berfungsi untuk menetralkan radikal bebas tersebut, salah satunya berasal dari tumbuhan yang kaya senyawa metabolit sekunder. Daun kersen (Muntingia calabura L.) dan daun alpukat (Persea americana Mill.) diketahui memiliki potensi aktivitas antioksidan yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan kombinasi ekstrak etanol daun kersen dan daun alpukat menggunakan metode DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl). Penelitian dilakukan melalui tahapan determinasi tanaman, pembuatan simplisia, ekstraksi dengan metode maserasi, skrining fitokimia, serta pengujian aktivitas antioksidan pada variasi perbandingan ekstrak (25 mg:75 mg), (50 mg:50 mg), dan (75 mg:25 mg). Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa kedua ekstrak mengandung flavonoid, alkaloid, tanin, saponin, dan steroid. Nilai IC₅₀ kombinasi ekstrak berturut-turut sebesar 1,396 ppm; 0,533 ppm; dan 3,164 ppm, yang seluruhnya termasuk kategori antioksidan sangat kuat (<50 ppm). Kontrol positif vitamin C menunjukkan nilai IC₅₀ sebesar 7,214 ppm. Kombinasi ekstrak dengan perbandingan 50 mg:50 mg menunjukkan aktivitas antioksidan tertinggi. Dengan demikian, kombinasi ekstrak etanol daun kersen dan daun alpukat berpotensi dikembangkan sebagai sumber antioksidan alami yang efektif.
References
Direktorat Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan. (2022). Suplemen I Farmakope Herbal Indonesia (Edisi II). Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Fransiska, A. N., Masyrofah, D., Marlian, H., Sakina, I. V., & Tyasna, P. S. (2021). Identifikasi senyawa terpenoid dan steroid pada beberapa tanaman menggunakan pelarut n-heksan. Jurnal Health Sains, 2(6), 733-741.
Gunarti, N. S., Fikayuniar, L., & Fitriani, D. A. (2022). Perbedaan Aktivitas Antioksidan Ekstrak Daun Alpukat (Perseae Americanae Mill.) Berdasarkan Perbedaan Ketinggian Tempat Tumbuh. Pharma Xplore Jurnal Ilmiah Farmasi, 7(2), 1–12.
Oktavia, I. N., & Sutoyo, S. (2021). Review Artikel: Sintesis Nanopartikel Perak Menggunakan Bioreduktor Ekstrak Tumbuhan Sebagai Bahan Antioksidan. Unesa Journal of Chemistry, 10(1), 37–54
Rahmah, R., Rahayu, Y. P., Ridwanto, R., & Daulay, A. S. (2023). Skrining Fitokimia Dan Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol Daun Alpukat (Persea americana Mill.) dengan metode DPPH. Journal of Pharmaceutical and Sciences, 1, 9–25. https://doi.org/10.36490/journal-jps.com.v6i5-Si.369
Samodra, G., Alfathani, N. F., & Octaviani, P. (2023). Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol Kombinasi Daun Kersen (Muntingia calabura L.) dan Daun Kelor (Moringa oleifera L) Dengan Metode DPPH (2,2-Diphenyl-1 Picrylhydrayl). Pharmacon: Jurnal Farmasi Indonesia, 20(1), 19–26.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Juliatika Kurniawati, Vicko Suswidiantoro, Diah Kartika Putri, Wina Safutri

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







