Peran Kampus dalam Membangun Budaya Demokrasi: Perspektif Mahasiswa

Authors

  • Asrialfi Alfi Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Batu Bara

DOI:

https://doi.org/10.31004/joecy.v6i1.7516

Keywords:

Budaya Demokrasi, Perguruan Tinggi, Pendidikan Kewarganegaraan, Partisipasi Mahasiswa, Organisasi Kemahasiswaan

Abstract

Penelitian ini mengkaji peran perguruan tinggi dalam membangun budaya demokrasi dari perspektif mahasiswa. Kampus sebagai ruang akademik memiliki posisi strategis dalam membentuk karakter demokratis generasi muda melalui berbagai aktivitas kemahasiswaan, pembelajaran, dan interaksi sosial. Penelitian kualitatif ini melibatkan lima informan mahasiswa aktif dari berbagai organisasi kemahasiswaan di universitas negeri di Indonesia. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi partisipatif, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kampus berperan signifikan dalam membangun budaya demokrasi melalui tiga dimensi utama: (1) pendidikan demokrasi melalui kurikulum dan pembelajaran di kelas, (2) praktik demokrasi dalam organisasi kemahasiswaan dan pemilihan umum kampus, dan (3) ruang diskusi dan kebebasan berekspresi. Mahasiswa merasakan pengalaman langsung berdemokrasi melalui pemilu organisasi, musyawarah, dan dialog kritis yang membentuk pemahaman mereka tentang nilai-nilai demokratis seperti toleransi, partisipasi, dan tanggung jawab sipil. Namun, masih terdapat tantangan berupa keterbatasan ruang dialog kritis dan ketimpangan akses partisipasi bagi mahasiswa dari latar belakang tertentu. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kampus perlu terus memperkuat fungsinya sebagai laboratorium demokrasi dengan menciptakan ekosistem yang lebih inklusif dan partisipatif.

References

Azmi, F., & Rahadian, A. S. (2023). Peran organisasi kemahasiswaan dalam membentuk karakter kepemimpinan demokratis. Jurnal Pendidikan Karakter, 13(1), 45-58.

Azra, A. (2021). Pendidikan kewarganegaraan untuk demokrasi: Perspektif global dan lokal. Jakarta: Prenada Media.

Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2020). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (4th ed.). Thousand Oaks, CA: Sage Publications.

Kurniawan, D. (2023). Inklusivitas dalam pendidikan tinggi: Tantangan partisipasi mahasiswa marginal. Jurnal Sosiologi Pendidikan, 8(2), 112-128.

Latif, Y. (2020). Pendidikan yang berkebudayaan: Histori, konsepsi, dan aktualisasi pendidikan transformatif. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Moleong, L. J. (2021). Metodologi penelitian kualitatif (Edisi Revisi). Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Nugroho, A., & Rahmat, H. K. (2022). Hubungan keterlibatan organisasi kemahasiswaan dengan literasi politik mahasiswa. Jurnal Civic Education, 6(1), 78-92.

Rahmawati, D. (2021). Tantangan pendidikan demokrasi di perguruan tinggi era kontemporer. Jurnal Pendidikan Politik dan Kewarganegaraan, 11(2), 156-169.

Samsuri, S., & Marzuki, M. (2020). Hidden curriculum dalam pembelajaran pendidikan kewarganegaraan di perguruan tinggi. Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan, 17(1), 22-35.

Saputra, E. (2020). Membangun budaya demokrasi Pancasila di era digital. Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan, 5(2), 34-48.

Winarno, W. (2021). Paradigma baru pendidikan kewarganegaraan: Panduan kuliah di perguruan tinggi (Edisi Kelima). Jakarta: Bumi Aksara.

Winataputra, U. S. (2020). Pendidikan kewarganegaraan dalam perspektif pendidikan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa: Gagasan, instrumentasi, dan praksis. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 26(1), 1-15.

Downloads

Published

22-02-2026

How to Cite

Alfi, A. (2026). Peran Kampus dalam Membangun Budaya Demokrasi: Perspektif Mahasiswa. Journal of Innovative and Creativity (Joecy), 6(1), 13307–13312. https://doi.org/10.31004/joecy.v6i1.7516

Issue

Section

Articles