Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kelelahan Kerja pada Pekerja Konstruksi Proyek Pengembangan Apartemen PT. X.

Authors

  • Ipah Kholipah Universitas Muhammadiyah Prof, Dr. Hamka Jakarta
  • Haris Muzakir Universitas Muhammadiyah Prof, Dr. Hamka Jakarta

DOI:

https://doi.org/10.31004/joecy.v6i1.7503

Keywords:

Kelelahan kerja, pekerja konstruksi, keselamatan kerja, beban kerja fisik, faktor risiko

Abstract

Kelelahan kerja merupakan masalah kesehatan kerja yang krusial di sektor konstruksi, karena berkaitan dengan penurunan produktivitas dan peningkatan risiko kecelakaan. Studi ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang terkait dengan kelelahan kerja di kalangan pekerja konstruksi pada proyek pengembangan apartemen di Indonesia. Studi ini menggunakan desain kuantitatif cross-sectional, dengan data dikumpulkan dari 100 pekerja lapangan melalui pengukuran langsung dan kuesioner terstruktur. Analisis bivariat menggunakan uji chi-square dilakukan untuk mengetahui hubungan antara kelelahan kerja dan variabel independen: usia, jam kerja, status gizi, dan beban kerja fisik. Hasil menunjukkan bahwa 67% pekerja mengalami kelelahan. Keempat faktor tersebut menunjukkan hubungan yang signifikan secara statistik (p<0.05) dengan kelelahan kerja. Beban kerja fisik merupakan faktor risiko terkuat (Rasio Prevalensi/PR=2.418), diikuti oleh status gizi abnormal (PR=1.539), usia lanjut (≥40 tahun, PR=1.450), dan jam kerja panjang (>8 jam/hari, PR=1.363). Kesimpulannya, studi ini menyatakan bahwa beban kerja fisik, status gizi, usia, dan jam kerja merupakan faktor penentu kelelahan kerja yang signifikan dalam lingkungan berisiko tinggi ini. Kontribusi utama studi ini bagi ilmu pengetahuan adalah penyediaan bukti empiris kuantitatif yang spesifik, yang mengurutkan tingkat risiko faktor-faktor yang dapat diperbaiki dalam industri konstruksi Indonesia, memberikan landasan yang kokoh untuk merancang intervensi ergonomis yang ditargetkan dan kebijakan keselamatan kerja berbasis bukti yang bertujuan untuk mitigasi kelelahan dan produktivitas berkelanjutan di masa depan.

References

Adiratna, Y., Astono, S., Fertiaz, M., Subhan, Sugistria, C. A. O., Prayitno, H., … Putri, B. A. (2022). Profil Keselamatan dan Kesehatan Kerja Nasional Indonesia Tahun 2022 (1st ed.). Jakarta: Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia.

Alfikri, R., Halim, Rd., Syukri, M., Nurdini, L., & Islam, F. (2021). Status Gizi dengan Kelelahan Kerja Karyawan Bagian Proses dan Teknik Pabrik Kelapa Sawit. Jurnal Kesehatan Komunitas, 7(3), 271–276. https://doi.org/10.25311/keskom.Vol7.Iss3.983

Azzamullah, A., Izzoelhq, A., Supeno, S. R. A., Purwoko, W. A., & Trisnawaty, D. (2025). The relationship between fatigue and workplace accidents in the construction sector: A statistical study on contributing factors and risk implications. Calamity: A Journal of Disaster Technology and Engineering, 3(1). https://doi.org/10.61511/calamity.v3i1.2025.2064

Cunningham, T. R., Guerin, R. J., Ferguson, J., & Cavallari, J. (2022). Work‐related fatigue: A hazard for workers experiencing disproportionate occupational risks. American Journal of Industrial Medicine, 65(11), 913–925. https://doi.org/10.1002/ajim.23325

Fitri, R. Y., Sukesi, T. W., & Hariyono, W. (2024). Factors Contributing to Work Fatigue Among Construction Workers. ARTERI : Jurnal Ilmu Kesehatan, 5(1), 18–25. https://doi.org/10.37148/arteri.v5i1.395

Hasan, H. M., Komara, C. P., Putro, W. G., & Melizsa, M. (2022). Hubungan Antara Beban Kerja dengan Kelelahan Kerja pada Pekerja Bagian Produksi di PT. Tri Teguh Manunggal Sejati Kota Tangerang. Journal of Health Research Science, 2(01), 1–8. https://doi.org/10.34305/jhrs.v2i1.478

International Labour Organisation. (2001). Guidelines on occupational safety and health management systems. In ILO-OSH (Vol. 1999).

Jufri, S. A., Wahyuni, A., & Rahim, M. R. (2019). Factors Related to the Fatigue in Workers in the Cargo Unit of Pt. AngkasaPura Logistic Makassar. Indian Journal of Public Health Research & Development, 10(7), 1115. https://doi.org/10.5958/0976-5506.2019.01732.7

Listyowati, E. D. T. W., & Affilin, A. A. (2023). Relationship between working period and nutritional status with work fatigue workers in PT X production unit. World Journal of Advanced Research and Reviews, 18(1), 119–123. https://doi.org/10.30574/wjarr.2023.18.1.0552

Mixter, S., Mathiassen, S. E., & Hallman, D. (2019). Alternations between physical and cognitive tasks in repetitive work – effect of cognitive task difficulty on fatigue development in women. Ergonomics, 62(8), 1008–1022. https://doi.org/10.1080/00140139.2019.1614229

Nwanyanwu, M. E., & Anthony, T. D. (2024). Legal Aspects of Occupational Health and Safety: Ensuring Worker Well-Being. International Journal of Innovative Legal and Political Studies , 13(1), 39–53.

Putri Mattola, M., Muis, M., Wahyu, A., Naiem, F., Thamrin, Y., & Ishak, H. (2023). The modeling factors work shifts, fatigue and unsafe actions on work accidents at PT PLN Barru, Indonesia. Multidisciplinary Science Journal, 6(4). https://doi.org/10.31893/multiscience.2024051

Sejati Sihotang, K. M., Amalia, R., Hardy, F. R., & Maharani, F. T. (2021). Hubungan Faktor Pekerjaan dengan Kelelahan Kerja Pada Pekerja Lapangan Proyek Pembangunan Gedung PT. X di Jakarta Pusat Tahun 2020. Jurnal Kesehatan Masyarakat (Undip), 9(5), 681–687. https://doi.org/10.14710/jkm.v9i5.30709

Syaputra, B., & Lestari, P. W. (2019). Pengaruh Waktu Kerja Terhadap Kelelahan pada Pekerja Konstruksi Proyek X di Jakarta Timur . Binawan Student Journal, 1(2), 103–107.

Zanabazar, A., & Jigjiddorj, S. (2022). Relationships between mental workload, job burnout, and organizational commitment. SHS Web of Conferences, 132, 01003. https://doi.org/10.1051/shsconf/202213201003

Downloads

Published

24-01-2026

How to Cite

Kholipah, I., & Muzakir, H. . (2026). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kelelahan Kerja pada Pekerja Konstruksi Proyek Pengembangan Apartemen PT. X. Journal of Innovative and Creativity, 6(1), 4939–4944. https://doi.org/10.31004/joecy.v6i1.7503

Issue

Section

Articles