Analisis Framing Pemberitaan Kasus Pelecehan Seksual I Wayan Agus Suwartana: Perbandingan Pada Detik.com Dan Tribunnews.com

Authors

  • Erlangga Erlangga Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang
  • Nuraida Nuraida Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang
  • Muslimin Muslimin Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

DOI:

https://doi.org/10.31004/joecy.v6i1.7481

Keywords:

Analisis Framing, Pelecehan Seksual, Media Online

Abstract

Pemberitaan kasus pelecehan seksual di media daring memiliki peran penting dalam membentuk pemahaman publik terhadap suatu peristiwa hukum. Media tidak hanya menyampaikan fakta, tetapi juga membingkai realitas melalui pemilihan sudut pandang tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan membandingkan framing pemberitaan kasus pelecehan seksual yang melibatkan I Wayan Agus Suwartama pada media Detik.com dan Tribunnews.com. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis framing model Zhongdang Pan dan Gerald M. Kosicki yang meliputi struktur sintaksis, skrip, tematik, dan retoris. Objek penelitian berupa 12 berita, masing-masing enam berita dari Detik.com dan enam berita dari Tribunnews.com yang dipublikasikan pada Januari 2025. Data dikumpulkan melalui studi dokumentasi dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Detik.com cenderung membingkai pemberitaan dengan penekanan pada aspek kronologi peristiwa dan proses hukum, serta menampilkan narasumber dari aparat penegak hukum. Sementara itu, Tribunnews.com lebih menonjolkan aspek emosional, kondisi psikologis tersangka, dan dampak sosial kasus melalui penggunaan judul yang lebih dramatik dan diksi yang emosional. Perbedaan framing tersebut dipengaruhi oleh karakteristik redaksional masing-masing media. Kesimpulannya, perbedaan cara media membingkai berita berpotensi memengaruhi cara masyarakat memahami dan menilai kasus pelecehan seksual.

References

Anggraini, Farah Nur. 2022. Framing Pemberitaan Pada Korban Pelecehan Seksual Melalui Media Online Www.Aceh.Tribunnews.Com Edisi Oktober 2021. Banda Aceh: Fakultas Dakwah Dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Ar-Raniry.

Anonim. 2004. Kekerasan Seksual Terhadap Anak. Ajarkan Anak Untuk Berkata Tidak. Sinar Harapan, Edisi: sabtu S13.

Artika, Bela, dan dkk. 2023. “Analisis Framing Pemberitaan Pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat Di Kompas.Com,” Tabayyun Volume 4 Nomor 1.

Barus, Sedia Willing. 2011. Jurnalistik: Petunjuk Teknik Menulis Berita. Jakarta: Penerbit Erlangga.

Berger, P. L., & Luckmann, T. 1966. The social construction of reality: A treatise in the sociology of knowledge. Anchor Books.

Burt, Sandra S. Martha R, dan Leanor B. Johnson. Seksual Harassment at Work:Three Explanatory Models.

Damhuri, Dedi. 2020. Analisis Framing Kasus Penyelundupan Barang Illegal Harley Davidson Dan Brompton Di Pesawat Garuda Indonesia Pada Media Online Kompas.Com Edisi Desember 2019. Skripsi. Pekanbaru: Uin Suska Riau.

Depdikbud. 1996. Kamus Besar Bahasa Indonesia, cet-1, Jakarta: Balai Pustaka.

DetikBali, Tim. “Babak Baru Kasus Pelecehan Seksual oleh Agus Difabel,” Detik.com, 2025, https://www.detik.com/bali/hukum-dan-kriminal/d-7736332/babak-baru-kasus-pelecehan-seksual-oleh-agus-difabel.

DetikBali, Tim. “Fakta-fakta Persidangan Alot 9 Jam Kasus Pelecehan Seksual Agus Difabel,” Detik.com, 2025, https://www.detik.com/bali/hukum-dan-kriminal/d-7747372/fakta-fakta-persidangan-alot-9-jam-kasus-pelecehan-seksual-agus-difabel

Entman, R. M. 1993. Framing: Toward clarification of a fractured paradigm. Journal of Communication, 43(4), 51–58.

Eriyanto. 2002. Analisis Framing : Konstruksi, Ideologi & Politik Media. Yogyakarta: LKis Yogyakarta.

Eriyanto. 2005. Analisis Framing. Yogyakarta LKis.

Felisiani, Theresia. “Pakai Baju Tahanan Merah, Agus Buntung Percaya Diri Tidak Bersalah dalam Kasus Pelecehan Seksual,” Tribunnews.com, 2025, https://m.tribunnews.com/regional/2025/01/09/pakai-baju-tahanan-merah-agus-buntung-percaya-diri-tidak-bersalah-dalam-kasus-pelecehan-seksual.

Gamson, W. A., & Modigliani, A. 1989. Media discourse and public opinion on nuclear power: A constructionist approach. American Journal of Sociology, 95(1), 1–37.

Himmah, Faiqotul. 2022. Sanksi Bagi Pelaku Pelecehan Seksual Di Lingkungan Pendidikan Dalam Prespektif Hukum Positif Dan Hukum Pidana Islam. Semarang: Fakultas Syari’ah Dan Hukum Universitas Islam Negeri Walisongo.

Iyengar, S. 1991. Is anyone responsible? How television frames political issues. University of Chicago Press.

J. Moleong, Lexy. 2015. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Jufrizal, Karerek, and Yusra Jamali. 2022. “Analisis Framing Pemberitaan Anies Baswedan Tentang Isu Korupsi,” Sustainable Volume 5 N.

Kautsar, Muhammad Noor Aziz. 2016. Skripsi, Kredibilitas Pemberitaan Portal detik.com. Makassar : Universitas Islam Negeri Alauddin.

Khaeruddin. 1999. Pelecehan Seksual Terhadap Istri, cet-1. Yogyakarta: Pusat Penelitian Kependudukan Universitas Gajah Mada.

Kirana, Widya Putri. 2021. Analisis Framing Pemberitaan Media Online Harian Singgalang Dan Posmetro Padang Tentang Kejadian Berdarah Wamena. Skripsi. Batusangkar: IAIAN Batusangkar.

Kusmira, E. 2011. Kesehatan Reproduksi Remaja Dan Wanita, jakarta: Salemba Medika.

Mahendra, Rendi. 2018. Analisis framing Zhongdang Pan dan Gerald M. Kosicki Terhadap Pemberitaan Kebijakan Impor Beras di Republika Online periode 10 januari- 17 januari 2018. Skripsi, IAIN Ponorogo.

Mamik. 2015. Metodologi Kualitatif . Sidoarjo: Zifatama Publisher.

Downloads

Published

25-01-2026

How to Cite

Erlangga, E., Nuraida, N., & Muslimin, M. (2026). Analisis Framing Pemberitaan Kasus Pelecehan Seksual I Wayan Agus Suwartana: Perbandingan Pada Detik.com Dan Tribunnews.com. Journal of Innovative and Creativity, 6(1), 5391–5401. https://doi.org/10.31004/joecy.v6i1.7481

Issue

Section

Articles