Pengelolaan Sarung Tenun Desa Masalili Kecamatan Kontunaga Kabupaten Muna Selawesi Tenggara Dalam Meningkatkan Ekonomi Keluarga
DOI:
https://doi.org/10.31004/joecy.v6i1.7454Abstract
This study aims to determine whether the management of Masalili village woven sarongs can improve family income. Masalili woven sarongs are used for traditional Muna clothing in Southeast Sulawesi. The type of research used in this study is qualitative research. Data collection techniques used in this study were interviews, observation, and documentation. With a total of 5 housewives as informants. Data were collected using interview techniques. Data analysis was carried out by data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of this study are that the management of Masalili woven sarongs can improve family income and as additional income for daily life. Data analysis was carried out by data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The research results revealed that the management of woven sarongs in Masalili Village shows significant potential for improving family incomes. Empowering artisans, developing products, and effectively marketing them can significantly impact the well-being of the Masalili community. Sales of woven sarongs provide an important source of additional income for families and can even help husbands meet their daily needs, reducing dependence on a single source of income
References
Antarsasi, N. S. (2021). Peran Kain Tenun Sade Dalam Meningkatkan Perekonomian Masyarakat Dusun Sade Desa Rembitan Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah.
Batoa, La Kimi. (1991). Sejarah Muna. Raha: Astri Raha.
Christian. (2028). Pengelolaan Keuangan Keluarga.
Colleta, Nat J., & Umar Kayam. (1987). Kebudayaan dan Pembangunan, Sebuah Pendekatan Terhadap Antropologi Terapan di Indonesia. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.
Coppeger, Caleb. (2012). Materi Kepulauan Buton: Menurut sesepuh dan saya (dalam terjemahan Doreen Widjayana). Jakarta: Adonai.
Fisher, Joseph. Threads of Tradition: Textiles of Indonesia and Serawak. Berkeley: University of California.
Friedman, M. M. (2010). Family Nursing: Research, Theory, and Practice. Pearson.
Guntur, Muhammad Febriyan. (2022). Strategi Pemasaran Kain Sutra di Kabupaten Wajo (Analisis Hukum Ekonomi Islam).
Koentjaraningrat. (2006). Metode-Metode Penelitian Masyarakat. Jakarta: PT Gramedia.
La Niampe. (2008). Berpikir Positif dalam Budaya Masyarakat Muna. Dalam Bunga Rampai Budaya Berpikir Positif Suku-Suku Bangsa II. Jakarta: Depkebpar RI & ATL.
Mealalatoa, & Sri Murni. (1977). Kerajian Tenun yang Menyangkut Aktivitas dan Kerajinan Berupa Bahan Kain yang Dibuat dari Benang Serat Kayu, Kapas, Sutra, dan Lain-Lain (52).
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldana, J. (2014). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook. United Kingdom: Sage Publications.
Moleong, Lexy J. (2008). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Sari, S. (2022). Pengembangan Usaha Kain Tenun Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Ekonomi Pengrajin Kain Tenun (Studi Kasus Di Desa Pringgasela Kabupaten Lombok Timur.
Sjabirin. (1985). Makalah Rekomendasi Program Kegiatan Proyek Peningkatan Efisiensi Pemasaran di Daerah Sulawesi Tenggara Tahun 1985/1986. Departemen Perindustrian Propinsi Sulawesi Tenggara.
Sukmadinata, N. S. (2009). Metode Penelitian Pendidikan. Yogyakarta: PT. Remaja Rosdakarya.
Tamburaka, Rustam. (2004). Sejarah Sulawesi Tenggara dan 40 Tahun Sultra MembanguN. Kendari: Pemerintah Prov. Sultra.
Yusuf, Muri. (2014). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan Penelitian Gabungan. Jakarta: Kencana.
Zuhdi, Susanto. (2010). Sejarah Buton yang Terlupakan; Labu Repo Labu Wana. Jakarta: Rajawali Press.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Mimik Parwati, Louisa N Kandoli, Telly F. S. Tangkere

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







