SHOLAWAT SEBAGAI REFLEKSI GERAKAN POSITIF DALAM LINGKUNGAN SOSIAL MASYARAKAT; ANALISIS HADIS RIWAYAT IMAM AHMAD

Authors

  • Ahmad Muzawwir IAI Syaichona Moh Cholil Bangkalan

DOI:

https://doi.org/10.31004/joecy.v6i1.7432

Keywords:

Shalawat, Refleksi, Gerakan Positif, Lingkungan Sosial, Hadis, Imam Ahmad

Abstract

Fenomena majelis shalawat di era digital telah mengalami transformasi dari sekadar forum dzikir menjadi ruang ekspresi religius yang megah dan viral. Video-video di media sosial menunjukkan ribuan jamaah yang berkumpul dalam atmosfer panggung, lighting, dan sound system yang menyerupai konser. Di satu sisi, ini memperlihatkan antusiasme generasi muda dalam mengekspresikan kecintaan kepada Nabi Muhammad. Namun di sisi lain, muncul diskusi kritis terkait bentuk ekspresi keagamaan yang mulai melebur dengan budaya populer.Tulisan ini mengkaji fenomena tersebut dengan pendekatan fenomenologi sosial dan kajian hadis. Pendekatan fenomenologi, khususnya dari Alfred Schutz, digunakan untuk membaca keterlibatan kolektif jamaah sebagai konstruksi makna sosial yang saling terhubung. Sedangkan pendekatan kajian hadis menelusuri otoritas dan makna normatif dari hadis riwayat Abu Thalhah dalam Musnad Ahmad serta hadis-hadis lain yang relevan. Dari kajian ini ditemukan bahwa shalawat bukan hanya ibadah lisan, tetapi juga memiliki kekuatan sosial dan spiritual yang mendalam. Namun, perlu ada kesadaran bersama untuk menjaga adab dan ruh ibadah dalam semangat dakwah kekinian. Majelis shalawat idealnya menjadi ruang dakwah yang merangkul semangat modern tanpa kehilangan kedalaman tradisi.

References

al-Dārimī. Sunan al-Dārimī, no. 2654. Akses melalui aplikasi Ensiklopedi Hadits 9 Imam, versi 19.0.1. Jakarta: Lidwa Pustaka, 2015.

al-Ghazālī, Abū Ḥāmid. Iḥyāʾ ʿUlūm al-Dīn. Jil. 1. Beirut: Dār al-Fikr, 1997.

al-Khaṭīb, Muḥammad ʿAjāj. Uṣūl al-Ḥadīth al-Sharīf. Beirut: Dār al-Fikr, 2004.

al-Nasā’ī. Sunan al-Nasā’ī, no. 1278. Akses melalui aplikasi Ensiklopedi Hadits 9 Imam, versi 19.0.1. Jakarta: Lidwa Pustaka, 2015.

al-Shuyūṭī, Jalāl al-Dīn. Al-Durr al-Manthūr fī al-Tafsīr bi al-Maʾthūr. Beirut: Dār al-Fikr, t.t.

al-Tirmidhī. Sunan al-Tirmidhī, no. 484. Akses melalui aplikasi Ensiklopedi Hadits 9 Imam, versi 19.0.1. Jakarta: Lidwa Pustaka, 2015.

Assegaf, Syekh bin Abdul Qodir. “Adab Majelis Sholawat.” Ceramah, 2014. Transkrip internal.

bin Hanbal, Aḥmad. Musnad Aḥmad, no. 15759, 15767, 15769. Akses melalui aplikasi Ensiklopedi Hadits 9 Imam, versi 19.0.1. Jakarta: Lidwa Pustaka, 2015.

Hidayat, N. “Shalawat dalam Bingkai Budaya Populer.” Dalam Islam dan Budaya Pop, disunting oleh Ahmad Najib Burhani, 88. Jakarta: Alvabet, 2020.

Ibn Ḥajar al-ʿAsqalānī. Nuzhat al-Naẓar fī Tawḍīḥ Nukhbat al-Fikar. Disunting oleh Nūruddīn ʿIṭr. Beirut: Dār Ibn Kathīr, 1997.

———. Taqrīb al-Tahdhīb. Disunting oleh Bashshār ʿAwwād Maʿrūf. Beirut: Dār al-Rushd, 1991.

Ibn Ḥibbān. Al-Thiqāt. Jil. 9. Beirut: Muʾassasah al-Risālah, 1998.

Ismail, M. Syuhudi. Kaedah Kritik Hadis: Kajian atas Munculnya Hadis Dha‘if dan Palsu. Jakarta: Bulan Bintang, 1995.

al-ʿIrāqī. al-Taqyīd wa al-Idhāḥ li Sharḥ Muqaddimah Ibn al-Ṣalāḥ. Disunting oleh ʿAbd al-Fattāḥ Abū Ghuddah. Beirut: Dār al-Bashāʾir al-Islāmiyyah, 1996.

Muslim bin al-Ḥajjāj. Ṣaḥīḥ Muslim, no. 384. Akses melalui aplikasi Ensiklopedi Hadits 9 Imam, versi 19.0.1. Jakarta: Lidwa Pustaka, 2015.

Romli. “Revitalisasi Kesalehan Sosial Melalui Majelis Shalawat.” Jurnal Sosial Keagamaan 3, no. 2 (2021): 104–110.

Schutz, Alfred. The Phenomenology of the Social World. Diterjemahkan oleh George Walsh dan Frederick Lehnert. Evanston: Northwestern University Press, 1967.

Shihab, M. Quraish. Wawasan al-Qur’an: Tafsir Maudhu‘i atas Pelbagai Persoalan Umat. Bandung: Mizan, 1998.

Downloads

Published

26-01-2026

How to Cite

Muzawwir, A. (2026). SHOLAWAT SEBAGAI REFLEKSI GERAKAN POSITIF DALAM LINGKUNGAN SOSIAL MASYARAKAT; ANALISIS HADIS RIWAYAT IMAM AHMAD. Journal of Innovative and Creativity, 6(1), 5563–5573. https://doi.org/10.31004/joecy.v6i1.7432

Issue

Section

Articles