Analisis Semiotika Cancel Culture pada Film Oshi No Ko (Live Action)
DOI:
https://doi.org/10.31004/joecy.v6i1.7395Keywords:
Semiotika, cancel culture, film, Roland Barthes, Oshi No KoAbstract
Penelitian ini menganalisis fenomena cancel culture dalam film Oshi No Ko (Live Action) dengan menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes. Film sendiri sebagai media audio visual memiliki kemampuan untuk membangun makna, membentuk persepsi, serta merepresentasikan fenomena sosial yang berkembang di era digital. Cancel culture adalah fenomena sosial yang ditandai dengan penghakiman massal, ujaran kebencian, dan tekanan psikologis terhadap public figure melalui media sosial. Film Oshi No Ko (Live Action) dipilih sebagai objek penelitian karena secara eksplisit menunjukkan sisi gelap dari industri hiburan, khususnya bagaimana konstruksi media dan opini publik berdampak pada kondisi psikologis seorang public figure muda, yang direpresentasikan melalui karakter Akane. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan analisis semiotika Roland Barthes yang mencakup makna denotatif, konotatif, dan mitos. Data diperoleh melalui observasi mendalam terhadap adegan-adegan film yang relevan dengan isu cancel culture serta dokumentasi visual berupa tangkapan layar, didukung oleh studi literatur dari jurnal ilmiah dan sumber terkait. Hasil analisis menunjukkan bahwa cancel culture direpresentasikan melalui simbol visual, narasi media, dan ekspresi karakter yang menegaskan adanya hukuman sosial, tekanan emosional, serta kerentanan psikologis. Pada tingkat mitos, film ini membangun pemaknaan bahwa media dan opini publik memiliki kuasa besar dalam membentuk realitas sosial dan menentukan nilai individu. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap kajian semiotika dan komunikasi visual dalam memahami representasi isu sosial kontemporer pada media film.
References
Alfathoni, M. A. M., & Manesah, D. (2020). Pengantar Teori Film. Deepublish.
Altamira, M. B., & Movementi, S. G. (2022). FENOMENA CANCEL CULTURE DI INDONESIA: SEBUAH TINJAUAN LITERATUR. Jurnal Vokasi Indonesia, 10(1), 37. https://doi.org/10.7454/jvi.v10i1.1177
Anjarini, D. N. (2020). Cancel Culture in the Frame of Comparison of Indonesia and South Korea. Jurnal Scientia Indonesia, 6(1), Article 1. https://doi.org/10.15294/jsi.v6i1.36131
Antika, S., Sartika, S., Liatre, Rahmayani, & Imelda. (2025). DAMPAK KESEHATAN MENTAL AKIBAT OVERTHINKING DAN MEDIA SOSIAL PADA MAHASISWA. MEDIKA : Jurnal Kasus Dan Penelitian Kesehatan, 1(1), Article 1.
Biroli, A. (2018). Bunuh Diri Dalam Perspektif Sosiologi. Simulacra, 1(2), Article 2. https://doi.org/10.21107/sml.v1i2.4996
CANCEL CULTURE Definition & Meaning—Merriam-Webster. (t.t.). Diambil 19 Juni 2025, dari https://www.merriam-webster.com/dictionary/cancel%20culture
Choiriyati, S. (2019). PERAN MEDIA MASSA DALAM MEMBENTUK OPINI PUBLIK. PERSPEKTIF, 0, Article 0. https://uml.ac.id
Fajri, P. M., & Nisa, H. (2019). KECEMBURUAN DAN PERILAKU DATING VIOLENCE PADA REMAJA AKHIR. Proyeksi, 14(2), Article 2. https://doi.org/10.30659/jp.14.2.115-125
Fitri, N. F., & Adelya, B. (2017). Kematangan emosi remaja dalam pengentasan masalah. 2(2).
Juniman, P. T. (2023). Analisis Kritis Fenomena Cancel Culture dan Ancaman terhadap Kebebasan Berekspresi: Critical Analysis of Cancel Culture Phenomena and Threats to Freedom of Expression. Al-Adabiya: Jurnal Kebudayaan Dan Keagamaan, 18(1), Article 1. https://doi.org/10.37680/adabiya.v18i1.2451
Khusnia, H. N. (2009). Media dan pemberitaan konflik: Analisis framing pemberitaan konflik Timur Tengah pada Harian Kompas dan Republika edisi 28 Desember 2008 sampai dengan 19 Januari 2009 [Universitas Gadjah Mada]. https://etd.repository.ugm.ac.id/penelitian/detail/44532
Lazarsfeld, P. F., Berelson, B., & Gaudet, H. (1948). The People’s Choice: How the Voter Makes Up His Mind in a Presidential Campaign. Columbia University Press. https://books.google.co.id/books?id=S-lnIFR02FIC
Luthfia, A. (2025, Februari 9)Abidzar dihujat netizen, apa sebenarnya fenomena cancel culture? - ANTARA News. (t.t.). Diambil 8 Juli 2025, dari https://www.antaranews.com/berita/4637333/abidzar-dihujat-netizen-apa-sebenarnya-fenomena-cancel-culture
Makaf, A. (2018). PARADIGMA KONFLIK DALAM DRAMA ANALISIS UNSUR INTRINSIK, REKAYASA DRAMATIK, DAN RESOLUSI KONFLIK. Acintya, 10(1), Article 1. https://doi.org/10.33153/acy.v10i1.2285
Nazhif, N. J. (2025, Februari 17). Cancel Culture dan Nasib Film Abidzar? - Context.id. (t.t.). Diambil 8 Juli 2025, dari https://context.id/read/2833/cancel-culture-dan-nasib-film-abidzar%3F
Nurjunita, I. H. E., & Dwivayani, K. D. (2024). Analisis dampak cancel culture dalam film Budi Pekerti semiotika Roland Barthes. Jurnal Ilmu Komunikasi, 1(1), 365.
Perbawani, P. S., & Nuralin, A. J. (2021). Hubungan Parasosial dan Perilaku Loyalitas Fans dalam Fandom KPop di Indonesia. 9.
Prijanto, R. (Direktur). (2025, Februari 6). A Business Proposal [Comedy, Drama, Romance]. Falcon Pictures.
Rianjani, E. H., Putri Octavia Saragih, Olivia. (2025, Februari 19). Mengenal Cancel Culture yang Dialami oleh Abidzar Al Ghifari, Aksi Positif atau Sekadar Cyberbullying? news.indozone.id. https://news.indozone.id/sorotan/915660796/mengenal-cancel-culture-yang-dialami-oleh-abidzar-al-ghifari-aksi-positif-atau-sekadar-cyberbullying
Salsabila, N. R., Martono, N., & Sulistyoningsih, E. D. (2023). Makna Love Language pada Persahabatan Sesama Jenis. Jurnal Dinamika Sosial Budaya, 25(2), Article 2. https://doi.org/10.26623/jdsb.v25i3.6794
Smith (Direktur). (2025, Februari 19). Oshi no Ko: The Final Act [Drama, Fantasy, Music]. Toei Company.
Sumartono; (2017). Metodologi Penelitian Kualitatif: Seni Rupa & Desain (Jakarta). FSRD Universitas Trisakti. //opac.isi.ac.id%2Findex.php%3Fp%3Dshow_detail%26id%3D41056
Tazkiyah, I., Fadillah, A. R., Kusuma, F. W., Siswantoro, M. F., & Cahyono, S. A. (2021). PERAN ANONIMITAS TERHADAP CYBERBULLYING PADA MEDIA SOSIAL. Prosiding Seminar Nasional Teknologi Dan Sistem Informasi, 1(1), Article 1. https://doi.org/10.33005/sitasi.v1i1.74
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Mizra Ardiyansyah, Muhammad Fathoni

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





