Eksistensi Rapai Geleng Dalam Nilai-Nilai Budaya Lokal Di Kota Banda Aceh
DOI:
https://doi.org/10.31004/joecy.v6i1.7359Keywords:
Rapai Geleng, seni tradisional Aceh, budaya lokal, pelestarian budaya, generasi mudaAbstract
Rapai Geleng merupakan salah satu seni tradisional Aceh yang mengandung nilai religius, sosial, dan budaya yang penting bagi identitas masyarakat. Namun, dalam konteks modern, eksistensinya menghadapi tantangan akibat perubahan sosial dan pergeseran preferensi budaya generasi muda. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis eksistensi Rapai Geleng dalam nilai-nilai budaya lokal di Kota Banda Aceh serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat pelestariannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap seniman, pengelola sanggar, tokoh adat, dan pemerintah daerah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Rapai Geleng masih tetap eksis melalui ruang-ruang seremonial seperti acara adat, keagamaan, dan festival budaya, meskipun intensitas dan ruang ekspresinya semakin terbatas. Nilai budaya seperti religiusitas, kebersamaan, dan penghormatan terhadap tradisi masih melekat dalam kesenian ini. Namun, minimnya regenerasi pelaku seni, penetrasi budaya populer, serta kurangnya integrasi pendidikan seni tradisional menjadi tantangan utama pelestarian. Penelitian menyimpulkan bahwa pelestarian Rapai Geleng memerlukan sinergi antara komunitas seni, pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat, serta dapat dikembangkan dalam konteks ekonomi kreatif dan pariwisata budaya tanpa menghilangkan nilai-nilai budayanya
References
Azmil, A. (2016). Pertumbuhan dan Perkembangan Rapai Geleng di Aceh. Banda Aceh: Balai Pelestarian Nilai Budaya Aceh. Available at: https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpnbaceh/wp-content/uploads/sites/21/2016/10/Rapai-Geleng.pdf.
Creswell, J. W. (2021). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches (5th ed.). SAGE Publications.
Disbudpar Aceh. (2023). Program Pembinaan dan Pelestarian Seni Budaya Aceh 2023–2024. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh. Available at: https://disbudpar.acehprov.go.id/program.
Fauzan, M. (2025). Seni tradisional dan pengembangan pariwisata budaya berbasis kearifan lokal. Jurnal Pariwisata Budaya, 7(1), 55–67.
Haryanto, J. T., & Wibowo, S. A. (2016). Digitalisasi budaya dan implikasinya terhadap generasi muda. Jurnal Masyarakat Telematika dan Informasi, 7(2), 101–114. Available at: https://journal.uny.ac.id/index.php/ictte/article/download/11836/8646.
Hasan, A. R. (2020). Nilai-nilai Pendidikan dalam Kesenian Tradisional Aceh. Banda Aceh: Serambi Indonesia Institute. Available at: https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/15251/1/Artikel%20AKR.pdf.
Hasan, M. T. (2021). Seni tradisional Aceh dalam perspektif identitas budaya. Jurnal Kebudayaan Aceh, 12(1), 40–52.
Iskandar, A. (2020). Rapai Geleng dalam kehidupan masyarakat Aceh: Nilai dan makna budaya lokal. Jurnal Antropologi Indonesia, 41(1), 30–43.
Kemendikbud. (2017). Penguatan pendidikan seni dan budaya daerah di sekolah. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Available at: https://gtk.kemdikbud.go.id/read-news/penguatan-pendidikan-seni-dan-budaya.
Koentjaraningrat. (2009). Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Rineka Cipta. Available at: https://opac.perpusnas.go.id/DetailOpac.aspx?id=197548.
Lincoln, Y. S., & Guba, E. G. (2021). Naturalistic Inquiry. SAGE Publications.
Mahmud, T. (2023). Peran komunitas seni dalam regenerasi pelaku seni tradisional di Aceh. Jurnal Seni dan Masyarakat, 9(2), 50–65.
Miles, M. B., & Huberman, A. M. (2020). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.
Miswar, A. (2021). Peran sanggar seni dalam pelestarian kesenian Aceh. Jurnal Humaniora, 19(2), 122–135. Available at: https://ejournal.unib.ac.id/index.php/humaniora/article/view/15703/7433.
Mukhlis, M. (2023). Pelestarian budaya lokal melalui pendidikan: Studi pada seni tradisi Aceh. Jurnal Serambi Akademica, 11(1), 77–88. Available at: https://ojs.serambimekkah.ac.id/serambi-akademika/article/view/3600/2829.
Putra, H. D. (2017). Globalisasi budaya dan perubahan orientasi budaya generasi muda. Jurnal Komunikasi, 9(1), 23–35. Available at: https://journal.untar.ac.id/index.php/komunikasi/article/view/1284/934.
Rahman, F. (2022). Globalisasi budaya dan pergeseran praktik seni tradisional di kalangan masyarakat urban. Jurnal Sosial Budaya, 14(1), 60–75.
Sari, D. P. (2023). Preferensi budaya generasi muda terhadap seni tradisional di era digital. Jurnal Pendidikan dan Budaya, 9(3), 85–98.
Siregar, M. (2019). Tantangan pelestarian seni tradisi di era globalisasi. Jurnal Antropologi Sumatera, 17(2), 89–102. Available at: https://jurnal.unimed.ac.id/2012/index.php/jas/article/download/15405/13680.
Yusuf, R. (2022). Inovasi seni pertunjukan tradisional sebagai strategi pelestarian budaya. Jurnal Seni Pertunjukan, 6(1), 40–55.
Zulkifli. (2024). Kebijakan pemerintah daerah dalam pelestarian seni budaya Aceh. Jurnal Administrasi Publik, 11(2), 70–85.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Intan Rizki Junita Tri Utami, Aluna Aluna

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







