Gambaran Pengetahuan, Sikap, dan Praktik Ibu terhadap Pencegahan Stunting pada Masyarakat Pesisir Desa Sei Naga Lawan
DOI:
https://doi.org/10.31004/joecy.v6i1.7353Keywords:
Stunting, Pengetahuan, Sikap, Praktik, Masyarakat PesisirAbstract
Stunting masih menjadi masalah kesehatan yang serius di Indonesia, terutama di daerah pesisir yang memiliki akses layanan kesehatan, sanitasi, dan kondisi sosial ekonomi yang terbatas. Ibu sebagai pengasuh utama memiliki peran penting dalam mencegah stunting melalui pengetahuan, sikap, dan cara mereka dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan menggambarkan pengetahuan, sikap, dan praktik ibu dalam mencegah stunting di masyarakat pesisir Desa Sei Naga Lawan. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel terdiri dari 30 ibu yang dipilih secara total sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner terstruktur dan dianalisis secara univariat dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar ibu memiliki tingkat pengetahuan yang cukup (40,0%) dan baik (33,3%), namun masih ada 26,7% yang memiliki pengetahuan kurang. Sikap ibu terhadap pencegahan stunting cenderung positif (70,0%), tetapi praktik pencegahan stunting sebagian besar masih berada di kategori cukup (43,3%). Perbedaan antara pengetahuan, sikap, dan praktik dipengaruhi oleh faktor lingkungan pesisir seperti akses layanan kesehatan dan sanitasi yang terbatas serta kondisi ekonomi keluarga. Kesimpulannya, meskipun sikap ibu terhadap pencegahan stunting sudah positif, diperlukan peningkatan pengetahuan dan penguatan praktik nyata di tingkat rumah tangga melalui pendekatan edukasi dan pemberdayaan masyarakat yang sesuai dengan budaya lokal pesisir.
References
An-Nizam. (2025). Upaya pencegahan stunting melalui program 'Pragati: Pendidikan reproduksi dan gizi terintegrasi' untuk remaja. Jurnal An-Nizam, 4(1), 1-12.
de Onis, M., Dewey, K. G., Borghi, E., Onyango, A. W., Blössner, M., Daelwyler, C., ... & Shekar, M. (2013). The World Health Organization's global target for reducing childhood stunting by 2025: Rationale and proposed actions. Public Health Nutrition, 16(9), 1496-1502.
Ginting, H., & Hadi, A. (2023). Kontribusi perempuan pesisir dalam pencegahan stunting anak. Jurnal Penelitian Kelautan dan Perikanan, 5(2), 45-56.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Modul edukasi pencegahan stunting berbasis masyarakat. Direktorat Jenderal Kesehatan Ibu dan Anak.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Survei Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) 2022. Jakarta: Kemenkes RI.
Khadijah, S. (2025). Pengaruh pengetahuan, sikap, dan usia ibu terhadap kejadian stunting pada balita. Jurnal Kesehatan Komunitas, 10(1), 23-34.
Muchtar, R. (2025). Stunting di komunitas pesisir Indonesia: Sebuah tinjauan. Journal of Environmental Health Studies, 12(2), 101-115.
Our World in Data. (2024). Share of children who are stunted
Sugiyono. (2020). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Thasim, S., & Anggraeny, R. (2023). Analisis kebiasaan konsumsi ikan dan persentase stunting di komunitas pesisir. Global Health Science Journal, 8(3), 78-89.
Victora, C. G., Adair, L., Fall, C., Hallal, P. C., Martorell, R., Richter, L., & Sachdev, H. S. (2016). Childhood stunting: A global perspective. The Lancet, 387(10021), 389-401.
World Health Organization. (2014). Global nutrition targets 2025: Stunting policy brief. Geneva: WHO.
World Health Organization. (2015). Stunting in a nutshell.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Wasiyem Wasiyem, Jenni Maia Khalijah Hasibuan, Tri Radia Wiranti, Mawar davira, Nabila Rahmadhani, Alichia Puteri Rizki Sitindaon, Muhammad Rizqhy Ananda Telaumbanua

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







