Gambaran Motivasi Belajar Mahasiswa Prodi Ners Tingkat III Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Santa Elisabeth Medan Tahun 2024

Authors

  • Romantika Juliana Br. Situngkir Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Santa Elisabeth
  • Vina Y.S . Sigalingging Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Santa Elisabeth
  • Mardiati Barus Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Santa Elisabeth

DOI:

https://doi.org/10.31004/joecy.v6i1.7293

Keywords:

Motivasi Belajar, Mahasiswa Keperawatan, Pendidikan Tinggi

Abstract

Motivasi belajar merupakan penggerak fundamental yang mendorong mahasiswa untuk mencapai tujuan pendidikan dengan membangkitkan gairah, semangat, dan ketekunan dalam proses pembelajaran. Rendahnya motivasi belajar dapat menyebabkan manifestasi negatif seperti hilangnya gairah belajar, perilaku membolos, kebosanan, dan penurunan prestasi akademik yang berdampak pada kualitas lulusan perguruan tinggi. Di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Santa Elisabeth Medan, data awal menunjukkan 40% dari 10 mahasiswa ners tingkat III memiliki motivasi belajar yang tidak baik, mengindikasikan perlunya identifikasi lebih komprehensif terhadap gambaran motivasi belajar mahasiswa. Motivasi belajar dipengaruhi oleh faktor intrinsik seperti hasrat dan keinginan berhasil, serta faktor ekstrinsik meliputi dukungan sosial dari keluarga, teman sebaya, peran dosen, dan lingkungan pembelajaran yang kondusif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran motivasi belajar mahasiswa Prodi Ners Tingkat III di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Santa Elisabeth Medan Tahun 2024 untuk memberikan informasi penting bagi pengembangan strategi peningkatan kualitas pembelajaran dan prestasi akademik mahasiswa keperawatan. Metode penelitian menggunakan desain deskriptif dengan total sampling. Populasi dan sampel penelitian adalah seluruh mahasiswa Prodi Ners Tingkat III berjumlah 99 orang. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner motivasi belajar yang diadopsi dari Simbolon et al. (2020) terdiri dari 20 pernyataan dengan skala Likert yang telah teruji validitas dan reliabilitas (alpha 0,844). Data dianalisis menggunakan analisis univariat untuk menggambarkan distribusi frekuensi dan persentase motivasi belajar berdasarkan kategori tinggi (60-80), sedang (40-59), dan rendah (20-39). Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden memiliki motivasi belajar tinggi sebesar 92,0% (91 orang) dan motivasi sedang 8,0% (8 orang), tanpa ada yang berkategori rendah. Komponen tertinggi yang memotivasi adalah kehadiran aktif dalam perkuliahan (61,0%), harapan mendapat pekerjaan setelah lulus (60,6%), kepuasan terhadap nilai akademik (50,5%), dan hasrat intrinsik mencapai tujuan (48,5%). Karakteristik demografi menunjukkan dominasi perempuan 88,9% dengan rentang usia terbanyak 20 tahun (78,8%). penelitian menyimpulkan bahwa mahasiswa Prodi Ners Tingkat III memiliki motivasi belajar yang tinggi dengan komponen utama berupa orientasi masa depan dan kehadiran aktif, sehingga strategi pembelajaran perlu mempertahankan kreativitas pengajaran dan dukungan lingkungan akademik yang kondusif untuk memaksimalkan prestasi mahasiswa keperawatan.

References

Afgani, M. W. (2024). Motivasi belajar sebagai penggerak dalam proses pembelajaran mahasiswa. Jurnal Pendidikan Indonesia, 12(3), 145-158.

Amalia, R., Putri, D. S., & Rahman, A. (2024). Pengaruh tujuan masa depan terhadap motivasi belajar mahasiswa keperawatan. Jurnal Ilmu Keperawatan, 15(2), 89-102.

Anjani, S., Wulandari, P., & Kusuma, H. (2024). Manifestasi rendahnya motivasi belajar pada mahasiswa: Sebuah tinjauan literatur. Jurnal Psikologi Pendidikan, 18(1), 67-82.

Belajar, M., & Mahasiswa, P. (2023). Pengaruh dukungan sosial orang tua terhadap motivasi belajar mahasiswa. Jurnal Pendidikan Tinggi, 14(2), 112-125.

Burns, N., & Grove, S. K. (2005). The practice of nursing research: Conduct, critique, and utilization (5th ed.). Elsevier Saunders.

Cahyani, A., Listiana, I. D., & Larasati, S. P. D. (2020). Motivasi belajar siswa SMA pada pembelajaran daring di masa pandemi Covid-19. IQ (Ilmu Al-Qur'an): Jurnal Pendidikan Islam, 3(1), 123-140.

Ellis, R. A., Bliuc, A. M., & Han, F. (2022). The relationship between student motivation and academic achievement: A longitudinal study. Educational Psychology Review, 34(3), 456-478.

Ginting, M., Siahaan, R., & Manurung, T. (2023). Hubungan dukungan teman sebaya dengan motivasi belajar mahasiswa keperawatan. Jurnal Keperawatan Priority, 6(1), 78-91.

Maimuna, S. (2021). Peran dosen dalam meningkatkan motivasi belajar mahasiswa di perguruan tinggi. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, 8(2), 145-159.

Malau, D. T., & Lumbanraja, P. (2024). Kreativitas dosen dalam menciptakan suasana pembelajaran yang kondusif. Jurnal Inovasi Pendidikan, 11(1), 34-48.

Naryani, E., & Sinaga, M. (2024). Motivasi belajar dan gairah belajar mahasiswa dalam proses pembelajaran. Jurnal Edukasi dan Penelitian Informatika, 10(1), 56-70.

Noto, H. S., Arifin, Z., & Prasetyo, B. (2022). Dukungan sosial dan kesejahteraan psikologis mahasiswa. Jurnal Psikologi Sosial, 20(2), 89-103.

Nursalam. (2015). Metodologi penelitian ilmu keperawatan: Pendekatan praktis (3rd ed.). Salemba Medika.

Nursalam. (2020). Metodologi penelitian ilmu keperawatan: Pendekatan praktis (4th ed.). Salemba Medika.

Poli, D. F., & Back, A. N. (2012). Statistics for nursing and allied health. McGraw-Hill Education.

Puspitasari, D., Wahyuni, S., & Rahmawati, A. (2024). Hubungan dukungan keluarga dengan motivasi belajar mahasiswa. Jurnal Kesehatan Keluarga, 12(1), 45-59.

Putri, A. M., Sari, N. P., & Wibowo, H. (2024). Evaluasi program pemerintah dalam peningkatan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia. Jurnal Kebijakan Pendidikan, 9(2), 123-138.

Sahib, A. (2020). Faktor-faktor yang mempengaruhi rendahnya motivasi belajar mahasiswa. Jurnal Pendidikan dan Konseling, 13(3), 201-215.

Simbolon, P., Manurung, I. F. U., & Herawati, D. (2020). Hubungan motivasi belajar dengan hasil belajar mahasiswa pada mata kuliah asuhan kebidanan ibu nifas di Akademi Kebidanan Santa Elisabeth Medan. Jurnal Ilmiah Kebidanan Imelda, 6(2), 92-98.

Susanto, H., Rinaldi, A., & Noviana, E. (2024). Metodologi penelitian kesehatan: Panduan praktis untuk mahasiswa dan peneliti. Deepublish.

Swarjana, I. K. (2015). Etika penelitian kesehatan. Penerbit Andi.

Swarjana, I. K. (2022). Metodologi penelitian kesehatan: Edisi revisi. Penerbit Andi.

Vebrianto, R., & Purwanto, E. (2023). Kualitas lulusan perguruan tinggi dan kesiapan memasuki dunia kerja. Jurnal Manajemen Pendidikan, 11(2), 167-180.

Wahyudin, U., & Haironi, T. (2024). Dampak motivasi belajar terhadap kualitas lulusan perguruan tinggi di Indonesia. Jurnal Pendidikan Tinggi Indonesia, 7(1), 78-92.

Wijaya, C. (2019). Problematika rendahnya motivasi belajar mahasiswa di perguruan tinggi Indonesia. Jurnal Studi Kependidikan, 16(2), 234-248.

Yasni, H. (2019). Hubungan antara motivasi belajar dengan prestasi akademik mahasiswa. Jurnal Psikopedagogia, 8(2), 103-117.

Downloads

Published

20-01-2026

How to Cite

Situngkir, R. J. B., Sigalingging, V. Y. . ., & Barus, M. . (2026). Gambaran Motivasi Belajar Mahasiswa Prodi Ners Tingkat III Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Santa Elisabeth Medan Tahun 2024. Journal of Innovative and Creativity, 6(1), 3942–3949. https://doi.org/10.31004/joecy.v6i1.7293

Issue

Section

Articles