Peran Kearifan Lokal dalam Praktik Pencegahan Penyakit Menular di Komunitas Adat

Authors

  • Achmad Hilal Universitas Indonesia Timur
  • Sapnita Universitas Putra Abadi Langkat
  • Lili Amaliah STIKes Cirebon
  • Baso Witman Adiaksa Univesitas Islam Makassar
  • Yermi UPRI Makassar
  • Yanti mustarin STIKes Gunung Sari Makassar

DOI:

https://doi.org/10.31004/joecy.v6i1.7238

Keywords:

Kearifan Lokal, Penyakit Menular, Komunitas Adat, Kesehatan Masyarakat, Etnografi.

Abstract

Kearifan lokal merupakan sistem nilai, norma, dan praktik sosial yang diwariskan secara turun-temurun dalam suatu komunitas adat. Dalam konteks kesehatan masyarakat, kearifan lokal berperan penting sebagai bentuk adaptasi sosial terhadap lingkungan dan upaya mempertahankan keseimbangan hidup, termasuk dalam pencegahan penyakit menular. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis peran kearifan lokal dalam praktik pencegahan penyakit menular di komunitas adat, serta mengevaluasi potensinya untuk diintegrasikan dengan strategi kesehatan modern. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif etnografi, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan tokoh adat, serta dokumentasi kebiasaan masyarakat yang berkaitan dengan kesehatan lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kearifan lokal berperan dalam membentuk perilaku hidup bersih dan sehat melalui ritual adat, pantangan sosial, serta penggunaan tanaman obat tradisional. Selain itu, struktur kepemimpinan adat berfungsi sebagai mekanisme kontrol sosial yang menjaga konsistensi penerapan nilai-nilai kesehatan tersebut. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi antara kearifan lokal dan program kesehatan berbasis masyarakat dapat meningkatkan efektivitas pencegahan penyakit menular, terutama di wilayah yang memiliki keterbatasan akses layanan medis formal. Oleh karena itu, pengakuan dan pemberdayaan sistem pengetahuan lokal menjadi langkah strategis dalam membangun ketahanan kesehatan masyarakat secara berkelanjutan.

References

Achmad Hilal., Herman, H., W, R. R., Asrianto, A., Jabir, M. A., & Betan, A. B. (2024). Upaya Untuk Melindungi Diri Dari Risiko Kesehatan Bagi Kelompok Pemulung Di Tempat Pembuangan Akhir Sampah Di Kota Makassar. Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 3(1), 17–24. https://doi.org/10.59585/sosisabdimas.v3i1.510

Adimihardja, K., & Hikmat, H. (2015). Kearifan Lokal dan Pembangunan Berkelanjutan di Indonesia. Bandung: Humaniora.

Agustina, T., & Wibowo, S. (2019). Integrasi Nilai Budaya dalam Upaya Pencegahan Penyakit Berbasis Lingkungan. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia, 18(2), 87–96.

Budiarto, A. (2021). Kesehatan Tradisional dan Kearifan Lokal di Era Modernisasi. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 12(1), 33–45.

Baso Witman Adiaksa., Riswanti, R., Cakrawati, C., Hariati, A., & Juniarti, R. A. (2025). Pemberdayaan Remaja Sebagai Agen Perubahan Dalam Kampanye Kesehatan Reproduksi Di Desa Binaan. Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4(1), 101–112. https://doi.org/10.59585/sosisabdimas.v4i1.879

Creswell, J. W. (2018). Qualitative Inquiry and Research Design: Choosing Among Five Approaches (4th ed.). Thousand Oaks, CA: Sage Publications.

Darmadi, H. (2017). Pengembangan Nilai-Nilai Kearifan Lokal dalam Pendidikan. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 22(2), 123–136.

Geertz, C. (1983). Local Knowledge: Further Essays in Interpretive Anthropology. New York: Basic Books.

Handayani, L., & Yusuf, A. (2020). Peran Tokoh Adat dalam Promosi Kesehatan Masyarakat di Wilayah Terpencil. Jurnal Pemberdayaan Komunitas, 5(3), 201–214.

Koentjaraningrat. (2009). Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Rineka Cipta.

Kurniawati, D. (2021). Revitalisasi Kearifan Lokal untuk Pencegahan Penyakit Menular di Era Globalisasi. Jurnal Kesehatan dan Budaya, 9(1), 56–68.

Lestari, M., & Putra, G. (2022). Pendekatan Budaya dalam Program Kesehatan Masyarakat. Media Kesehatan Masyarakat Indonesia, 21(4), 301–312.

Mulyana, R., & Dewi, A. P. (2020). Etnomedisin dan Relevansinya terhadap Pengobatan Modern di Indonesia. Jurnal Biokultur, 14(2), 98–112.

Nasution, S. (2018). Nilai Sosial dan Ekologi dalam Kearifan Lokal Masyarakat Adat. Jurnal Antropologi Nusantara, 6(2), 75–89.

Prasetyo, D. (2022). Pendekatan Budaya dalam Pencegahan Penyakit Menular di Pedesaan. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, 18(3), 201–215.

Rahardjo, S. (2020). Integrasi Kearifan Lokal dalam Kesehatan Masyarakat. Jurnal Sosial Humaniora, 15(2), 121–134.

Rakhmawati, I., & Yuliani, S. (2019). Gotong Royong sebagai Strategi Sosial dalam Pencegahan Penyakit. Jurnal Sosiologi dan Budaya, 11(1), 44–57.

Sartini. (2016). Menggali Kearifan Lokal Nusantara: Suatu Kajian Filsafat. Jurnal Filsafat, 26(2), 179–190.

Suryani, N. (2018). Kearifan Lokal dalam Kesehatan Tradisional di Indonesia. Jurnal Antropologi Indonesia, 39(1), 45–58.

Sapnita, S., Rosdiana, R., Djunaedi, D., Aditia, D., & Nurambiya, N. (2023). Pengetahuan Orang Tua Pada Anak Sekolah Dasar Terhadap Kasus Kesehatan Persistensi. Barongko: Jurnal Ilmu Kesehatan, 1(3), 338–344. https://doi.org/10.59585/bajik.v1i3.109

Susilo, D., & Prabowo, H. (2021). Hubungan Sosial Budaya dan Perilaku Kesehatan Masyarakat Pedesaan. Jurnal Kesehatan Global, 10(2), 155–168.

Utami, R., & Hasanah, E. (2023). Kolaborasi Kesehatan Modern dan Tradisional dalam Masyarakat Adat. Jurnal Pembangunan dan Kesehatan Masyarakat, 14(1), 25–39.

Wardani, T., & Mahendra, Y. (2019). Persepsi Masyarakat terhadap Kearifan Lokal dalam Pencegahan Penyakit Infeksi. Jurnal Humaniora dan Kesehatan, 8(4), 277–289.

WHO. (2021). Community-Based Health Practices in Indigenous Communities. Geneva: World Health Organization.

Yermi, Y., Azis, E., Sahabuddin, S., Wotok, N. W., Pramono, E., (2025). Pelatihan Manajemen Program Kesehatan Lingkungan bagi Petugas Sanitasi di Puskesmas. Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 3(4), 645–653. https://doi.org/10.59585/sosisabdimas.v3i4.762

Yanti Mustarin., Rasyid, D., Hajrah, F., Jukarnain, J., & Suardi, V. A. (2025). Sosialisasi Penanganan Cedera Kepala Ringan Dan Keseleo Di Rumah Bagi Keluarga Balita Dan Lansia. Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 3(4), 627–635. https://doi.org/10.59585/sosisabdimas.v3i4.760

Downloads

Published

17-01-2026

How to Cite

Achmad Hilal, Sapnita, Lili Amaliah, Baso Witman Adiaksa, Yermi, & Yanti mustarin. (2026). Peran Kearifan Lokal dalam Praktik Pencegahan Penyakit Menular di Komunitas Adat. Journal of Innovative and Creativity, 6(1), 3037–3045. https://doi.org/10.31004/joecy.v6i1.7238

Issue

Section

Articles