Evaluasi Dampak Implementasi Akreditasi Paripurna Terhadap Mutu Pelayanan Kesehatan Di Puskesmas Siriwini Kabupaten Nabire Provinsi Papua Tengah Tahun 2024
DOI:
https://doi.org/10.31004/joecy.v5i2.723Keywords:
Akreditasi paripurna, mutu layanan, puskesmas, evaluasi implementasi, input-proses-outputAbstract
Akreditasi paripurna menjadi instrumen penting dalam peningkatan mutu pelayanan Puskesmas. Namun, evaluasi dampak akreditasi terhadap aspek struktural, operasional, dan hasil pelayanan masih terbatas, terutama di wilayah 3T seperti Kabupaten Nabire. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi akreditasi paripurna dan dampaknya terhadap mutu pelayanan kesehatan di Puskesmas Siriwini berdasarkan tiga aspek utama: input, proses, dan output. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus, yang dilaksanakan pada bulan April 2025 di Puskesmas Siriwini, Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan telaah dokumen. Analisis data dilakukan secara tematik dengan menggunakan model evaluasi implementasi kebijakan yang mencakup aspek input, proses, dan output. Hasil: Pada aspek input, Puskesmas Siriwini menunjukkan kesiapan struktural yang cukup melalui penyusunan dokumen perencanaan strategis, ketersediaan SOP, serta pemanfaatan teknologi informasi dalam sistem layanan. Pada aspek proses, pelaksanaan asesmen pasien, protokol keselamatan, dan komunikasi masyarakat dilakukan sesuai standar akreditasi, meskipun tantangan masih ditemukan dalam transparansi layanan dan keterbatasan SDM. Aspek output menunjukkan peningkatan kepuasan pasien, keberhasilan sebagian program prioritas seperti KIA dan stunting, serta perlunya intervensi khusus untuk TBC dan HIV. Kesimpulan: Implementasi akreditasi paripurna di Puskesmas Siriwini berdampak positif terhadap peningkatan mutu layanan, terutama dalam efisiensi administratif, kepuasan pasien, dan keterpaduan program. Namun, keberlanjutan dampak memerlukan penguatan SDM, sistem pengawasan, dan strategi berbasis komunitas untuk mencapai hasil yang lebih merata.
References
Achadi, A. (2020). Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kepatuhan Petugas terhadap SOP Imunisasi pada Penanganan Vaksin Campak. Kesmas: Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional, 4(4), 5. Link
Aini, N., Yuliana, R., & Prasetyo, B. (2021). Analisis Kualitas Pelayanan Kesehatan di Puskesmas Terakreditasi di Kota Padang. Jurnal Manajemen Pelayanan Kesehatan, 24(2), 85–92.
Alkaff, M. (2021). Sistem Informasi Manajemen Pasien di Puskesmas Alalak Tengah Menggunakan Framework Laravel dan Metode Extreme Programming. Jurnal Teknologi Informasi, 10(1), 45–53.
Aritonang, B. (2024). Tantangan dan Solusi dalam Implementasi Standar Operasional Prosedur (SOP) Kegawatdaruratan di Puskesmas. Jurnal Kesehatan Komunitas, 10(1), 45–52. https://ejournal.medistra.ac.id/index.php/JKK/article/view/2543
Barus, T., et al. (2024). Dampak Akreditasi Paripurna terhadap Mutu Layanan Kesehatan di Puskesmas. Jurnal Administrasi Kesehatan Indonesia, 12(1), 45–52.
Febriani, D., Sari, M., & Nugroho, A. (2021). Analisis Beban Kerja dan Kebutuhan Sumber Daya Manusia Petugas Rekam Medis di Puskesmas Adan-Adan Kabupaten Kediri. Jurnal Administrasi Kesehatan Indonesia, 9(1), 12–20.
Fernandez, L. D. I., Kenjam, Y., & Dodo, D. O. (2021). Mutu Pelayanan Kesehatan Puskesmas Pasir Panjang Pasca Akreditasi. Media Kesehatan Masyarakat Indonesia, 3(3), 276–285. Link Google Scholar
Fitriana, L., Wulandari, S., & Hartono, Y. (2020). Penerapan Sistem Informasi Manajemen Puskesmas (SIMPUS) di Puskesmas Tanah Sareal Menggunakan Model HOT-FIT. Jurnal Sistem Informasi Kesehatan, 8(2), 101–110.
Fitriyani, S., Nurrachman, I., & Halim, P. A. (2020). Penyuluhan Komunikasi Kesehatan Efektif Bagi Para Kader Posyandu di Kelurahan Maleer, Kecamatan Batununggal, Kota Bandung. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 5(1), 167–174. Link
Galih, G. (2023). Pelayanan Laboratorium di Puskesmas. [Blog]. https://galihendradita.wordpress.com/2023/11/24/pelayanan-laboratorium-di-puskesmas/
Hapsari, K., Sriatmi, A., & Kartini, A. (2023). Inpatient satisfaction with hospital services in Indonesia: A systematic review. Interdisciplinary Social Studies, 3(1), 1–15.
Harahap, P. S., Siregar, P. A., & Gurning, F. P. (2025). Determinants of patient satisfaction in health center services in Indonesia. Science Midwifery, 13(1), 19–30.
Heriyanto, H., & Sari, D. (2021). Analisis Perencanaan Strategis di Puskesmas Talangpadang: Kesesuaian dengan Pedoman Regulasi dan Partisipasi Tim Penyusun. Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia, 9(2), 120–130.
Juliansyah, R., Aqid, B. M., Salsabila, A. P., & Nurfiyanti, K. (2024). Implementation of EMR System in Indonesian Health Facilities: Benefits and Constraints. arXiv preprint arXiv:2410.12226. https://arxiv.org/abs/2410.12226
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2019). Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 43 Tahun 2019 tentang Pusat Kesehatan Masyarakat. https://peraturan.bpk.go.id/Details/312837/permenkes-no-19-tahun-2024
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020a). Rencana Strategis Kementerian Kesehatan Tahun 2020–2024. Jakarta: Kemenkes RI.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Pedoman Akreditasi Puskesmas. Jakarta: Kemenkes RI.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023a). Sertifikat Akreditasi Paripurna Puskesmas Siriwini. Jakarta: Kemenkes RI.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023b). Strategi Nasional Penanggulangan Tuberkulosis di Indonesia 2020–2024. Jakarta: Kemenkes RI.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023c). Rencana Aksi Kegiatan Tahun 2022–2024. Jakarta: Kemenkes RI.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023d). Petunjuk Teknis Kolaborasi TBC-HIV. Jakarta: Kemenkes RI.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023e). Laporan Tahunan Program TBC 2022. Jakarta: Kemenkes RI.
Kurniawan, A. (2021). Perencanaan Partisipatif dalam Penyusunan Visi dan Misi Puskesmas. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 17(3), 234–240.
Ningsih, N. A., Rifai, M., Pasinggi, A. S., Latu, S., & Marwan, U. K. (2023). Quality of Health Services and Patient Satisfaction. Jurnal Ilmiah Kesehatan (JIKA), 5(3), 422–431. https://doi.org/10.36590/jika.v5i3.536
Porouw, H. S., Astuti, E. R., & Arbie, R. S. (2021). Pemberdayaan kader kesehatan dengan pendampingan keluarga dalam penanganan hipertensi dan deteksi dini komplikasi kehamilan. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 8(1), 36–43.
Putri, D., & Santoso, H. (2023). Optimalisasi Fasilitas Fisik Puskesmas dalam Keterbatasan Infrastruktur. Jurnal Kesehatan Lingkungan, 12(1), 56–63.
Rahmadani, L., & Yuliana, T. (2023). Pengembangan Kompetensi Tenaga Kesehatan dalam Sistem Manajemen Modern. Jurnal Pendidikan Kesehatan, 5(2), 78–85.
Rahmawati, S., Lestari, D., & Nugroho, B. (2022). Kolaborasi Tenaga Kesehatan dan Masyarakat dalam Penyusunan Visi dan Misi Puskesmas. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 10(4), 345–352.
Roesli, A., Nugraheni, S. A., & Rahmawati, R. (2022). Evaluasi Implementasi Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT) di Indonesia. Media Kesehatan Masyarakat Indonesia, 21(1), 33–41. https://ejournal.undip.ac.id/index.php/mkmi/article/view/35016
Sari, M., & Nugroho, A. (2020). Identifikasi Masalah Kesehatan Prioritas melalui Data Epidemiologi dan Survei Lapangan. Jurnal Epidemiologi Indonesia, 8(3), 210–218.
Setia, R., & Pratama, A. (2016). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kepuasan Pasien JKN terhadap Pelayanan Laboratorium di Puskesmas Kota Banjarbaru. Jurnal Administrasi Kesehatan Indonesia, 4(1), 15–22.
Shaluhiyah, Z., Pagala, I., & Widjasena, B. (2020). Perilaku kepatuhan perawat melaksanakan SOP terhadap kejadian keselamatan pasien di rumah sakit x Kendari. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 11(2), 123–130.
Sukmana, A., & Permatasari, D. (2021). Analisis Pencatatan dan Pelaporan Imunisasi di Posyandu Rancapetir. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 15(2), 123–130.
Suriani, N., & Maulida, M. (2021). Pengaruh Komunikasi Dan Mobilisasi Kader Posyandu Terhadap Upaya Pencegahan Stunting. Jurnal Keperawatan Sriwijaya, 8(1), 1–10.
Suryani, E., & Prasetyo, D. (2022). Kolaborasi Puskesmas dan Dinas Kesehatan dalam Mengatasi Kekurangan SDM. Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia, 11(2), 98–105.
UPTD Puskesmas Siriwini. (2024a). Laporan Evaluasi Mutu Pelayanan Kesehatan Tahun 2024. Nabire: UPTD Puskesmas Siriwini.
UPTD Puskesmas Siriwini. (2024b). Profil Puskesmas Siriwini Tahun 2024. Nabire: UPTD Puskesmas Siriwini.
Utami, R. A., & Lubis, S. (2021). Pengaruh Akreditasi terhadap Mutu Pelayanan Kesehatan di Puskesmas Medan Helvetia. Jurnal Administrasi Kesehatan Indonesia, 9(2), 123–130.
Utari, D., Ferianto, F., Suwarno, S., & Savitri, W. (2023). Pemberdayaan kader dan keluarga dalam peningkatan komunikasi efektif pada lansia. Jurnal Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat Unsiq, 10(1), 66–71.
Wahyuni, I., Winarso, S. P., & Rahayu, P. P. (2021). Hubungan pelatihan K3, penggunaan APD, pemasangan safety sign, dan penerapan SOP dengan terjadinya risiko kecelakaan kerja (Studi pada industri garmen kota). Jurnal Keselamatan dan Kesehatan Kerja, 10(2), 109–116.
Wangi, N., Putra, R., & Dewi, S. (2019). Perencanaan Sumber Daya Manusia Kesehatan di Puskesmas Menggunakan Metode WISN di Kabupaten Lombok Barat. Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia, 7(1), 33–41.
Wibowo, A., Sari, D., & Putra, Y. (2020). Analisis Perencanaan Strategis di Puskesmas: Kajian Literatur dan Praktik Lapangan. Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia, 9(3), 155–165.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Sulistiyana Sulistiyana, Sarce Makaba, Agus Zainuri, Dolfinus Y. Bouway, Muhammad Akbar Nurdin, Yacob Ruru

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







