Karakteristik Diabetes Melitus Di Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan Tahun 2019-2023

Authors

  • Friska Sembiring Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Santa Elisabeth, Medan
  • Agustaria Ginting Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Santa Elisabeth, Medan
  • Dewi Safitri Berutu Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Santa Elisabeth, Medan

DOI:

https://doi.org/10.31004/joecy.v6i1.7203

Keywords:

Diabetes Melitus, Karakteristik Penderita, Rumah Sakit

Abstract

Diabetes Melitus Tipe II merupakan penyakit gangguan metabolik menahun yang menjadi salah satu prioritas masalah kesehatan global dengan prevalensi yang terus meningkat. Indonesia menempati urutan ke-7 dunia dengan 8,5 juta penderita diabetes melitus, dengan prevalensi nasional mencapai 1,1% dan DM Tipe 2 menyumbang 85-95% dari total kasus. Di Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan, data menunjukkan sebanyak 1.031 penderita diabetes melitus tercatat selama periode 2019-2023, mengindikasikan beban kesehatan yang signifikan. Diabetes melitus dapat menimbulkan komplikasi serius seperti ulkus diabetikum dengan insiden 2% per tahun dan risiko amputasi yang mencapai satu juta kasus per tahun secara global. Pemahaman karakteristik penderita menjadi penting untuk mengembangkan strategi pencegahan dan penanganan yang efektif serta tepat sasaran di wilayah Medan dan Sumatera Utara.

Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi karakteristik penderita diabetes melitus di Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan tahun 2019-2023 berdasarkan usia, jenis kelamin, pendidikan, dan pekerjaan untuk memberikan informasi penting bagi pengembangan strategi pencegahan dan penanganan diabetes melitus yang lebih komprehensif.

Metode penelitian menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan case series. Populasi penelitian adalah seluruh pasien diabetes melitus yang dirawat tahun 2019-2023 berjumlah 1.031 orang. Sampel ditentukan menggunakan rumus Slovin dengan tingkat kesalahan 10% sehingga diperoleh 91 responden yang dipilih secara proporsional. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi rekam medis pasien. Data dianalisis menggunakan analisis univariat untuk menggambarkan distribusi frekuensi dan persentase dari masing-masing variabel karakteristik.

Hasil penelitian menunjukkan mayoritas penderita berada pada kelompok usia manula (>65 tahun) sebesar 35,2%, diikuti lansia akhir (56-65 tahun) 34,1%. Perempuan mendominasi dengan persentase 54,9%, tingkat pendidikan terbanyak SMA 40,7%, dan pekerjaan terbanyak wirausaha dan IRT masing-masing 31,9%. Distribusi menunjukkan diabetes melitus erat kaitannya dengan proses penuaan, faktor hormonal, pola makan, dan aktivitas fisik yang kurang.

Kesimpulan penelitian menyimpulkan bahwa karakteristik penderita diabetes melitus di Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan didominasi lansia perempuan dengan pendidikan SMA dan pekerjaan ibu rumah tangga, sehingga program pencegahan dan edukasi kesehatan perlu difokuskan pada kelompok demografi ini.

References

Adhayani Arda, & Rahmat Ngobuto. (2019). Karakteristik Penderita Penyakit Degeneratif di Puskesmas. Jurnal Kesehatan Masyarakat.

Detty, L., Sari, N. P., & Wijaya, A. (2020). Faktor Risiko Ulkus Diabetikum pada Penderita Diabetes Melitus. Jurnal Keperawatan dan Kesehatan.

International Diabetes Federation (IDF). (2013). IDF Diabetes Atlas Sixth Edition. Brussels: International Diabetes Federation.

Isnaini, N., & Ratnasari, R. (2018). Faktor Risiko Mempengaruhi Kejadian Diabetes Melitus Tipe Dua. Jurnal Keperawatan dan Kebidanan Aisyiyah, 14(1), 59-68.

Kabosu, N., Lumenta, N., & Ratag, B. T. (2019). Hubungan Jenis Kelamin dengan Kejadian Penyakit Degeneratif di Rumah Sakit. Jurnal KESMAS, 8(6).

Listrikawati, E., Nurhasanah, & Fitriani, A. (2023). Analisis Faktor Risiko Diabetes Melitus Tipe 2 Berdasarkan Karakteristik Pasien. Jurnal Ilmiah Kesehatan, 12(2), 145-156.

Milita, F., Azhar, K., & Yuliana, F. (2021). Karakteristik Pasien Penyakit Degeneratif di Puskesmas Wilayah Kerja Kota Medan. Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes, 12(4), 289-293.

Naba, I. L., Sartika, R. A., & Wulandari, D. (2021). Gambaran Karakteristik Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas. Jurnal Ilmu Keperawatan, 9(1), 34-42.

Nursalam. (2020). Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan: Pendekatan Praktis Edisi 4. Jakarta: Salemba Medika.

Nursucita, E., & Handayani, S. (2021). Analisis Faktor Risiko Diabetes Melitus di Rumah Sakit. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, 16(3), 112-120.

Sekaran, U. (2011). Research Methods for Business: A Skill Building Approach 5th Edition. New York: John Wiley & Sons.

Sinaga, M. (2022). Hubungan Tingkat Pendidikan dengan Kejadian Diabetes Melitus Tipe 2. Jurnal Keperawatan Priority, 5(1), 78-86.

Siregar, R. H. (2022). Patofisiologi dan Komplikasi Diabetes Melitus Tipe 2. Jurnal Ilmiah Kesehatan, 15(2), 234-245.

Sukatin, Supriyadi, & Widiastuti, E. (2022). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Diabetes Melitus Tipe II. Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan, 13(1), 45-58.

Trisnawati, S. K. (2012). Faktor Risiko Kejadian Diabetes Melitus Tipe II di Puskesmas Kecamatan Cengkareng Jakarta Barat Tahun 2012. Jurnal Ilmiah Kesehatan, 5(1), 6-11.

Veronika, M., & Ayu, S. M. (2019). Metodologi Penelitian Kebidanan dan Keperawatan. Yogyakarta: Nuha Medika.

Yudhi, P., & Setya, R. (2021). Karakteristik Pasien Diabetes Melitus Berdasarkan Tingkat Pendidikan. Jurnal Keperawatan Muhammadiyah, 6(2), 156-164.

Downloads

Published

16-01-2026

How to Cite

Sembiring, F., Ginting, A. ., & Berutu, D. S. (2026). Karakteristik Diabetes Melitus Di Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan Tahun 2019-2023. Journal of Innovative and Creativity, 6(1), 2926–2934. https://doi.org/10.31004/joecy.v6i1.7203

Issue

Section

Articles