Penerapan Diafragma Breathing Exercise Pada Keluarga Dengan Ketidakefektifan Manajemen Kesehatan Keluarga Di Desa Pancuran Gading Kecamatan Tapung

Authors

  • Tengku Manawa Shalwa Institut Kesehatan Payung Negeri Pekanbaru
  • Wardah Wardah Institut Kesehatan Payung Negeri Pekanbaru
  • Bayu Azhar Institut Kesehatan Payung Negeri Pekanbaru
  • Ulfa Hasanah Institut Kesehatan Payung Negeri Pekanbaru

DOI:

https://doi.org/10.31004/joecy.v6i1.7164

Keywords:

Asma, Diaphragmatic Breathing Exercise, Keperawatan Keluarga

Abstract

Asma merupakan salah satu penyakit tidak menular yang bersifat kronis dan memerlukan pengelolaan jangka panjang, tidak hanya oleh penderita tetapi juga oleh keluarga. Ketidakefektifan manajemen kesehatan keluarga dapat memperburuk kondisi asma akibat kurangnya pengetahuan, keterampilan, dan keterlibatan keluarga dalam perawatan. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat diterapkan adalah Diaphragmatic Breathing Exercise (DBE) yang bertujuan meningkatkan efisiensi pernapasan dan mengurangi sesak napas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan DBE pada keluarga dengan ketidakefektifan manajemen kesehatan keluarga dalam menangani penderita asma di Desa Pancuran Gading, Kecamatan Tapung. Metode yang digunakan adalah Evidence Based Practice Nursing dengan pendekatan deskriptif melalui pretest dan posttest. Subjek penelitian terdiri dari tiga keluarga dengan anggota penderita asma dewasa hingga lansia. Intervensi DBE diberikan selama enam hari dengan durasi 10–15 menit setiap hari. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan frekuensi napas, peningkatan saturasi oksigen, penurunan skor Borg, serta peningkatan signifikan pada manajemen kesehatan keluarga berdasarkan indikator SLKI. Penerapan Diaphragmatic Breathing Exercise terbukti efektif sebagai intervensi keperawatan keluarga dalam meningkatkan kemampuan keluarga mengelola asma secara mandiri di rumah.

References

Abdullah. (2018). Berbagai metodologi dalam penelitian pendidikan dan manajemen. Gowa: Gunadarma Ilmu.

Abdurachaman. (2022). Efektivitas mekanika napas diafragma. Surabaya: Airlangga University Press.

Alfiah, N., & Astuti, W. A. (2021). Pengaruh latihan pernapasan diafragma terhadap tingkat saturasi oksigen pasien asma. Jurnal Keperawatan Medika, 9(2), 123– 129.

Asher, M. I., García-Marcos, L., Pearce, N. E., & Strachan, D. P. (2020). Trends in worldwide asthma prevalence. European Respiratory Journal, 56(6), 2002094. https://doi.org/10.1183/13993003.02094-2020

Azwar. (2021). Terapi non farmakologi pada asma. Sulawesi Selatan: Pustaka Taman Ilmu.

Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. (2018). Laporan Nasional Riskesdas 2018. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.

Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. (2019). Laporan Riskesdas Provinsi Riau 2019. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.

Fitri Febriana, D., & Hartutik, S. (2024). Penerapan Teknik Diaphragmatic Breathing Exercise Terhadap Perubahan Respiratory Rate Pada Pasien Asma Di Kelurahan Jebres. Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan, 2(3), 527–534. https://doi.org/10.31004/jiik.v2i3.33104

Hamasaki, H. (2020). Effects of diaphragmatic breathing on health: A narrative review.

Journal of Health and Fitness, 7(1), 1–19.

Kartikasari, D., Jenie, I. M., & Primanda, Y. (2019). Latihan pernapasan diafragma meningkatkan arus puncak ekspirasi (APE) dan menurunkan frekuensi kekambuhan pasien asma. Jurnal Keperawatan Indonesia, 22(1), 53–64. https://doi.org/10.7454/jki.v22i1.691

Kurniawati, putri. (2021). Proses Keperawatan. In Universitas Nusantara PGRI Kediri (Vol. 01).

Kemenkes RI. (2019). Profil kesehatan Indonesia. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Kistan. (2018). Rangkuman buku ajar asuhan keperawatan gawat darurat. Jakarta: Pustaka Medika.

Murni, L., Sari, K. N., & Apriyanti, R. (2019). Pengaruh latihan pernapasan terhadap peningkatan kapasitas paru pada pasien asma. Jurnal Ilmiah Kesehatan, 9(1), 33– 39.

Nurhasanah, R., & Wahyuni, S. (2020). Edukasi pernapasan dalam menurunkan angka

sesak pada penderita asma. Jurnal Ilmu Keperawatan, 8(3), 200–206.

Pangihutan, J. A. (2021). Asma non-atopik: Faktor risiko, diagnosis dan manajemen.

Jurnal Kesehatan Indonesia, 11(3), 1191–1195.

Priyatna, A. (2014). Asthma in motion. Jakarta: Elex Media Komputindo.

Putri, A. R., Yanti, R., & Setiawan, D. (2021). Efektivitas terapi pernapasan diafragma terhadap kontrol asma pada pasien dewasa. Jurnal Keperawatan Respira, 6(2), 45–52.

Putri, D. M., Hidayah, N., & Arifin, T. (2021). Pengaruh breathing exercise terhadap frekuensi napas pasien asma. Jurnal Keperawatan Medik, 10(1), 21–27.

Putu, D. (2019). Serangan asma akut. Denpasar: Universitas Udayana.

Rahmasari, Y. D., Rosmalawati, N. W. D., & Mustayah, M. (2022). Pengaruh diaphragmatic breathing exercise terhadap perubahan respiratory rate pada pasien asma. Jurnal Keperawatan Terapan, 7(2), 126.

https://doi.org/10.31290/jkt.v7i2.1012

Reddel, H. K., Bacharier, L. B., Bateman, E. D., Brightling, C. E., Brusselle, G. G., Buhl, R., & FitzGerald, J. M. (2021). GINA 2021: Global Strategy for Asthma Management and Prevention. Global Initiative for Asthma (GINA). Retrieved from https://ginasthma.org

Safitri, R. A. (2020). Hubungan edukasi keluarga dengan kontrol asma pada anak usia sekolah. Jurnal Keperawatan Anak Indonesia, 3(2), 61–67.

Sepalanita, W., Faturachman, A., & Subiakto, T. (2024). The effect of diaphragmatic breathing exercises on peak expiratory flow rate in bronchial asthma patients. Jurnal Kesehatan Manarang, 10(1), 59. https://doi.org/10.33490/jkm.v10i1.965

Shams, O., Galal, M. M., Farag, T. S., Eltrawy, H. H., & Elzomor, H. M. (2025). Diaphragmatic breathing exercise in adult asthmatic patients. Journal of Recent Advances in Medicine, 1–12. https://doi.org/10.21608/jram.2025.353408.1274

Sitorus, R. B. (2019). Faktor-faktor yang memengaruhi kekambuhan asma pada dewasa muda. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 14(2), 109–115.

Sutopo. (2016). Metode penelitian kualitatif dalam penelitian pendidikan bahasa.

Jakarta: UB Press.

Sutrisna, M. E. (2022). Hubungan jenis terapi dan kontrol asma terhadap kualitas hidup pasien asma bronkial. Jurnal Kesehatan Paru, 6(2), 70–76.

Utama, S. (2018). Buku ajar keperawatan medikal bedah sistem respirasi. Jakarta: Deepublish.

Utoyo, B., & Nugroho, I. A. (2021). Pengaruh terapi diaphragmatic breathing exercise terhadap pengontrolan pernapasan pasien asma. Jurnal Ilmiah Kesehatan Keperawatan, 17(1), 86–94. https://doi.org/10.26753/jikk.v17i1.516

Wahid, A. I. (2020). Keperawatan medikal bedah: Asuhan keperawatan pada gangguan

sistem respirasi. Jakarta: Trans Info Media.

Wahyu, A. D. (2023). Penerapan diaphragma breathing exercise untuk memperbaiki frekuensi napas pasien asma. Jurnal Ilmu Keperawatan Darurat, 5(1), 55–61.

World Health Organization. (2022). Global Health Observatory Data: Asthma. Geneva: WHO. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/asthma

Yanti, E., Lestari, P. D., & Wulandari, R. (2021). Intervensi nonfarmakologi pada pasien asma: Studi literature review. Jurnal Evidence-Based Nursing, 7(1), 12– 18.

Downloads

Published

23-01-2026

How to Cite

Shalwa, T. M., Wardah, W., Azhar, B. ., & Hasanah, U. . (2026). Penerapan Diafragma Breathing Exercise Pada Keluarga Dengan Ketidakefektifan Manajemen Kesehatan Keluarga Di Desa Pancuran Gading Kecamatan Tapung. Journal of Innovative and Creativity (Joecy), 6(1), 4764–4769. https://doi.org/10.31004/joecy.v6i1.7164

Issue

Section

Articles