“Analisis Nilai Kadar Aspal Optimum (KAO) Dengan Subtitusi Filler Abu Kulit Kacang Tanah Terhadap Campuran HRS-WC”

Authors

  • Nurul Hidayah Adam Universitas Pattimura
  • Juliet G. Metekohy Universitas Pattimura
  • Amaheka Amaheka Universitas Pattimura

DOI:

https://doi.org/10.31004/joecy.v6i1.7100

Keywords:

Kadar aspal optimum (KAO), abu kulit kacang tanah, HRS – WC, Filler, Marshall test.

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai kadar aspal optimum (KAO) pada campuran Hot Rolled Sheet – Wearing Course (HRS – WC) dengan subtitusi filler abu kulit kacang tanah. HRS – WC adalah jenis campuran beraspal panas yang sering digunakan pada lapis permukaan jalan, dan kinerja strukturalnya sangat dipengaruhi oleh kadar aspal serta kualitas filler. Ketesediaan filler konvesional yang terbatas dan isu lingkungan terkait limbah pertanian mendorong penelitian ini untuk memanfaatkan abu kulit kacang tanah sebagai alterntif filler. Abu kulit kacang tanah merupakan limbah biomassa yang memiliki potensi sebagai bahan pengisi karena karakteristik partikelnya yang halus dan kandungan mineral tetentu. Metode penelitian melibatkan pengujian Laboratorium terhadap sifat – sifat fisik dan mekanik cmpuran HRS – WC dengan variasi presentase subtitusi filler abu kulit kacang tanah. Pengujian meliputi analisis kadar aspal, pengujian marshall untuk menentukan stabilitas, flow, void in mixture (VIM), void filled with asphalt (VFA), dan void in mineral agregate (VMA). Data yang diperoleh dari pengujian ini akan dianalisis untuk menentukan nilai kadar aspal optimum sesuai dengan spesifikasi yang berlaku. Hasil pengujian dilakukan dengan membuat 3 variasi yaitu 2% : 1% dengan nilai KAO 7,12%, 1% : 2% dengan nilai KAO 8,09%, dan 1,5% : 1,5% dengan nilai KAO 7,59%.

References

Alabadan, B. A., C. F. Njoku, and M. O. Yusuf. “The Potentitials of groundnut shell ash as concrete admixture.” Agricultural Engineering Internasional: CIGR Journal (2006).

Azizah, N., & Rahardjo, B. (2017). Kinerja campuran hot rolled sheet-wearing course (hrs-wc) dengan filler abu ampas tebu. Jurnal Bangunan, 22 (2), 11-20.

Bina Marga Pekerjaan Umum, (2006) Spesifikasi Khusus Seksi 6.3.a. “Campuran Beraspal Panas Dengan Asbuton”.

Buku Petunjuk Teknis, (2018). “Pengjian Karakteristik Aspal Keras”. Fakultas Teknik, Universitas Sebelas Maret.

Dewati, R., Ragilia, R. P., Kharisma, T., & Wahyusi, K.N. (2012). Briket arang kulit kacang tanah dengan proses karbonisasi. Jurnal Teknik Kimia, 6 (2), 70- 73.

Dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang Kabupaten Grobogan, (2014) “Konstruksi Perkerasan Lentur (Flexible Pavement)”. Edisi September, Jakarta

Gloria Fronika Berutu, (2023). “Pengaruh Variasi Suhu Pada Campuran HRS-Base Menggunakan Filler Tanah Putih Terhadap Pengujian Marshall” Fakultas Sains Dan Teknik, Universitas Nusa Cendana.

Heny Putri Laras, Murniati, Desriantomy, (2022). “Karakteristik Marshall Pada Campuran HRS – WC Dengan Penambahan Arang kayu Tumbuk Sebagai Bahan Pengisi Filler” Fakultas Teknik, Universitas Palangka Rata.

Herwin Widya Wardana, Purwo Mahardi, ST., M.Sc, Yogie Risdianto, S.T., M.T. “Penentuan Kadar Aspal Optimum (KAO) dalam campuran AC – WC dengan Limbah Beton sebagai pengganti Agregat”. Fakultas Teknik, Universitas Negeri Surabaya.

Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Direktorat Jenderal Bina Marga, 2018, Spesifikasi Umum Bidang Jalan dan Jembatan Divisi 6 Perkerasan Aspal.

Manoppo, M. R. (2011). Pemanfaatan Tras Sebagai Filler Dalam Campuran Aspal Panas Hrs-Wc. Jurnal Ilmiah Media Engineering, 1 (2).

Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia Peraturan Meneteri Pekerjaan Umum Nomor : 28/ PRT/M/2007 Pedoman Pelaksanaan Lapis Campuran Beraspal Panas.

Nadila Sanaky, (2022). “Studi Pengunaan Abu Kulit Batang Sagu Sebagai Bahan Pengganti Semen Terhadap Karakteristik Marshall Pada Campuran asphalt Hot Rolled Sheet – Wearing Course (HRS-WC)”. Fakultas Teknik Universitas Pattimura Ambon.

Rabiyatul Uzda, S.T., M.T 2024 Dasar-dasar Teknologi Beton.

Pratiwi, R. (2017). Perencanaan Campuran Aspal Beton Hot Rolled Sheet Waering Course Dengan Filler Batu Laterit Kalimantan. Jurnal Ilmiah Teknik Sipil TRANSUKMA 2, no. 2 (2017) : 128-140.

Sukron Guru Mangaloksa, (2024). “Pengaruh Penambahan Lateks Pada Campuran Aspal AC-WC Dengan Abu Vulkanik Sebagai Filler Terhadap Karakteristik Marshall”. Fakultas Teknik, Universitas Malikussaleh.

Sulistiyani, Y., Andrianto, S., Indraswati, N., & Ayucitra, A. (2011). Ekstraksi senyawa fenolik dari limbah kulit kacang tanah (Arachis Hypogea L) sebagai antioksida alami. Jurnal Teknik Kimia Indonesia, 10 (3), 112-119.

Wibowo, Ponco, and Didik SS Mabui. “Karakteristik Marshall pada Campuran Aspal HRS-WC dengan Menggunakan Filler Batu Karang.” In Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil (Vol. 1, No. 1, pp. 477-486).

Yanti, S., & Sandy, D. (2019). Pengujian Batu Apung Sebagai Filler Pada Campuran HRS-WC. Paulus Civil Engineering Journal, 1(2), 107-114.

Downloads

Published

04-02-2026

How to Cite

Adam, N. H. ., Metekohy, J. G. ., & Amaheka, A. (2026). “Analisis Nilai Kadar Aspal Optimum (KAO) Dengan Subtitusi Filler Abu Kulit Kacang Tanah Terhadap Campuran HRS-WC”. Journal of Innovative and Creativity, 6(1), 8868–8874. https://doi.org/10.31004/joecy.v6i1.7100

Issue

Section

Articles