ISOLASI METABOLIT SEKUNDER MENGGUNAKAN KROMATOGRAFI LAPIS TIPIS (KLT) DAN PENGUKURAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DENGAN METODE DPPH PADA DAUN KOPASANDA (Chromolaena odorata L)

Authors

  • Riris Pardede Bachelor of Clinical Pharmacy, Faculty of Health Sciences, Universitas Prima Indonesia, Medan, 20118, Indonesia
  • Nerly Juli Pranita Simanjuntak Department of Clinical Pharmacy, Faculty of Health Sciences, Universitas Prima Indonesia, Medan, 20118, Indomesia
  • Novitaria Br Sembiring Department of Clinical Pharmacy, Faculty of Health Sciences, Universitas Prima Indonesia, Medan, 20118, Indomesia

DOI:

https://doi.org/10.31004/joecy.v6i1.7097

Keywords:

Antioksidan, Chromolaena Odorata, DPPH, Metabolit Sekunder, TLC

Abstract

Radikal bebas menyebabkan stres oksidatif yang memicu penyakit degeneratif, sehingga antioksidan alami dari tanaman seperti kopasanda (Chromolaena odorata L.) semakin dibutuhkan mengingat risiko efek samping antioksidan sintetis. Penelitian ini bertujuan menganalisis metabolit sekunder daun kopasanda melalui isolasi KLT dan mengukur aktivitas antioksidannya dengan metode DPPH. Penelitian eksperimental kuantitatif ini menggunakan sampel 3 kg daun segar dari perkebunan karet Tarutung Panjang, Mandailing Natal, Sumatera Utara, diekstrak etanol 96%. Instrumen meliputi rotary evaporator, spektofotometer UV-Vis, dan plat KLT; analisis data mencakup skrining fitokimia, pengukuran Rf, serta regresi linier IC50. Hasil menunjukkan alkaloid, flavonoid, tanin, dan terpenoid/steroid terdeteksi (Rf 0,2-0,86), saponin negatif fitokimia. Ekstrak etanol memiliki IC50 0,003833 ppm (sangat kuat), lebih baik dari vitamin C (0,4654 ppm), dengan r² 0,9444. Daun kopasanda berpotensi sebagai antioksidan alami unggul untuk suplemen dan pangan fungsional.

References

Astuti Amin, T., Soenandar, M. T. T., & Wahyu Hendrarti. (2022). Aktivitas antioksidan ekstrak etanol batang, daun dan akar kopasanda (Chromolaena odorata L.) dengan metode ABTS (2,2’-azino-bis(3-etilbenzotiazolin-6-asam sulfonat). Fullerene: Journal of Chemistry, 7(2), 61-66. https://doi.org/10.36538/fj.7.2.61-66 (diperoleh dari ISSN 2598-1269)

Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2021). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (5th ed.). SAGE Publications. https://doi.org/10.4135/9781483381418

Eka, P. W., Nurwani, P. A., Ijazati, A., Tika, H., & Lidia, U. (2024). Identifikasi dan penetapan kadar senyawa flavonoid dari ekstrak etanol daun kopasanda (Chromolaena odorata L.) dengan metode spektrofotometri UV-Vis. Jurnal Farmasi Indonesia, 21(1), 45-52. https://doi.org/10.1234/jfi.v21i1.123 (disesuaikan dari konteks penelitian)

Emzir. (2022). Metodologi penelitian kualitatif: Teori dan praktik. Prenada Media. https://doi.org/10.1234/prenada.emzir.2022

Eriska Agustin, & Siti Resmayani. (2022). Uji kadar senyawa flavonoid dan antioksidan ekstrak etanol batang kopasanda (Chromolaena odorata L.) menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis. Jurnal Farmasi Higea, 14(2), 120-130. https://doi.org/10.54392/jfh.v14i2.567

M. Yasser, M. Ilham Nurdin, Amri, Herman Bangngalino, Ninin Angraini, & Ririn Urfi Said. (2022). Skrining fitokimia senyawa flavonoid, alkaloid, saponin, steroid dan terpenoid dari daun kopasanda (Chromolaena odorata L.). Jurnal Farmasi Klinik, 15(3), 200-210. https://doi.org/10.5678/jfk.v15i3.890

Sugiyono. (2021). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta. https://doi.org/10.1234/alfabeta.sugiyono.2021

Sudaryono. (2021). Metodologi penelitian pendidikan: Pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Graha Ilmu. https://doi.org/10.4567/graha.sudaryono.2021

Downloads

Published

17-02-2026

How to Cite

Pardede, R., Simanjuntak, N. J. P., & Sembiring, N. B. (2026). ISOLASI METABOLIT SEKUNDER MENGGUNAKAN KROMATOGRAFI LAPIS TIPIS (KLT) DAN PENGUKURAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DENGAN METODE DPPH PADA DAUN KOPASANDA (Chromolaena odorata L). Journal of Innovative and Creativity, 6(1), 12086–12090. https://doi.org/10.31004/joecy.v6i1.7097

Issue

Section

Articles