Gambaran Pengetahuan Dan Sikap Remaja Tentang Hiv Dan Aids Setelah Edukasi Di Sma Sains Tahfidz Qur’an Al-Ammar

Authors

  • Irfan Sazali Nasution Universitas Islam Negeri Sumatera Utara
  • Jenni Maia Khalijah Hasibuan Universitas Islam negeri Sumatera Utara
  • Tri Radia Wiranti Universitas Islam negeri Sumatera Utara
  • Nazwa Rizkya Salma Pulungan Universitas Islam negeri Sumatera Utara
  • Khairunnisa Khairunnisa Universitas Islam negeri Sumatera Utara
  • Mawar davira Universitas Islam negeri Sumatera Utara
  • Nabila Rahmadhani Universitas Islam negeri Sumatera Utara
  • Ghefira Syifa Salsabilla Universitas Islam negeri Sumatera Utara
  • Khairunnisa Br Lubis Universitas Islam negeri Sumatera Utara
  • Alichia Puteri Rizki Sitindaon Universitas Islam negeri Sumatera Utara
  • Muhammad Rizqhy Ananda Telaumbanua Universitas Islam negeri Sumatera Utara
  • Farhan Akbar Lubis Universitas Islam negeri Sumatera Utara

DOI:

https://doi.org/10.31004/joecy.v6i1.7047

Keywords:

HIV/AIDS, remaja, Pengetahuan, sikap, Edukasi Kesehatan

Abstract

HIV dan AIDS masih menjadi permasalahan kesehatan yang penting bagi masyarakat, terutama di kalangan remaja yang rentan melakukan tindakan berisiko karena kurangnya pengetahuan dan sikap yang belum matang. Salah satu cara yang strategis untuk meningkatkan pemahaman dan membentuk sikap remaja terhadap pencegahan HIV dan AIDS adalah melalui edukasi kesehatan di lingkungan sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan dan sikap remaja tentang HIV dan AIDS setelah menerima edukasi di SMA Sains Tahfidz Qur’an Al-Ammar. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dan sampel penelitian adalah seluruh siswa laki-laki kelas X, XI, dan XII yang berjumlah 30 orang, dengan metode pengambilan sampel total. Data dikumpulkan melalui kuesioner setelah penyuluhan kesehatan yang berlangsung selama 90 menit dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua responden memiliki tingkat pengetahuan dalam kategori cukup, dengan 50% berada di kategori baik dan 50% di kategori cukup. Tidak ada responden yang memiliki tingkat pengetahuan kurang. Dalam hal sikap terhadap orang yang hidup dengan HIV/AIDS, terdapat 53,3% responden yang memiliki sikap positif dan 46,7% masih memiliki sikap negatif. Kesimpulannya, edukasi tentang HIV dan AIDS di sekolah berhasil meningkatkan pengetahuan remaja. Namun, perubahan sikap terhadap orang dengan HIV/AIDS masih perlu diperkuat melalui pendekatan edukasi yang terus-menerus dan berfokus pada pembentukan empati serta pengurangan stigmatisasi.

References

Departemen Kesehatan RI. (2007). Pengetahuan remaja tentang HIV/AIDS dan perilaku seksual berisiko (Analisis data SKRRI tahun 2007). Universitas Gadjah Mada.

Fauziah, N. (2020). Membangun perilaku anti Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS)-Human Immunodeficiency Virus (HIV) pada kelompok remaja. Berdikari: Jurnal Ilmiah Perempuan dan Anak, 1(1), 1-12.

Kementerian Kesehatan RI. (2023). Pedoman nasional pencegahan dan pengendalian HIV/AIDS. Kemenkes RI.

Kurniawan, A. (2018). Efektivitas kombinasi media audiovisual "Aku Bangga Aku Tahu" dan diskusi kelompok dalam upaya meningkatkan pengetahuan remaja tentang HIV-AIDS. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 1(1).

Lestari, D. (2021). Gambaran tingkat pengetahuan remaja tentang HIV/AIDS di SMA N 1 Selemadeg. Medika Usada, 1(1), 1-10.

Margaretha, U. C. (2012). Pengetahuan, sikap, dan penilaian remaja terhadap AIDS. Jurnal Keperawatan Indonesia, 16(1), 23-30.

Mustofa, D. (2020). Membangun perilaku anti HIV/AIDS pada kelompok remaja. Berdikari: Jurnal Ilmiah Perempuan dan Anak, 1(1).

Notoatmodjo, S. (2020). Metodologi penelitian kesehatan. Rineka Cipta.

Nugroho, A. (2018). Pencegahan penularan HIV/AIDS: Efektivitas metode KIE "Aku Bangga Aku Tahu (ABAT)". Buletin Penelitian Kesehatan, 44(4).

Nursalam. (2014). Pengetahuan remaja tentang HIV/AIDS. Jurnal Keperawatan Indonesia, 18(2).

Nursalam. (2021). Metodologi penelitian ilmu keperawatan. Salemba Medika.

Putri, A. (2021). Deskripsi pengetahuan tentang Human Immunodeficiency Virus pada remaja di SMAN 17 Garut. Aisyah: Jurnal Ilmu Kesehatan, 6(1).

Rahayu, S. (2021). Studi literatur: Pengetahuan remaja di Indonesia tentang penyakit HIV/AIDS. Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat, 5(2).

Rahman, F. (2022). Open communication about reproductive health is associated with comprehensive HIV knowledge and a non-stigmatising attitude among Indonesian youth: A cross-sectional study. Frontiers in Public Health, 10, 937178

Sari, N. (2023). Efektivitas penyuluhan kesehatan dalam peningkatan pengetahuan remaja tentang HIV/AIDS. Jurnal Ilmu Kesehatan, 5(2).

Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Utami, R. (2024). Analisis hubungan pengetahuan tentang HIV/AIDS dengan perilaku seks pranikah pada remaja usia 15-19 tahun di Indonesia. Jurnal Kesehatan Terpadu, 15(2).

Wardani, R. (2023). Pengetahuan remaja tentang HIV/AIDS terhadap stigma terhadap ODHA di Indonesia. Medika: Jurnal Kesehatan, 5(1).

World Health Organization. (2023). HIV treatment & care in children and adolescents.

Yuliana, N. (2019). Pengembangan media sosial sebagai new media informatif sebagai upaya peningkatan pengetahuan remaja tentang HIV-AIDS. Indonesian Journal of Nursing Research, 1(1).

Downloads

Published

20-01-2026

How to Cite

Nasution, I. S., Hasibuan , J. M. K. ., Wiranti , T. R. ., Pulungan , N. R. S. ., Khairunnisa, K., davira , M., Rahmadhani , N. ., Salsabilla , G. S. ., Lubis, K. B. . . . ., Sitindaon , A. P. R. ., Telaumbanua , M. R. A. ., & Lubis , F. A. . (2026). Gambaran Pengetahuan Dan Sikap Remaja Tentang Hiv Dan Aids Setelah Edukasi Di Sma Sains Tahfidz Qur’an Al-Ammar. Journal of Innovative and Creativity, 6(1), 4095–4101. https://doi.org/10.31004/joecy.v6i1.7047

Issue

Section

Articles