Penguatan Konsep ‘Iddah Prespektif Hadits Subai’ah Al-Aslamiyah R.A. Di Era Digital
DOI:
https://doi.org/10.31004/joecy.v6i1.6986Keywords:
Iddah, Era Digital, Hadis Subai’ah al-Aslamiyyah, QS. At TalaqAbstract
Penelitian ini bertujuan mengkaji relevansi konsep iddah di era digital, khususnya bagi wanita hamil yang ditinggal wafat suaminya. Fokus utamanya adalah analisis mendalam terhadap hadis Subai’ah al-Aslamiyyah R.A. dan tafsir Al-Qur’an Surah At-Talaq [65]:4. Iddah, sebagai masa tunggu yang ditetapkan syariat, tidak hanya berfungsi untuk memastikan kebersihan rahim, tetapi juga memberikan kesempatan bagi perempuan untuk berintrospeksi dan menata kembali kehidupannya setelah perceraian atau kematian pasangan. Meskipun sering dianggap sebagai aturan klasik, iddah memiliki hikmah sosial, psikologis, dan biologis yang krusial, bahkan di tengah dinamika masyarakat modern yang serba cepat. Metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research) digunakan dalam studi ini. Sumber data primer meliputi hadis Subai’ah dan QS. At-Talaq [65]:4, sementara sumber sekunder mencakup kitab-kitab syarah hadis, tafsir, fiqih, serta jurnal-jurnal dan artikel relevan. Analisis data dilakukan melalui pendekatan normatif-teologis untuk menggali makna hukum dan nilai syariat, serta pendekatan interdisipliner untuk menghubungkan ajaran Islam dengan aspek medis, sosial, dan psikologis kontemporer. Hasil penelitian secara tegas menunjukkan bahwa iddah wanita hamil yang suaminya wafat berakhir dengan proses melahirkan kandungannya, sebuah penetapan hukum yang didukung oleh hadis dan ayat Al-Qur'an serta disepakati mayoritas ulama. Secara medis, masa nifas pascamelahirkan sejalan dengan kebutuhan pemulihan fisik dan stabilitas emosional ibu. Di era digital, konsep iddah berperan sebagai mekanisme perlindungan bagi perempuan dari potensi eksploitasi emosional atau keputusan tergesa-gesa. Dengan demikian, iddah tidak sekadar aturan, melainkan bentuk perlindungan syar’i yang holistik, menjaga kejelasan garis keturunan, kehormatan pernikahan, serta memberikan waktu berduka dan kesempatan untuk memulai lembaran baru dengan pertimbangan matang.
References
Al-Bassam, A. b. A. (2006). Syarah Bulughul Maram (Jilid 5). Jakarta Selatan: Pustaka Azam.
Al-Dimasyqi, I. b. M. K. al-D. (1982). Al-Bayan wa al-Ta’rif fi Asbab Wurud al-Hadis (Juz III, Cet. 1). Beirut: Al-Maktabah al-Ilmiyyah.
Al-Kasani, A. A. B. b. M. (1986). Bada’i al-Shana’i fi Tartib al-Shara’i (Juz 3). Beirut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah.
Al-Maliki, A. A., & Al-Nuri, H. S. (2010). Ibnatul Ahkam (Jilid 3). Kuala Lumpur: Al-Hidayah Publication.
Al-Nawawi, Y. b. S. (1995). Syarh Shahih Muslim (Juz 10). Beirut: Dar al-Fikr.
Al-Nawawi, Y. b. S. (2000). Al-Majmu’ Syarh al-Muhadzdzab (Juz 2). Beirut: Dar al-Fikr.
Ash-Shan‘ani, M. b. I. A. (2013). Subulus-Salam (Jilid 2). Jakarta: Darus Sunnah.
Hukumonline.com. (2025). Lama masa iddah perempuan jika suami meninggal. Diakses 10 Juni 2025, dari https://www.hukumonline.com/berita/a/lama-masa-iddah-perempuan-jika-suami-meninggal-lt61b02af2f1608/
Kementerian Agama Republik Indonesia. (n.d.). Al-Qur’an dan Terjemahnya.
Lubis, Z. (2025). Rahasia dibalik masa iddah. Mahkamah Syar’iyah Aceh. Diakses 2 Juni 2025, dari https://ms-aceh.go.id/berita-artikel-galeri/artikel/2161-drs-zulkarnain-lubis-m-h-rahasia-dibalik-masa-iddah.htm
Muslimin, A. (2017). Iddah dan ihdad wanita modern. Mahkamah, 2(2), 219.
Nasution, H. (1999). Ensiklopedi Islam. Jakarta: Letar Van Hoeve.
Nata, A. (2010). Metodologi Studi Islam. Jakarta: RajaGrafindo Persada.
Praja, J. S. (2003). Filsafat Ilmu: Kajian atas Asumsi Dasar, Paradigma, dan Kerangka Teoritik Ilmu Pengetahuan. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Qudamah, M. I. (1985). Al-Mughni (Juz 8). Beirut: Dar al-Fikr.
Syarifuddin, A. (2006). Hukum Perkawinan Islam di Indonesia. Jakarta: Kencana.
Tirto.id. (2025). Pengertian pernikahan dalam Islam: Pengertian, hukum, dan tujuannya. Diakses 10 Juni 2025, dari https://tirto.id/pengertian-pernikahan-dalam-islam-pengertian-hukum-dan-tujuannya-gaWS
Wiweko, B. (2023). Proses pemulihan pascamelahirkan. Jurnal Kesehatan Reproduksi Indonesia, 12(2).
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Mutiara Kasih, Luqmanul Hakim

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







