Kontruksi Gender Dalam Hadits: Analisis Hermeneutika Terhadap Laki-Laki Dan Perempuan
DOI:
https://doi.org/10.31004/joecy.v6i1.6952Keywords:
Hermeneutika Hadis, Konstruksi Gender, Bias Gender, Konteks HistorisAbstract
Kajian gender dalam hadis merupakan isu penting dalam diskursus keislaman kontemporer, terutama terkait relasi laki-laki dan perempuan. Pemahaman hadis yang bersifat tekstual sering kali melahirkan konstruksi gender yang bias dan kurang kontekstual. Penelitian ini menganalisis konstruksi gender dalam hadis melalui pendekatan hermeneutika dengan metode studi kepustakaan. Pendekatan ini digunakan untuk memahami konteks historis, sosial, dan budaya hadis serta relansinya dengan realitas kekinian. Hasil kajian menunjukkan bahwa bias gender dalam sebagian hadis lebih disebabkan oleh penafsiran tekstual dan konteks patriarkal, bukan oleh ajaran normatif Islam. Oleh karena itu, pendekatan hermeneutika memungkinkan pemahaman hadis yang lebih adil, proporsional, dan mencerminkan nilai keadilan serta kesetaraan gender.
References
Abu Zayd, N. H. (2003). Tekstualitas Al-Qur’an: Kritik terhadap Ulumul Qur’an. LKiS.
Al-Asqalani, I. H. (2001). Fath al-Bari bi Syarh Shahih al-Bukhari. Dar al-Ma‘rifa
Al-Bukhari, M. I. (2002). Shahih al-Bukhari. Dar Ibn Kathir.
Al-Nawawi. (1996). Syarh Shahih Muslim. Dar Ihya’ aTurats‘Arabi.Engineer, A. A. (2008). The Rights of Women in Islam. Sterling Publishers.
Asrulla, R., Jailani, M. S., & Jeka, F. Populasi dan sampling (kuantitatif), serta pemilihan informan kunci (kualitatif) dalam pendekatan praktis. Jurnal Pendidikan Tambusai, (2023). 7(3), 26320-26332.
Asrulla, A., Risnita, R., Jailani, M. S., & Jeka, F. Population and sampling (quantitative), and selection of key informants (qualitative) in a practical approach. Tambusai Education Journal, (2023). 7(3), 26320-26332.
Asrulla, Asrulla, et al. "Konsepsi Etika, Moral, Dan Ilmu Pengetahuan Dalam Perspektif Humanisme." Jurnal Genta Mulia 15.2 (2024): 257-268.
Fazlur Rahman. (1984). Islam and Modernity: Transformation of an Intellectual Tradition. University of Chicago Press.
Gadamer, H.-G. (2004). Truth and Method (J. Weinsheimer & D. G. Marshall, Trans.). Continuum.
Goldziher, I. (1971). Muslim Studies. George Allen & Unwin.
Hidayat, K. (2004). Memahami Bahasa Agama: Sebuah Kajian Hermeneutik. Paramadina.
Husein Muhammad. (2001). Fikih Perempuan: Refleksi Kiai atas Wacana Agama dan Gender. LKiS.
Ibn Hajar al-Asqalani. (1997). Tahdzib al-Tahdzib. Dar al-Fikr.
Ibn al-Shalah. (1986). Muqaddimah Ibn al-Shalah fi ‘Ulum al-Hadith.
Mernissi, F. (1991). The Veil and the Male Elite: A Feminist Interpretation of Women’s Rights in Islam. Addison-Wesley.
Muslim ibn al-Hajjaj. (2000). Shahih Muslim. Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah.Nasution, H. (1996). Islam Rasional. Mizan.
Rahman, F. (1979). Major Themes of the Qur’an. University of Chicago Press.
Ricoeur, P. (1981). Hermeneutics and the Human Sciences. Cambridge University Press.
Saeed, A. (2006). Interpreting the Qur’an: Towards a Contemporary Approach. Routledge.
Risnita, R. Pendekatan Penelitian Kuantitatif Dan Kualitatif Serta Tahapan Penelitian. Jurnal Genta Mulia, (2024). 15(1), 82-92.
Shihab, M. Q. (2019). Perempuan. Lentera Hati. Shihab, M. Q. (2007). Membumikan Al-Qur’an. Mizan
Wahid, A. (2006). IslamkuIslam Anda, Islam Kita. The Wahid Institute.
Mufasshal fi Ahkam al-Mar’ah. Mu’assasah al-Risalah.Zuhaili, W. (1997). Al-Fiqh al-Islami wa Adillatuhu. Dar al-Fikr.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Nur Syafiqah, Abdillah Hasan, Misbah Misbah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







