Hase Hawaka Dan Natoni Sebagai Sumber Sejarah Lisan Di Timor

Authors

  • Yohanis Kristianus Tampani STKIP Sinar Pancasila

DOI:

https://doi.org/10.31004/joecy.v6i1.6848

Keywords:

hase hawaka, natoni, sumber sejarah lisan.

Abstract

Hase hawaka dan natoni merupakan sebuah upacara adat berupa sapaan adat yang dilakukan dengan cara bertutur oleh seorang penutur dan didampingi oleh beberapa orang sebagai penegas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode riset kepustakaan (library recearch). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam upacara adat hase hawaka dan natoni terdapat tiga komponen penting di dalamnya, yakni: pertama, pembicara (penutur). Seorang penutur dalam tradisi hase hawaka dan natoni harus menguasai tradisi tersebut. Peran tersebut bukan sembarangan orang melainkan seorang tetua adat atau pemangku adat yang sudah ditunjuk atau seseorang yang sudah diwahyukan. Seorang penutur adalah seseorang yang secara spiritual sudah ditentukan oleh leluhur (ancestor). Kedua, lawan bicara. Sebagai seorang penutur, bisa menguasai situasi di mana kegiatan dilakukan. Ketiga, hal yang dibicarakan. Seorang penutur harus pandai memilih frasa yang sesuai dengan jenis kegiatan yang laksanakan. Oleh karena itu, tutur adat hase hawaka dan natoni secara implisit dapat menghadirkan perspektif historiografi baik sejarah lisan maupun tradisi lisan yang dapat memberikan sumber-sumber lisan yang akurat dan faktual.

References

Abdullah, T., Gunawan, R., Wulan, A., Rabani, L., O., Wahyudi, I., Djamhari, S., A., & Zuhdi, S. (2015). Sejarah Pemikiran Indonesia Modern. Jakarta: Direktorat Sejarah dan Nilai Budaya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Abdurrahman, D. (2011). Metodologi Penelitian Sejarah Islam. Yogyakarta: Penerbit Ombak

Banamtuan, M., F. (2016). Upaya Pelestarian Natoni (Tuturan Adat) Dalam Budaya Timor Dawan (Atoni Meto). Paradigma Jurnal Kajian Budaya, 6(1), 74-90. https://scholarhub.ui.ac.id/paradigma

Benu, N., N., Prasetyo, L., & Denil, M. (2025). Ecological Metaphors In The Natoni Oral Tradition of The Atoin Meto Culture in West Timor, Indonesia. Linguistik Indonesia: Jurnal Ilmiah Masyarakat Linguistik Indonesia, 43(1), 43-58. https://doi.org/10.26499/li.v43i1.651

Dahu, S. (2018). Struktur dan Fungsi Hase Hawaka Manu Kakae pada Masyarakat Tetun Fehan Desa Forek Modok. Jubindo: Jurnal Ilmu Pendidika Bahasa dan Sastra Indonesia, 3(1), 15-24. https://sinta.kemdikbud.go.id/journals/profile/8419

Dienaputra, R., D. (2013). Sejarah Lisan: Metode dan Praktek. Bandung: Balatin Pratama

Fallo, J., D. & Rokhman, F. (2016). Tuturan Ritual Natoni Adat Masyarakat Etnis Timor Dalam Penyambutan Tamu Di Sekolah. Seloka: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 5(2), 105-114. http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/seloka

Hutagaol, N., M. (2023). Sejarah Lisan Merekonstruksi Peristiwa Sejarah. Historia: Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah, 8(1), 21-30. https://journal.unrika.ac.id/index.php/journalhistoria/index

Iswanto, I. (2020). Tradisi Lisan Natoni Dalam Tuturan Ritual Sium Ana Pada Masyarakat Boti Di Nusa Tenggara Timur. Walasuji, Jurnal Sejarah dan Budaya, 11(1), 87-96. https://dx.doi.org/10.36869/wjsb.v11i1.70

Kartodirjo, S. (2017). Pemikiran Dan Perkembangan Historiografi Indonesia. Yogyakarta: Penerbit Ombak.

____________. (1999). Pengantar Sejarah Indonesia Baru: 1500 - 1900 Dari Emporium Sampai Imporium. Jakarta: Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama

Klaran, H. (2023). Integrasi Nilai-Nilai Kearifan Lokal Masyarakat Duakoran dalam Pembelajaran Sosiologi di SMAN Raimanuk East Nusa Tenggara. PENSOS: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Pendidikan Sosiologi, 1(1), 8-14. https://e-journal.unmuhkupang.ac.ic/index.php/pensos/index

Padiatra, A., M. (2021). Sejarah Lisan: Sebuah Pengantar Ringkas. Yogyakarta: Penerbit Buku Belaka.

Purwanto, B., & Adam, A., W. (2013). Menggugat Historiografi Indonesia. Yogyakarta: Penerbit Ombak

Priyadi, S. (2014). Sejarah Lisan. Yogyakarta: Penerbit Ombak

________. (2015). Sejarah Lokal: Konsep, Metode, dan Tantangannya. Yogyakarta: Penerbit Ombak

Rika, F. & Nurdin. (2022). Tradisi Hase Hawaka (Tegur Sapa) Di SMA Negeri 1 Malaka Barat Kabupaten Malaka. SocioEdu: Sociological Education, 3(1), 12-17. https://e-journal.unmuhkupang.ac.id/index.php/se

Romiro, I., M., I., Tampani, Y., K., Bere, A., Kofi, Y., S., & Magalhaes, A., D., J. (2024). Nilai dan Makna Tarian Tebe di Desa Babotin Maemina Kecamatan Botin Leobele Kabupaten Malaka. GURUKU: Jurnal Pendidikan dan Sosial Humaniora, 2(4), 174-185. https://e-journal.poltek-kampar.ac.id/index.php/GURUKU

Vansina, J. (2014). Tradisi Lisan Sebagai Sejarah. Yogyakarta: Penerbit Ombak

Yudha, I., P., K., Rupa, I., W., & Griya, A., A., G., R. (2017). Sistem Kesenian Masyarakat Etnis Dawan Di Kabupaten Timor Tengah Selatan Provinsi Nusa Tenggara Timur. Bali: Balai Pelestarian Nilai Budaya Bali

Zed, M. (2014). Metode Penelitian Kepustakaan. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia.

Downloads

Published

21-01-2026

How to Cite

Yohanis Kristianus Tampani. (2026). Hase Hawaka Dan Natoni Sebagai Sumber Sejarah Lisan Di Timor. Journal of Innovative and Creativity, 6(1), 5535–5543. https://doi.org/10.31004/joecy.v6i1.6848

Issue

Section

Articles