Pendekatan Tematik Atau Maudhui Dalam Kajian Hadist

Authors

  • Heri Iswandi STIQ Kepri
  • Maryono Maryono STIQ Kepri
  • Misbah Misbah STIQ Kepri

DOI:

https://doi.org/10.31004/joecy.v6i1.6791

Keywords:

Pendekatan Tematik Atau Maudhui Dalam Kajian Hadist

Abstract

Artikel ini membahas metode kajian hadist secara tematik (maudhui), yakni dengan mengumpulkan hadist-hadist yang berkaitan dengan satu topik tertentu. Pendekatan ini bertujuan untuk memahami makna hadist secara menyeluruh melalui pengkajian hadis-hadis lain yang memiliki tema sejenis, serta menganalisis hubungan di antara hadis-hadis tersebut. Dengan demikian, diperoleh pemahaman yang komprehensif mengenai topik yang dibahas. Adapun tahapan dalam kajian hadis tematik dimulai dari penentuan isu atau tema yang akan dikaji. Setelah itu, dilakukan pengumpulan hadist-hadist yang relevan, diikuti dengan pengelompokan berdasarkan kategori tertentu. Selanjutnya, dilakukan kajian terhadap sanad dengan menelusuri latar belakang perawi, baik dari sisi integritas pribadi maupun kapasitas keilmuannya. Penelitian juga mencakup analisis matan hadis untuk memastikan tidak terdapat kecacatan (illat) atau kejanggalan (syaz). Langkah berikutnya adalah mengkaji tema-tema yang memiliki makna serupa, membandingkan penjelasan (syarah) dari para ulama terhadap hadist-hadist tersebut, serta memperkaya kajian dengan dalil lain baik berupa hadist tambahan maupun ayat Al-Qur’an yang mendukung. Seluruh hasil penelitian tersebut kemudian disusun secara sistematis dan ditutup dengan penarikan kesimpulan.

References

Ahmad bin Muhammad al-Toyyib Metodologi Tematik dalam Studi Hadis: Pendekatan Maudhū‘ī terhadap Sunnah Nabi (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2015), 45.

Ahmad Syaifuddin, “Literasi Digital dan Tantangan Etika di Era Informasi,” Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 5, No. 2 (2020): 112–114.

Abdul Aziz Dahlan, “Bioetika dalam Perspektif Islam,” Jurnal Studi Islam Vol. 14, No. 2 (2019): 201–204.

Abdullah Saeed, Interpreting the Qur’an: Towards a Contemporary Approach (London: Routledge, 2006), hlm. 65–69.

Al-Bukhari, Sahih al-Bukhari, Kitab al-Adab, Bab “Keutamaan Pemimpin yang Adil” (Beirut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah, 1997), hlm. 45–46.

Asrulla, R., Jailani, M. S., & Jeka, F. Populasi dan sampling (kuantitatif), serta pemilihan informan kunci (kualitatif) dalam pendekatan praktis. Jurnal Pendidikan Tambusai, (2023). 7(3), 26320-26332.

Asrulla, A., Risnita, R., Jailani, M. S., & Jeka, F. Population and sampling (quantitative), and selection of key informants (qualitative) in a practical approach. Tambusai Education Journal, (2023). 7(3), 26320-26332.

Asrulla, Asrulla, et al. "Konsepsi Etika, Moral, Dan Ilmu Pengetahuan Dalam Perspektif Humanisme." Jurnal Genta Mulia 15.2 (2024): 257-268.

Risnita, R. Pendekatan Penelitian Kuantitatif Dan Kualitatif Serta Tahapan Penelitian. Jurnal Genta Mulia, (2024). 15(1), 82-92.

Bhikhu Parekh, Rethinking Multiculturalism: Cultural Diversity and Political Theory (Cambridge: Harvard University Press, 2006), hlm. 3–6.

Jajang A. Rohmana, Metodologi Studi Hadist, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2017), hlm. 75

Jack Donnelly, Universal Human Rights in Theory and Practice, 3rd ed. (Ithaca: Cornell University Press, 2013), hlm. 7–10.

Mujiyono Abdillah, Agama Ramah Lingkungan: Perspektif Al-Qur’an (Jakarta: Paramadina, 2010), hlm. 45–48.

Margaretha Hendriani, “Perempuan dalam Perspektif Islam dan Pembangunan Sosial,” Jurnal Studi Gender Vol. 8, No. 2 (2019): 101–104.

M. Quraish Shihab, Wawasan Al-Qur’an: Tafsir Maudhu’i atas Pelbagai Isu Kontemporer (Jakarta: Lentera Hati, 2002), hlm. 22–25.

M. Syuhudi Ismail, Pengantar Ilmu Hadist, (Jakarta: Bulan Bintang, 1992), hlm. 14.

M. Amin Abdullah, Studi Agama: Normativitas atau Historisitas?, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 1999), hlm. 134–135.

M. Syuhudi Ismail, Pengantar Ilmu Hadist, (Jakarta: Bulan Bintang, 1992), hlm. 89.

M. Amin Abdullah, Islam sebagai Ilmu: Epistemologi, Metodologi, dan Etika Keilmuan Islam, (Yogyakarta: Islamic Higher Education Press, 2006), hlm. 154–156.

M. Amin Abdullah, Islam sebagai Ilmu: Epistemologi, Metodologi, dan Etika Keilmuan Islam, (Yogyakarta: Islamic Higher Education Press, 2006), hlm. 160–162.

Muhammad bin Isma‘il Al-Bukhari, Ṣaḥīḥ al-Bukhārī, Kitāb al-Aḥkām, Bāb al-Quḍāt al-‘Adl, Hadist no. 7138; Muslim bin al-Ḥajjāj, Ṣaḥīḥ Muslim, Kitāb al-Imārah, Bāb Inna al-Imām ‘Adl, Hadist no. 1827.Mahmud Thahhan, Taisīr Muṣṭalaḥ al-Ḥadīṡ, (Beirut: Maktabah al-Ma‘ārif, 1996), hlm. 11

Muhammad Mustafa Al-A‘zami, The History of the Qur’anic Text: From Revelation to Compilation (Leicester: Islamic Foundation, 2003), hlm. 78–82.

Subhi al-Shalih, ‘Ulūm al-Ḥadīth wa Muṣṭalaḥuhu, (Beirut: Dār al-‘Ilm li al-Malāyīn, 1984), hlm. 27.

Sayyid Qutb, Fi Zilal al-Qur’an, Juz 2, Surah al-Nisa’ ayat 58 (Cairo: Dar al-Shuruq, 2000), hlm. 145–147

Wahbah al-Zuhaili, Uṣūl al-Fiqh al-Islāmī, Jil. 2 (Damaskus: Dār al-Fikr, 1986), hlm. 841.

Yusuf al-Qaradawi, Kaifa Nata‘amal Ma‘a al-Sunnah al-Nabawiyyah (Kairo: Maktabah Wahbah, 1991), s104–105.

Downloads

Published

12-01-2026

How to Cite

Iswandi, H., Maryono, M., & Misbah, M. (2026). Pendekatan Tematik Atau Maudhui Dalam Kajian Hadist. Journal of Innovative and Creativity, 6(1), 2137–2146. https://doi.org/10.31004/joecy.v6i1.6791

Issue

Section

Articles