Dari Teori ke Praksis: Menelusuri Dasar Epistemologis Ilmu Manajemen sebagai Ilmu Terapan

Authors

  • Sunarto Universitas Islam Bandung
  • Muhardi Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

DOI:

https://doi.org/10.31004/joecy.v6i1.6725

Keywords:

Epistemologi Manajemen, Ilmu Terapan, Filsafat Ilmu, Teori dan Praksis, Ilmu Desain (Design Science).

Abstract

Tujuan: Artikel ini bertujuan untuk menelusuri dan menganalisis hakikat epistemologis ilmu manajemen guna memperjelas status dan fondasi keilmuannya sebagai sebuah ilmu terapan melalui tinjauan filsafat ilmu. Pendahuluan: Ilmu manajemen kerap dihadapkan pada pertanyaan mendasar mengenai validitas pengetahuan dan status keilmuannya, yang terombang-ambing antara klaim sebagai disiplin ilmiah dan kritik sebagai kumpulan preskripsi praktis semata. Untuk menjawab keraguan ini, diperlukan penyelidikan filosofis terhadap dasar epistemologis yang membangun otoritas keilmuannya, khususnya dengan memposisikannya dalam kerangka ilmu terapan. Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan filsafat ilmu dan studi kepustakaan sistematis (systematic literature review). Analisis dilakukan secara kritis-hermeneutis terhadap sumber primer dari filsafat ilmu dan sumber sekunder mengenai epistemologi manajemen, untuk kemudian disintesiskan dalam suatu konstruksi argumen filosofis tentang struktur pengetahuan manajemen.Hasil dan Pembahasan: Analisis mengungkapkan bahwa ilmu manajemen memiliki epistemologi yang khas, yakni bersifat praksis-sentris dan instrumental. Validitas pengetahuannya terletak pada keberdaygunaannya (pragmatic utility) dalam memecahkan masalah organisasional yang kompleks. Pengetahuan manajemen dibangun melalui siklus dialektis reflektif yang non-linear antara teori dan praktik, di mana praksis berfungsi sebagai sumber masalah, arena uji, dan kritis terakhir. Sebagai ilmu yang terlibat dengan tindakan, manajemen secara inheren tidak bebas nilai (non-value free), sehingga pertimbangan aksiologis dan etis menjadi bagian integral dari epistemologinya. Sintesis temuan menempatkan ilmu manajemen sebagai ilmu desain (design science) yang reflektif, yang memadukan efektivitas instrumental dengan evaluasi kritis atas nilai dan dampak sosial.Kesimpulan: Disimpulkan bahwa hakikat ilmu manajemen adalah sebagai ilmu terapan yang reflektif, dengan epistemologi yang berpusat pada praksis dan siklus pengetahuan dialektis. Pemahaman ini menegaskan bahwa legitimasi ilmiah manajemen berasal dari kemampuannya menghasilkan pengetahuan untuk tindakan yang efektif dan bertanggung jawab. Implikasinya menuntut integrasi antara pendidikan teknis dan kapasitas refleksi etis, pendekatan penelitian yang partisipatif, serta praktik manajemen yang disadari sebagai praksis moral.

References

Alvesson, M., & Sandberg, J. (2013). Constructing Research Questions: Doing Interesting Research. SAGE Publications Ltd.

Argyris, C., & Schön, D. A. (1974). Theory in Practice: Increasing Professional Effectiveness. Jossey-Bass.

Eden, C., & Huxham, C. (1996). Action Research for Management Research. British Journal of Management, 7(1), 75–86.

Ghoshal, S. (2005). Bad Management Theories Are Destroying Good Management Practices. Academy of Management Learning & Education, 4(1), 75–91.

Gibbons, M., Limoges, C., Nowotny, H., Schwartzman, S., Scott, P., & Trow, M. (1994). The New Production of Knowledge: The Dynamics of Science and Research in Contemporary Societies. SAGE Publications Ltd.

Gioia, D. A., Corley, K. G., & Hamilton, A. L. (2013). Seeking Qualitative Rigor in Inductive Research: Notes on the Gioia Methodology. Organizational Research Methods, 16(1), 15–31.

Habermas, J. (1972). Knowledge and Human Interests. Beacon Press.

Kuhn, T. S. (2012). The Structure of Scientific Revolutions (4th ed.). The University of Chicago Press.

Mintzberg, H. (2004). Managers Not MBAs: A Hard Look at the Soft Practice of Managing and Management Development. Berrett-Koehler Publisher.

Popper, K. R. (2002). The Logic of Scientific Discovery. Routledge Classics.

Rorty, R. (1979). Philosophy and the Mirror of Nature. Princeton University Press.

Sandberg, J., & Tsoukas, H. (2011). Grasping the Logic of Practice: Theorizing Through Practical Rationality. Academy of Management Review, 36(2), 338–360.

Schön, D. A. (1983). The Reflective Practitioner: How Professionals Think in Action. Basic Books.

Tranfield, D., & Starkey, K. (1998). The Nature, Social Organization and Promotion of Management Research: Towards Policy. British Journal of Management, 9(4), 341–353.

Tsoukas, H., & Chia, R. (2011). Philosophy and Organizational Theory: What Philosophers Have to Offer Organization Theorists. In Philosophy and Organization Theory (pp. 1–21). Emerald Group Publishing Limited.

Van Aken, J. E. (2005). Management Research as a Design Science: Articulating the Research Products of Mode 2 Knowledge Production in Management. British Journal of Management, 16(1), 19–36.

Downloads

Published

17-01-2026

How to Cite

Sunarto, & Muhardi. (2026). Dari Teori ke Praksis: Menelusuri Dasar Epistemologis Ilmu Manajemen sebagai Ilmu Terapan . Journal of Innovative and Creativity, 6(1), 3133–3143. https://doi.org/10.31004/joecy.v6i1.6725

Issue

Section

Articles