Penyediaan Kapal Pengangkut sebagai Infrastruktur Kesehatan di Wilayah Kepulauan: Kajian Teoretis dan Strategi Logistik
DOI:
https://doi.org/10.31004/joecy.v5i2.667Keywords:
kapal pengangkut kesehatan, logistik maritim, sistem kesehatan kepulauan, layanan kesehatan terpencil, kemitraan pemerintah-swasta, cold chain, transportasi lautAbstract
Indonesia sebagai negara kepulauan menghadapi tantangan besar dalam menyediakan layanan kesehatan yang merata, terutama di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar). Dalam konteks ini, kapal pengangkut memegang peranan strategis, tidak hanya sebagai moda transportasi tetapi juga sebagai bagian dari infrastruktur esensial dalam sistem kesehatan. Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi secara teoretis peran penyediaan kapal pengangkut dalam mendukung distribusi layanan kesehatan di wilayah kepulauan serta merumuskan strategi logistik berbasis laut yang adaptif dan berkelanjutan. Menggunakan pendekatan kajian literatur naratif, penelitian ini menganalisis temuan dari berbagai studi dan dokumen kebijakan dalam tiga aspek: (1) kapal pengangkut sebagai infrastruktur kesehatan, (2) tantangan distribusi logistik kesehatan di wilayah kepulauan, dan (3) strategi integrasi kapal dalam sistem layanan kesehatan. Hasil kajian menunjukkan bahwa distribusi logistik kesehatan mengalami hambatan signifikan akibat minimnya kapal khusus pengangkut medis, infrastruktur pelabuhan yang terbatas, absennya fasilitas cold chain, serta tidak stabilnya jadwal pelayaran. Untuk mengatasi persoalan ini, diperlukan tiga strategi utama: pengembangan skema Kapal Pengangkut Kesehatan (KPK), penerapan kemitraan pemerintah-swasta (PPP), serta digitalisasi dan pelacakan logistik secara real-time. Integrasi lintas sektor antara transportasi dan kesehatan merupakan kunci dalam memperkuat ketahanan sistem kesehatan nasional. Kajian ini menegaskan bahwa penyediaan kapal pengangkut harus dipandang sebagai bagian integral dari infrastruktur kesehatan masyarakat, yang tidak hanya mendukung efisiensi logistik, tetapi juga menjadi penentu dalam keberhasilan layanan kesehatan di negara kepulauan seperti Indonesia.
References
Arief, H., Suryaningtyas, A., & Nuraini, M. (2023). Konektivitas Maritim dan Pembangunan Daerah 3T. Jakarta: LIPI Press.
Bappenas. (2021). Kajian Rencana Pembangunan Infrastruktur Pelabuhan Kesehatan di Wilayah Timur Indonesia. Jakarta: Kementerian PPN/Bappenas.
Carvalho, A. C., Mendes, A. S., & Silva, R. G. (2018). Ensuring Safety in the Transportation of Medical Cargo by Sea. Maritime Policy & Management, 45(6), 745–760. https://doi.org/10.1080/03088839.2018.1420487
Damayanti, A., Zulfikar, T., & Lestari, S. (2023). Peran Kapal dalam Distribusi Logistik Kesehatan Wilayah Kepulauan. Jurnal Logistik dan Kesehatan, 8(1), 33–45.
Hardianti, I., Yusuf, M., & Susanti, R. (2021). Dampak Pengembangan Pelabuhan Bungkutoko terhadap Peningkatan Akses Ekonomi dan Sosial Masyarakat. Jurnal Ekonomi Infrastruktur, 5(2), 122–134.
Laksono, T. R., & Sandra, I. (2020). Aksesibilitas Layanan Kesehatan di Wilayah Terpencil: Studi Kasus NTT dan Papua. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, 15(3), 190–201.
Lukmayani, D., Kurniawan, D., & Sari, A. D. (2021). Ketimpangan Akses Kesehatan di Indonesia Timur: Solusi Integratif Lintas Sektor. Jurnal Kebijakan Publik, 10(2), 87–96.
Medhekar, A. (2025). Public-Private Partnerships for Health Infrastructure in Developing Economies. Journal of Health Economics and Management, 20(1), 55–70.
Muthusamy, S., Ibrahim, N., & Wahid, S. (2019). Synchronizing Health and Maritime Logistics in Remote Island Settings. Journal of Supply Chain in Healthcare, 7(3), 141–154.
Setyaningtyas, H., & Ayuningtyas, D. (2025). Infrastruktur Medis dan Aksesibilitas Layanan Kesehatan: Studi Kepulauan Seribu. Jurnal Administrasi Kesehatan Indonesia, 13(1), 1–12.
Shobiha, R., & Yuniasih, D. (2022). Tol Laut dan Distribusi Kesehatan di Kawasan Indonesia Timur. Jurnal Transportasi Laut dan Kepulauan, 11(4), 88–97.
Sulistyo, B., Hidayat, M., & Wulandari, I. (2023). Keterlambatan Layanan Medis Akibat Ketidakteraturan Transportasi di Daerah Terpencil. Jurnal Kesehatan Global, 5(1), 12–25.
UNCTAD. (2020). Review of Maritime Transport 2020. Geneva: United Nations Conference on Trade and Development.
Utami, N., & Nasution, A. (2020). Insentif Fiskal dan Dukungan Transportasi untuk Wilayah Terpencil. Jurnal Keuangan Negara dan Kebijakan Publik, 6(1), 34–49.
Zaski, M., Darmawan, R., & Putri, H. (2023). Peran Transportasi Laut dalam Evakuasi Medis di Indonesia Timur. Jurnal Pelayanan Kesehatan Darurat, 4(2), 44–53.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Astie Trisnawati, Eliyanti Agus Mokodompit

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







