Gambaran Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Nutrisi Untuk Mencegah Anemia Di Desa Sei Limbat Tahun 2025
DOI:
https://doi.org/10.31004/joecy.v6i1.6639Keywords:
pengetahuan, nutrisi, anemia, ibu hamil, zat besiAbstract
Anemia pada ibu hamil masih menjadi masalah kesehatan signifikan di Indonesia. Kekurangan zat besi dan kurangnya pengetahuan tentang nutrisi menjadi faktor yang memengaruhi tingginya prevalensi anemia. Desa Sei Limbat merupakan salah satu wilayah dengan akses terbatas terhadap informasi kesehatan reproduksi, termasuk pengetahuan tentang nutrisi untuk mencegah anemia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan ibu hamil tentang nutrisi dalam upaya pencegahan anemia di Desa Sei Limbat. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel sebanyak 40 ibu hamil dipilih dengan teknik total sampling. Instrumen berupa kuesioner terstruktur yang telah diuji validitas dan reliabilitas. Analisis data dilakukan secara univariat menggunakan distribusi frekuensi. Penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 70% ibu hamil memiliki pengetahuan rendah tentang nutrisi pencegahan anemia. Selain itu, 65% ibu hamil terdeteksi mengalami anemia ringan hingga sedang berdasarkan pemeriksaan Hb. Hasil juga menunjukkan hubungan pola konsumsi makanan rendah zat besi dengan status Hb yang rendah. Sebagian besar ibu hamil di Desa Sei Limbat memiliki pengetahuan rendah tentang nutrisi pencegahan anemia dan sebagian besar responden mengalami anemia. Perlunya edukasi berkelanjutan mengenai nutrisi kaya zat besi, peningkatan konsumsi pangan lokal seperti pakis sayur, daun kelor, ikan sungai, dan hati ayam, serta optimalisasi peran tenaga kesehatan dan kader gizi dalam memberikan penyuluhan kepada ibu hamil.
References
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023. Kementerian Kesehatan RI.
World Health Organization. (2024). Daily iron and folic acid supplementation during pregnancy (WHO recommendation). WHO ELENA. https://www.who.int.
World Health Organization. (2024). Antenatal iron supplementation. WHO Nutrition Landscape Information System. https://www.who.int.
Salmen, B. M., Tuck, K. L., & Anstey, N. M. (2023). Iron supplementation in pregnancy: A guideline review. MDPI. https://www.mdpi.com.
Ramadhanti, I. P., Putri, N., & Widayanti, N. (2023). Kukusan pakis jukut (Diplazium esculentum Swartz) pada kadar hemoglobin remaja putri. Al-Insyirah Midwifery Journal, 12(2), 159–166.
Tharmabalan, R. T., Mee, P. K., & Idris, S. (2023). Nutritional profiles of four promising wild edible plants. Journal of Food Composition and Analysis, 125, 105258. https://doi.org/10.1016/j.jfca.2023.105258.
Choiriyah, D. N., Rahmi, R., & Yuliana, Y. (2024). The relationship between protein intake, iron intake, and diet quality with hemoglobin levels. Jurnal Gizi Unesa, 12(1), 45–52.
Qisthy, A. F. Q. W., Sari, A. P., & Widodo, N. (2025). The relationship between knowledge of anemia and its incidence in pregnant women. Jurnal Bidan Kestrad, 10(1), 22–30.
World Health Organization. (2023). Iron deficiency anaemia: Assessment, prevention and control—A guide for programme managers. WHO Press.
De Moor, V., Anderson, K., & Phillips, R. (2025). Iron deficiency anaemia in pregnancy: Screening and management. Journal of Maternal Health Review, 18(1), 55–72.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Nurhayani Harahap, Tifani Hadi Tri Wahyuni, Asima Lamtiar Hotnauli Pakpahan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







