Pengangkutan Kargo Umum dan Implikasinya terhadap Distribusi Layanan Kesehatan di Wilayah Kepulauan: Kajian Teoretis Sistem Logistik
DOI:
https://doi.org/10.31004/joecy.v5i2.661Keywords:
Pengangkutan kargo umum, logistik kesehatan masyarakat, infrastruktur maritim wilayah kepulauan, rantai pasok layanan kesehatan terpencil, rantai dingin vaksinAbstract
Indonesia, sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, menghadapi tantangan logistik yang kompleks dalam distribusi layanan kesehatan, terutama di wilayah terpencil, tertinggal, dan terluar (3T). Transportasi laut, khususnya pengangkutan kargo umum, memainkan peran vital dalam memastikan ketersediaan logistik kesehatan seperti vaksin, obat-obatan, dan alat medis ke daerah-daerah tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kajian literatur naratif dengan menganalisis sumber-sumber dari jurnal ilmiah, laporan organisasi internasional, dan dokumen kebijakan nasional periode 2013–2024. Hasil kajian mengidentifikasi bahwa keterbatasan infrastruktur pelabuhan, frekuensi pelayaran yang rendah, dan kurangnya integrasi data antara sektor kesehatan dan transportasi menjadi hambatan utama dalam distribusi logistik kesehatan. Rekomendasi yang diusulkan meliputi integrasi perencanaan transportasi dan kesehatan, penerapan kebijakan Public Service Obligation (PSO) untuk pelayaran ke daerah 3T, serta digitalisasi rantai pasok berbasis data real-time. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi pengambilan kebijakan untuk meningkatkan aksesibilitas dan kualitas layanan kesehatan di seluruh wilayah Indonesia.
References
Asian Development Bank. (2022). Strengthening Maritime Supply Chains in Island Nations. Manila: ADB Publications.
Barasa, E., Ouma, P. O., & Mbau, R. (2022). Delivering health care in remote settings: Challenges and logistics innovations. Global Health Action, 15(1), 2041569. https://doi.org/10.1080/16549716.2022.2041569
Gattorna, J. (2015). Dynamic Supply Chains: How to Design, Build and Manage People-Centric Value Networks (3rd ed.). Harlow: Pearson Education.
Lam, J. S. L., & Yap, W. Y. (2019). Public service obligation contracts in maritime transport: Rationale and application. Maritime Policy & Management, 46(3), 345–361. https://doi.org/10.1080/03088839.2018.1548470
Mentzer, J. T., DeWitt, W., Keebler, J. S., Min, S., Nix, N. W., Smith, C. D., & Zacharia, Z. G. (2001). Defining supply chain management. Journal of Business Logistics, 22(2), 1–25. https://doi.org/10.1002/j.2158-1592.2001.tb00001.x
Peters, D. H., Garg, A., Bloom, G., Walker, D. G., Brieger, W. R., & Rahman, M. H. (2008). Poverty and access to health care in developing countries. Annals of the New York Academy of Sciences, 1136(1), 161–171. https://doi.org/10.1196/annals.1425.011
Rodrigue, J.-P., & Notteboom, T. (2011). The Geography of Transport Systems (3rd ed.). New York: Routledge.
Sihombing, L., & Surbakti, H. (2019). Efektivitas Pelayaran Perintis dalam Distribusi Barang Strategis di Kawasan Timur Indonesia. Jurnal Transportasi Laut, 15(2), 79–91.
UNCTAD. (2020). Review of Maritime Transport 2020. Geneva: United Nations Conference on Trade and Development. https://unctad.org/system/files/official-document/rmt2020_en.pdf
World Health Organization. (2022). Logistics Handbook for Health Emergency Response in Island Regions. Geneva: WHO.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Nur Yazlim, Eliyanti Agus Mokodompit

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







