Peran Orang Tua Dalam Menggerakkan Partisipasi Orang Muda Katolik Dalam Kehidupan Menggereja Di Kuasi Paroki Santo Benediktus Abbas Lalundu
DOI:
https://doi.org/10.31004/joecy.v6i1.6526Keywords:
Orang Tua, Orang Muda Katolik, Partisipasi, Kehidupan Menggereja, Penelitian KualitatifAbstract
Orang Muda Katolik (OMK) memegang peran strategis dalam menjaga dan melanjutkan kehidupan Gereja. Namun, partisipasi mereka dalam kegiatan menggereja sering menghadapi hambatan akibat perubahan sosial, kemajuan teknologi, kesibukan pendidikan, dan kurangnya pendampingan iman yang konsisten. Salah satu faktor kunci yang memengaruhi keterlibatan OMK adalah peran orang tua sebagai pendidik iman pertama di keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk memahami secara mendalam bagaimana orang tua menggerakkan partisipasi OMK dalam kehidupan Gereja. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif, melalui pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap orang tua dan OMK di lingkungan paroki. Analisis dilakukan dengan langkah-langkah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua berperan sebagai pendidik iman, teladan hidup kristiani, motivator, serta pemberi dukungan yang nyata bagi keterlibatan OMK. Keterlibatan orang tua yang konsisten terbukti mampu meningkatkan partisipasi OMK secara aktif dalam kehidupan menggereja. Oleh karena itu, kerja sama antara keluarga dan Gereja perlu terus diperkuat untuk mendukung pertumbuhan iman dan keaktifan kaum muda Katolik.
References
Berger, P. L., & Luckmann, T. (1966). The Social construction of reality: A treatise in the sociology of knowledge. New York, NY: Anchor Books.
Bowbly, J. (1988). A secure base: Parent-child attachment and healty human development. Sage publications.
Creswell, J. W., & Poth, C. N, (2018). Qualitative inquiry and research degsin: choosing among five apporoaches (4th ed). Thousand Oaks, CA: Sage publications.
Flick, U. (2018). An introducation to qualitative research (5th ed). London: Sage Publications.
Groome, T. H. (2017). Will there be faith? A new vision for educating and growing disciples. New York NY: HarpeOne.
King. P. E, & Boyatzis, C. . (2015). Religious and spiritual development. Dalam R. M. Lerner (Ed.), Handbook of child psychology and developmental science (pp. 975-1021). Hoboken, NJ: Wiley.
Konsili Vatikan II. (1965). Apostolicam Actuositatem. Jakarta: Dokumen Konsili Vatikan II, Departemen Dokumentasi dan Penerangan KWI.
Konsili vatikan II. (1965) Gravissimum Educationis. Jakarta: Dokumentasi Konsili vatikan II, Departemen Dokumentasi dan Penerangan KWI.
Katekismus Gereja Katolik. (1997). Katekismus Gereja Katolik. Jakarta: Dokumentasi dan Penerangan Konferensi Waligereja Indonesia.
Miles, M. B, Huberman, A, M., & Saldana, J. (2019). Qualitative data analysis: a methods sourcebook (4th ed). Thousand Oaks, CA: Sage Publications.
Paus Fransiskus. (2019). Christus Vivit (Kristus Hidup). Jakarta: Dokpen KWI.
Sancrock, J. W. (2019). Life-span development (17th ed.). New York, NY: McGraw-Hill Education .
Setiawan, B., & Sudrajat, A. (2022). Keluarga sebagai agen sosialisasi nilai religius bagi kaum muda. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 25(3), 287-300.
Sugiyono. (2022). Metode penelitian kualitatif: Untuk penelitian yang bersifat eksploratif, interpretif, interaktif, dan konstruktif. Bandung: Alfabeta.
Alkitab. (2019). Alkitab Deuterokanonika. Jakarta: Lembaga Alkitab Indonesia.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 J. F. Imbang, M. D. Pinanti, V. O. Rengkung, P. Sabudia, V. Tida

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







