Analisis Teoretis Hubungan Antara Pasar Pelayaran dan Ketahanan Kesehatan di Wilayah Kepulauan Indonesia
DOI:
https://doi.org/10.31004/joecy.v5i2.646Keywords:
sistem kesehatan, pelayaran, wilayah kepulauan, logistik kesehatan, ketahanan kesehatan.Abstract
Indonesia sebagai negara kepulauan dengan lebih dari 17.000 pulau menghadapi tantangan serius dalam menjamin distribusi layanan kesehatan yang merata, terutama di wilayah terpencil. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pasar pelayaran dalam mendukung ketahanan sistem kesehatan di wilayah kepulauan Indonesia. Metode yang digunakan adalah kajian pustaka sistematis (systematic literature review) dengan sumber data sekunder dari jurnal akademik, laporan WHO, Kementerian Kesehatan, Kementerian Perhubungan, UNCTAD, dan Bank Dunia. Analisis dilakukan secara kualitatif dengan pendekatan interdisipliner yang menggabungkan perspektif ekonomi maritim, kebijakan kesehatan masyarakat, dan logistik. Hasil kajian menunjukkan bahwa distribusi logistik kesehatan di Indonesia sangat bergantung pada keberlangsungan dan efisiensi sistem pelayaran nasional. Struktur pasar pengangkutan yang berorientasi pada keuntungan menciptakan kesenjangan distribusi di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar). Selain itu, kurangnya integrasi antara kebijakan kesehatan dan transportasi laut serta lemahnya infrastruktur pelabuhan kecil dan fasilitas rantai dingin memperparah kerentanan sistem kesehatan. Penelitian ini merekomendasikan adanya integrasi kebijakan lintas sektor, penyediaan kapal logistik khusus kesehatan, serta penguatan infrastruktur pelabuhan sebagai strategi untuk meningkatkan ketahanan dan keadilan sistem kesehatan nasional di wilayah kepulauan.
References
Barasa, E., Cloete, K., & Gilson, L. (2017). From bouncing back to nurturing emergence: Reframing the concept of resilience in health systems strengthening. Health Policy and Planning, 32(suppl_3), iii91–iii94. https://doi.org/10.1093/heapol/czx118
Chen, J., & Zheng, Y. (2022). Maritime transport and healthcare delivery in fragmented regions: A review. Journal of Maritime Logistics, 5(1), 22–34.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Laporan Kinerja Kesehatan Daerah 2023. Jakarta: Pusat Data dan Informasi.
Kementerian Perhubungan Republik Indonesia. (2023). Data Pelabuhan dan Lalu Lintas Pelayaran Nasional. Jakarta: Pusat Data dan Informasi Transportasi Laut.
Kitchenham, B., & Charters, S. (2007). Guidelines for performing Systematic Literature Reviews in Software Engineering. EBSE Technical Report.
Kruk, M. E., Myers, M., Varpilah, S. T., & Dahn, B. T. (2015). What is a resilient health system? Lessons from Ebola. The Lancet, 385(9980), 1910–1912. https://doi.org/10.1016/S0140-6736(15)60755-3
Mirzayi, M., & Motaghi, M. (2024). Freight markets and health logistics in the Indo-Pacific maritime zone. Global Health & Transport Journal, 3(2), 77–91.
Stiglitz, J. E. (2000). Economics of the Public Sector (3rd ed.). New York: W.W. Norton & Company.amseif.ir
Tranfield, D., Denyer, D., & Smart, P. (2003). Towards a methodology for developing evidence‐informed management knowledge by means of systematic review. British Journal of Management, 14(3), 207–222. https://doi.org/10.1111/1467-8551.00375
United Nations Conference on Trade and Development (UNCTAD). (2021). Review of Maritime Transport 2021. Geneva: United Nations.
World Bank. (2021). Indonesia Health Systems Strengthening Project. Jakarta: World Bank. https://documents.worldbank.org/curated/en/099111723114093413/pdf/BOSIB0fdfe176800908ac8043df4bf6fcfb.pdfWorld Bank+1World Bank+1
World Health Organization. (2022). South-East Asia Regional Strategy for Primary Health Care: 2022–2030. Geneva: WHO Press. https://www.who.int/publications/i/item/9789290229094
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Wa Ode Megasari, Eliyanti Agus Mokodompit

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







