Hubungan Antara Sanitasi Lingkungan Dengan Kejadian Diare Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Tombatu Kabupaten Minahasa Tenggara
DOI:
https://doi.org/10.31004/joecy.v5i2.620Keywords:
Sanitasi Lingkungan, Diare, BalitaAbstract
Sanitasi berhubungan erat dengan kesehatan lingkungan yang dapat memengaruhi derajat kesehatan masyarakat meningkatnya penularan penyakit lingkungan berbasis lingkungan seperti diare. Penyakit diare sering menyerang balita, bila tidak diatasi lebih lanjut akan menyebabkan dehidrasi yang mengakibatkan kematian. Tujuan bertujuan untuk menganalisis hubungan penyediaan air bersih, jamban, SPAL, dan pembuangan sampah dengan kejadian diare pada balita di wilayah kerja Puskesmas Tombatu Kabupaten Minahasa Tenggara. Jenis penelitan ini yaitu penelitian kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Penelitian ini dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Tombatu Kabupaten Minahasa Tenggara. Populasi penduduk balita berjumlah 296 balita dengan sampel berjumlah 35 sampel. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah sanitasi lingkungan: penyediaan air bersih, penggunaan jamban, SPAL dan pembuangan sampah, variabel terikat dalam penelitian ini adalah kejadian diare pada balita. analisa data dilakukan menggunakan analisa univariat dan analisa bivariat serta metode uji yang digunakan adalah uji chi-square. Hasil penelitian uji hubungan menunjukkan bahwa penyediaan air bersih (p=0,001), penggunaan jamban (p=0,001), SPAL (p=0,001), dan pembuangan sampah (p=0,001). Kesimpulan penelitian ini yaitu terdapat hubungan antara penyediaan air bersih, jamban, SPAL, dan pembuangan sampah dengan kejadian diare pada balita di wilayah kerja Puskesmas Tombatu Kabupaten Minahasa Tenggara.
.
References
Adrianto, R. (2018). Pemantauan jumlah bakteri coliform di perairan sungai Provinsi Lampung. Jurnal Teknologi Agroindustri, 10(1).
Ambarita, B., & Putri, M. (2021). Skripsi Hubungan Sanitasi Dasar Dengan Kejadian Diare Pada Masyarakat Di Wilayah Kerja Puskesmas Bahorok Kecamatan Bahorok Kabupaten Langkat Tahun 2021.
Bangun, H. A., & Nababan, D. (2020). Hubungan sanitasi dasar dengan kejadian diare pada balita di desa durian kecamatan pantai labu kabupaten Deli Serdang. Jurnal Teknologi Kesehatan dan Ilmu Sosial (Tekesnos), 2(1), 57-66.
Daramusseng, A., & Syamsir, S. (2021). Studi kualitas air sungai karang mumus ditinjau dari parameter Escherichia coli untuk keperluan higiene sanitasi. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia, 20(1), 1-6.
Effendi, S. U., Aprianti, R., & Angelia, L. (2022). Hubungan Kualitas Air Bersih dan Saluran Pembuangan Air Limbah (SPAL) Dengan Kejadian Diare Pada Balita. Jurnal Sains Kesehatan, 29(2), 19-27.
Falita, C. M., Zakaria, R., & Zahara, M., 2023. Hubungan Sanitasi Dasar Dengan Kejadian Penyakit Diare Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Seunuddon Kabupaten Aceh Utara Tahun 2023. Journal Of Healthcare Technology and Medicine, 9(2), 1517-1529.
Fithriyana, R. (2017). Hubungan Lingkungan Rumah dengan Kejadian Diare pada Balita di Desa Suka Damai Wilayah Kerja Puskesmas Ujung Batu Kabupaten Rokan Hulu. PREPOTIF: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 1(1), 41-49.
Hamzah, B., & Hamzah, S. 2021. Hubungan Penggunaan Air Bersih Dan Jamban Keluarga dengan Kejadian Diare pada Balita. PREPOTIF: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 5(2), 761-769.
Irianty, H., Hayati, R., & Riza, Y., 2018. Hubungan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dengan kejadian diare pada balita. PROMOTIF: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 8(1), 1–10.
Iryanto, A. A., Joko, T., & Raharjo, M. (2021). Literature review: Faktor risiko kejadian diare pada balita di Indonesia. Jurnal Kesehatan Lingkungan, 11(1), 1-7.
Katiandagho, D., & Darwel, D., 2019. Hubungan Penyediaan Air Bersih dan Jamban Keluarga Dengan Kejadian Diare Pada Balita Di Desa Mala Kecamatan Manganitu Tahun 2015. Jurnal Sehat Mandiri, 14(2).
Kementerian Kesehatan RI. 2011. Situasi diare di Indonesia. Buletin Jendela Data Dan Informasi Kesehatan, 2(2), 1–6. Jakarta
Kementerian Kesehatan RI. 2013. Riset Kesehatan Dasar 2013. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan
Kementerian Kesehatan RI. 2016. PMK RI No. 39 Tahun 2016 Pedoman Penyelenggaraan program indonesia sehat dengan pendekatan keluarga.
Kementerian Kesehatan RI. 2018. Laporan Nasional Riskedas 2018. Jakarta
Luthfiana, N., & Utami, N. (2016). Faktor-faktor yang memengaruhi kejadian diare pada anak. Medical Journal of Lampung University [MAJORITY], 5(4), 101-106.
Massie, F. E., Layuk, S., & Duka, R. S. (2023, December). Toilet Use And Amount Of Escherichia Coli In The Molompar River District Southeast Minahasa. In PROSIDING SEMINAR NASIONAL (Vol. 2, pp. 89-95).
Maywati, S., Gustaman, R. A., & Riyanti, R. (2023). Sanitasi Lingkungan Sebagai Determinan Kejadian Penyakit Diare pada Balita di Puskesmas Bantar Kota Tasikmalaya. Journal Health & Science: Gorontalo Journal Health and Science Community, 7(2), 219-229.
Miswan, M., Ramlah, S., & Rasyid, R. (2018). Hubungan Sanitasi Lingkungan dengan Penyakit Diare Pada Masyarakat di Desa Tumpapa Indah Kecamatan Balinggi Kabupaten Parigi Muotong Propinsi Sulawesi Tengah. UNM Environmental Journals (UEJ), 1(1), 33-38.
Nur, N. H., Rahmadani, N., & Hermawan, A., 2022. Hubungan Sanitasi Lingkungan dengan Kejadian Diare pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Pertiwi Kota Makassar. Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI), 5(3), 298-303.
Nursalim, N., Saputri, M. M., Nurlinda, N., Muhammad, S., Jumawati, J., Nastia, N., & Hidayatullah, M. (2020). Pembinaan Masyarakat Dalam Perbaikan Sanitasi Lingkungan. INTEGRITAS: Jurnal Pengabdian, 4(1), 95-102.
Prawati, D. D., & Haqi, D. N. (2019). Faktor yang mempengaruhi kejadian diare di Tambak Sari, Kota Surabaya. Jurnal promkes, 7(1), 34-45.
Putra, A. D. P., Rahardjo, M., & Joko, T. (2017). Hubungan sanitasi dasar dan personal hygiene dengan kejadian diare pada balita di wilayah kerja Puskesmas Tasikmadu Kabupaten Karanganyar. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 5(1), 422-429.
Qisti, D. A., Putri, E. N. E., Fitriana, H., Irayani, S. P., & Pitaloka, S. A. Z. (2021). Analisisis aspek lingkungan dan perilaku terhadap kejadian diare pada balita di Tanah Sareal. Jurnal Inovasi Penelitian, 2(6), 1661-1668
Radjabaycolle, I. F., Kandou, G. D., & Malonda, N. S. (2019). Hubungan Antara Tingkat Pendidikan Dan Pengetahuan Ibu Dengan Tindakan Pendegahan Diare Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Tikala Baru Kota Manado. KESMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi, 8(7).
Saputri, N. (2019). Hubungan Faktor Lingkungan Dengan Kejadian Diare Pada Balita Di Puskesmas Bernung. Jurnal Ilmu Keperawatan Dan Kebidanan, 10(1), 101-110.
Sumampouw, O. J. (2017). Diare Balita: Suatu Tinjauan dari bidang Kesehatan Masyarakat. Deepublish.
Tangka, W. J, Rizqia, A., & Laoh, M. J., 2014. Faktor - Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Diare Pada Anak Balita di Puskesmas Bintauna Kabupaten Bolaang Mongondow Utara. Juiperdo, 3(No, 2).
Tumiwa, E., Joseph, W. B., & Akili, R. H. (2020). Studi Kualitas Fisik dan Bakteriologis Air PDAM Unit Tombatu Kabupaten Minahasa Tenggara. KESMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi, 9(4).
Utami, K. Y., Armerinayanti, N. W., & Lely, A. A. O. (2023). Gambaran Kejadian Diare pada Balita di Rumah Sakit Umum Daerah Wangaya Denpasar. Aesculapius Medical Journal, 3(3), 309-315.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Jully T. D. Rondonuwu, Oksfriani J. Sumampouw, Grace D. Kandou

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





