Evaluasi Program Pelayanan Keluarga Berencana di Puskesmas Kebar Kabupaten Tambrauw Provinsi Papua Barat Daya
DOI:
https://doi.org/10.31004/joecy.v5i2.604Keywords:
keluarga berencana, evaluasi program, CIPP, pelayanan kesehatan, wilayah terpencilAbstract
Pendahuluan: Program Keluarga Berencana (KB) merupakan salah satu strategi nasional dalam mengendalikan pertumbuhan penduduk dan meningkatkan kualitas hidup keluarga. Namun, pelaksanaannya di wilayah terpencil seperti Puskesmas Kebar, Kabupaten Tambrauw, masih menghadapi berbagai tantangan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan program pelayanan KB dengan menggunakan model evaluasi CIPP (Context, Input, Process, Product). Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap sepuluh informan yang terdiri dari petugas kesehatan, kader, dan pasangan usia subur (PUS). Teknik analisis data dilakukan secara tematik berdasarkan keempat komponen model CIPP. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada aspek konteks, terdapat kebutuhan tinggi terhadap layanan KB, namun masih dihambat oleh rendahnya pemahaman dan pengaruh nilai budaya. Dari sisi input, keterbatasan sumber daya manusia, logistik, dan sarana menjadi penghambat utama. Aspek proses menunjukkan bahwa edukasi dan penyuluhan belum berjalan optimal dan belum menjangkau semua wilayah. Pada aspek produk, capaian KB masih rendah, dominan pada metode jangka pendek, serta masih tingginya kelompok unmet need. Kesimpulan: Dapat disimpulkan bahwa implementasi program KB di Puskesmas Kebar belum optimal dan memerlukan penguatan pada seluruh komponen pelaksanaan, khususnya dalam edukasi berbasis komunitas dan penyediaan sumber daya yang memadai.
References
Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative Inquiry and Research Design: Choosing Among Five Approaches (4th ed.). Sage Publications.
Efendi, F., Chen, C. M., Nursalam, N., & Andriyani, N. W. (2018). Determinants of the use of family planning among married women in Indonesia. F1000Research, 7, 1210
Effendy, C., Pramono, R. B., & Fitriani, Y. (2019). Strengthening health input systems for family planning programs in low-resource settings. BMC Health Services Research, 19(1), 812.
Hasan, M., Indrawati, D. R., & Alfiana, N. (2021). Evaluating decentralization in family planning services in rural Indonesia. Journal of Health Policy and Management, 6(2), 95–102.
Hidayati, R., Wulandari, R. D., & Asmani, M. (2019). Community-based approach to increase family planning participation in rural Indonesia. International Journal of Health Promotion and Education, 57(4), 187–195.
Maharani, D., & Puspitasari, I. (2020). Evaluation of the implementation process of family planning programs using process indicators. Kesmas: National Public Health Journal, 15(3), 120–126.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook (3rd ed.). Sage Publications.
Mujib, M., Fitriah, F., & Nurjanah, N. (2021). Barriers to contraceptive use among women with unmet need in Eastern Indonesia: A qualitative study. BMC Women's Health, 21, 313.
Mujib, M., Pratama, R. A., & Nurjanah, N. (2021). Outreach-based family planning services in hard-to-reach areas: Evidence from Eastern Indonesia. BMC Health Services Research, 21, 1120.
Nurhidayati, I., & Andriani, T. (2020). Evaluation of the family planning program using the CIPP model in Indonesia. Indian Journal of Public Health Research & Development, 11(3), 1615–1619.
Pratiwi, N. R., & Syafitri, W. (2021). The influence of knowledge and husband's support on the use of long-term contraceptive methods. International Journal of Public Health Science, 10(1), 158–164.
Putri, D. A., & Wulandari, L. P. (2022). The influence of contraceptive availability on family planning participation in Eastern Indonesia. Kesmas: Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional, 17(1), 34–39.
Setiawan, Y., & Kurniawati, D. (2021). Challenges in family planning logistics management in remote areas of Indonesia. International Journal of Public Health Science, 10(2), 284–290.
Suharmiati, S., Notobroto, H. B., & Dewi, F. S. (2017). Determinants of unmet need for family planning in Indonesia. Kesmas: National Public Health Journal, 12(1), 13–20.
Utami, D. S., Handayani, P. W., & Azzahro, F. (2020). Barriers to family planning program implementation in rural Indonesia: A qualitative study. Journal of Health Policy and Management, 5(3), 140–148.
Utami, D. S., Sari, Y., & Wibowo, P. (2019). Determinants of discontinuation in family planning methods in rural Indonesia. Kesmas: National Public Health Journal, 14(4), 165–170.
Utomo, B., Sucahya, P. K., & Romadlona, N. A. (2016). Family planning programs in Indonesia: An analysis of challenges and opportunities. Asia Pacific Journal of Public Health, 28(5), 419–434.
Utomo, B., Sucahya, P. K., & Romadlona, N. A. (2019). Family planning in Indonesia: Past, present, and future challenges. International Journal of Environmental Research and Public Health, 16(21), 4321.
Yunita, R., Rachmawati, P. D., & Setiawan, A. (2020). The impact of unintended pregnancy on maternal and child health in Indonesia. Journal of Maternal and Child Health, 5(2), 146–152.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Yimerni Margarith Mudumi, Novita Medyati, Semuel Piter Irab, Rosmin M. Tingginehe, Agus Zainuri, Septevanus Rantetoding, Yacob Ruru

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







