Analisis Implementasi Kebijakan Pemerintah Kabupaten Nabire Provinsi Papua Tengah Dalam Pencegahan Dan Penanggulangan Stunting
DOI:
https://doi.org/10.31004/joecy.v5i2.603Keywords:
stunting, , implementasi kebijakan, koordinasi lintas sektor, sumber daya, PapuaAbstract
Pendahuluan: Stunting merupakan masalah kesehatan masyarakat yang kompleks dan multidimensional. Pemerintah Indonesia telah menetapkan kebijakan percepatan penurunan stunting melalui Peraturan Presiden No. 72 Tahun 2021. Namun, implementasi kebijakan ini di berbagai daerah, termasuk Kabupaten Nabire, menghadapi tantangan tersendiri yang perlu dikaji secara mendalam. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kebijakan penanggulangan stunting di Kabupaten Nabire berdasarkan enam aspek utama: kejelasan standar dan tujuan kebijakan, kecukupan sumber daya, komunikasi antar organisasi, karakteristik agen pelaksana, pengaruh kondisi sosial, ekonomi, dan politik, serta sikap dan respons pelaksana kebijakan. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam terhadap informan dari berbagai instansi dan pemangku kepentingan terkait. Analisis dilakukan secara tematik menggunakan model interaktif dari Miles dan Huberman. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan belum sepenuhnya berjalan optimal. Terdapat ketidakterpaduan lintas sektor, keterbatasan sumber daya manusia dan logistik, komunikasi organisasi yang belum terstruktur, serta rendahnya pemahaman teknis dan komitmen substantif dari pelaksana kebijakan. Faktor geografis, sosial, budaya, dan ekonomi lokal turut menjadi penghambat signifikan. Kesimpulan: Diperlukan upaya penguatan koordinasi lintas sektor, peningkatan kapasitas pelaksana, pelibatan aktif pemerintah kampung dan masyarakat, serta pendekatan kebijakan yang adaptif terhadap konteks lokal untuk mendukung keberhasilan penanggulangan stunting di Kabupaten Nabire.
References
Anggraeni, N., & Widya. (2023). Analisis pelaksanaan kebijakan pemerintah daerah dan faktor penghambat dalam upaya penanggulangan stunting di Indonesia. IPTEKIN: Jurnal Kebijakan Pembangunan dan Inovasi.
Antaranews. (2022). Ikhtiar antropometri berstandar dan kritikan Presiden. ANTARA News Jambi. https://jambi.antaranews.com/berita/538947/ikhtiar-antropometri-berstandar-dan-kritikan-presiden
Diana, A., et al. (2023). Pengaruh budaya terhadap kebiasaan makan dan stunting. Universitas Airlangga.
Fadillah, R., & Muluk, M. R. K. (2021). Sikap pelaksana kebijakan penanganan stunting di Kabupaten Lombok Timur. Jurnal Ilmu Administrasi dan Kebijakan Publik (JIAPK), 8(3). https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/jppmr/article/download/36183/27796
Fristiwi, D., Putri, N. D., & Hidayat, R. (2023). Systematic review of stunting intervention in Indonesia. Journal of Physics: Conference Series, 2253(1), 012035. https://doi.org/10.1088/1742-6596/2253/1/012035
Gusriani, E., & Ose, M. (2023). Analisis implementasi program percepatan penurunan stunting di Kabupaten Tana Tidung. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 12(2), 123–135.
Hardiyanti, D., & Yuniarti, Y. (2023). Analisis sosial ekonomi masyarakat yang memiliki bayi stunting di Desa Sebayan Kabupaten Sambas. Ekodestinasi.
Herawati, P., Khumaira, L., Syahputri, F. A., Nazhifah, N., & Purba, S. H. (2023). Implementasi kebijakan dan peran pemerintah lintas sektor dalam pencegahan stunting: Studi literatur. Jurnal Kesmas Prima Indonesia, 3(2), 120–127. https://jurnal.unprimdn.ac.id/index.php/JKPI/article/view/5172
Jayanti, N. D., & Mayasari, S. I. (2023). Pemberdayaan kader posyandu dalam program Gerakan Amankan Kehamilan dan Persalinan (GEBRAK) dengan mobile application Family Center Maternity Care (FCMC). Poltekita: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4(1), 28–37. https://jurnal.poltekkespalu.ac.id/index.php/PJPM/article/view/1360
Keats, E. C., Das, J. K., Salam, R. A., Lassi, Z. S., Imdad, A., & Bhutta, Z. A. (2021). Effective interventions to address maternal and child malnutrition: An update. The Lancet Child & Adolescent Health, 5(5), 367–384. https://doi.org/10.1016/S2352-4642(20)30213-1
Kementerian Kesehatan RI. (2021). Antropometri kit standar untuk Posyandu. Dalam Antaranews (2022). https://jambi.antaranews.com/berita/538947/ikhtiar-antropometri-berstandar-dan-kritikan-presiden
Kogoya, R. (2020). Implementasi kebijakan penanganan stunting di Kecamatan Tagime, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua. Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN). https://eprints.ipdn.ac.id/13314/1/RIVALDO%20KOGOYA_30.1501_IMPLEMENTASI%20KEBIJAKAN%20PENANGANAN%20STUNTING.pdf
Majid, M., Riyanti, R., & Sari, D. (2022). Pengaruh antropometri kit menggunakan standar SNI terhadap akurasi pengukuran status gizi balita. Jurnal Gizi dan Kesehatan, 10(1), 45–52.
Mediani, H. S., Nurhidayah, I., & Lukman, M. (2020). Pemberdayaan kader kesehatan tentang pencegahan stunting pada balita. Media Karya Kesehatan, 3(1), 45–52.
Megawati, G., & Wiramihardja, S. (2019). Peningkatan kapasitas kader posyandu dalam mendeteksi dan mencegah stunting. Dharmakarya, 8(3), 154–159.
Muharram, F., Cholifah, S., & Utami, P. J. (2023). Analisis implementasi kebijakan program percepatan penurunan stunting terintegrasi di Kabupaten Sidoarjo. Ganaya: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 6(1), 234–242.
Mukharohmah, M. S., Mulyaningsih, T., & Wiyono, V. H. (2023). Determinan sosial ekonomi kejadian stunting. Jurnal Litbang Sukowati.
Muthiah, N. (2022). Efektivitas implementasi kebijakan penanganan stunting di Indonesia dan aspek penting yang perlu dimasukkan dalam RUU KIA. The Indonesian Institute, Center for Public Policy Research. https://www.theindonesianinstitute.com/wp-content/uploads/2022/11/Efektivitas-Implementasi-Kebijakan-Penanganan-Stunting-di-Indonesia-dan-Aspek-Penting-yang-Perlu-Dimasukkan-dalam-RUU-KIA-Nisaaul-Muthiah.pdf
Ngaisyah, R. D. (2015). Hubungan sosial ekonomi dengan kejadian stunting pada balita di Desa Kanigoro, Gunung Kidul. Medika Respati: Jurnal Ilmiah Kesehatan.
Papua Inside. (2023). Meningkatkan pencegahan stunting melalui gizi lokal dan budaya komunitas adat pegunungan: Studi etnografi di Kabupaten Lanny Jaya, Papua.
Prasetyo, A. R., Ramdhan, T., & Sudaryanto, S. (2023). Integrated approach to stunting prevention policy in Indonesia. Sustainability, 15(4), 3241. https://doi.org/10.3390/su15043241
Sari, Y. R., & Heryana, E. (2020). Pelatihan kader posyandu dalam upaya pencegahan stunting di Desa Cipacing, Jatinangor. Jurnal Kesehatan Lingkungan dan Gizi, 5(2), 85–91.
Seknas FITRA. (2024). Laporan riset tata kelola anggaran stunting di Kabupaten Nagekeo dan TTS. https://seknasfitra.org/wp-content/uploads/2024/11/Laporan-Riset-Tata-Kelola-Anggaran-Stunting-Kab-Nagekeo-TTS-final-revised-1.pdf
Solikhah, S., & Vigita, N. (2024). Mengatasi tantangan gizi: Peran kunci masyarakat dalam pencegahan stunting. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 3(1), 73–79.
Syamsuddin, P. A. S., Amelia, A. R., & Mustari, A. M. (2024). Analisis kebijakan penanganan stunting di Kota Makassar khususnya wilayah kerja Puskesmas Bangkala Kecamatan Manggala. Window of Public Health Journal.
Titoni, M. H., Osbaldi, G. A., & Khairani, A. (2024). Analisis problematika penanganan stunting di Indonesia melalui evaluasi kebijakan pemerintah. Argopuro: Administration, Government, and Public Relation Journal.
WHO, UNICEF, & World Bank. (2023). Levels and trends in child malnutrition. https://data.unicef.org/resources/jme-report-2023/
Wibowo, A., & Husaini, M. (2021). Tantangan implementasi kebijakan stunting: Perspektif koordinasi dan pelibatan masyarakat. Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia, 10(3), 180–189.
World Health Organization. (2018). Reducing stunting in children: Equity considerations for achieving the global nutrition targets 2025. Geneva: WHO.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Malik Malik, Yacob Ruru, Muhammad Akbar Nurdin, Agus Zainur, Hasmi Hasmi, Sarce Makaba

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







