Pola Komunikasi Body Neutrality Sebagai Bentuk Perlawanan Patriarkal Dalam Film Imperfect
DOI:
https://doi.org/10.31004/joecy.v6i1.6003Keywords:
Body Neutrality, Budaya Patriarki, Feminisme, Film Imperfect, Komunikasi, NetnografiAbstract
Komunikasi merupakan istilah akrab dalam kehidupan sehari-hari, namun sulit didefinisikan secara ilmiah karena sifatnya yang abstrak dan memiliki banyak makna. Dalam konteks sosial budaya, komunikasi menjadi sarana penting untuk memahami relasi kekuasaan, termasuk dalam budaya patriarki yang menempatkan laki-laki sebagai pusat otoritas dan perempuan dalam posisi subordinat. Sistem ini membentuk konstruksi sosial mengenai tubuh perempuan yang sering kali dinilai berdasarkan standar kecantikan sempit. dalam kerangka inilah, penelitian berjudul “Pola Komunikasi Body Neutrality Sebagai Bentuk Perlawanan Patriarkal dalam Film Imperfect” hadir untuk menganalisis bagaimana konsep body neutrality digunakan sebagai strategi perlawanan terhadap konstruksi patriarkal tersebut. Salah satu bentuk perlawanan terhadap hegemoni patriarki adalah konsep body neutrality, yakni pemahaman bahwa nilai diri tidak ditentukan oleh penampilan fisik. Penelitian ini bertujuan menganalisis pola komunikasi body neutrality yang muncul dalam film tersebut sebagai strategi melawan konstruksi patriarkal. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, penelitian ini memanfaatkan teori feminisme tubuh dan interaksionisme simbolik. Data diperoleh melalui observasi, pengamatan, dan analisis dokumentasi, kemudian diolah melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film Imperfect menggambarkan kuatnya pengaruh standar kecantikan patriarkal terhadap cara perempuan memandang tubuhnya. Konsep body neutrality menegaskan bahwa tubuh adalah bagian fungsional yang menopang kehidupan, bukan objek estetis yang harus memenuhi tuntutan publik. Kebahagiaan tidak ditentukan oleh kecantikan, sementara penerimaan diri tidak mensyaratkan perubahan fisik, melainkan kestabilan emosi dan hubungan yang sehat dengan diri sendiri. Sikap netral terhadap tubuh berarti menghargai tubuh apa adanya, tanpa menghakimi perubahan bentuk maupun berat badan.
References
Alfathonni, Muhammad Ali Mursid, and Dani Mahesah. Pengantar Teori Film. yogyakarta, 2020.
Bartky, Sandra Lee. “‘Femininity and Domination : Studies in the Phenomenology of Oppession’,Routledge,” 1990.
Bastari, Gema Ramadhan. “Budaya Patriarki Dan Lokalisasi Norma Pemberantasan Perdagangan Manusia Di Indonesia.” Global: Jurnal Politik Internasional 20, no. 1 (2018): 52. https://doi.org/10.7454/global.v20i1.282.
Bordo, Susan. “Unbearable Weight: Feminism, Wastem Culture ,and the Body"’ University of Callifornia,” 1993.
Foucault, Michel. Disipline and Punish: The Birth of the Prison, 1995.
Halizah, Luthfia Rahma, and Ergina Faralita. “Budaya Patriarki Dan Kesetaraan Gender.” Wasaka Hukum 11, no. 1 (2023): 19–32. https://www.ojs.stihsa-bjm.ac.id/index.php/wasaka/article/view/84.
Haryati. Membaca Film (Memaknai Refresentasi Etos Kerja Dari Film Melalui Analisis Simiotika). yogyakarta: Bintang pustaka madani, 2021.
Herbert Blumer. Symbolic Intractionisme; Perspective and Method. Berkeley dan Los Angeles, California: Universitas Of Califoria Press, 1969.
Islamey, Ghela Rakhma, and Universitas Diponegoro Semarang. “Wacana Standar Kecantikan Perempuan Indonesia Pada Sampul Majalah Femina Discourse on Indonesian Women ’ s Beauty Standards on the Cover of Femina Magazine” 2, no. 2 (2020).
Karkono, Karkono, Justitia Maulida, and Putri Salma Rahmadiyanti. “Budaya Patriarki Dalam Film Kartini (2017) Karya Hanung Bramantyo.” Kawruh : Journal of Language Education, Literature and Local Culture 2, no. 1 (2020): 15–27. https://doi.org/10.32585/kawruh.v2i1.651.
lexy j. Maleong. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Pt.Remaja Rordakarya, 2017.
Littlejohn, S. W, and K.A Foss. “Theories of Human Communication. Waveland Press.,” 2009.
Littlejohn, Stephen W & Karen A.Foss. Teori Komunikasi. Jakarta : Salemba Humanika, 2009.
Mansour, Fakih. Analisis Gender Dan Transformasi Sosial. Yogyakarta, 1996.
Mary Jelkovsky. “Body Neutrality “offers Freedom from the Pressure of Having to Feel a Certain Way about Your Body All the Time.,” 2021, 192.
Millet, Kate. “Sexual Politics. New York : Doubleday,” 1970.
Morissan. Teori Komunikasi Individu Hingga Massa. jakarta: kencana prenadamedia Group, 2013.
Morissan. Teori Komunikasi Individu Hingga Massa,. jakarata: kencana, 2013.
Noviekayati, Gusti Ayu, Niken Titi Pratitis, and Umu Kalsum. Budaya Patriaki Dan Marital Comunication Dalam Pengambilan Keputusan Menggunakan KB Pasca Persalinan. Malang: PT Literasi Nusantara Abadi Grup, 2024.
Nugroho, Bayu Aji. “Perlawanan Perempuan Terhadap Dominasi Patriarki Dalam Novel Geni Jora Karya Abidah El Khalieqy Kajian Feminisme Psikoanalisis Karen Horney.” Jurnal Sastra Indonesia 8, no. 2 (2019): 148–56. https://doi.org/10.15294/jsi.v8i2.33719.
Nurafiah, Rifa. Mitos Kecantikan Dan Tubuh Perempuan Dalam Film Imperfect Kariercinta Dan Timbangan (2019) Karya Ernest Prakarsa, 2022.
Nuraida dan Zaki bin Hasan. “Pola Komunikasi Gender Dalam Keluarga.” Jurnal Dakwah Dan Kemasyarakatan Wardah 18, no. 2 (2017): 181–200.
Pratista, Himawan. Memahami Film. Edited by Agustinus dwi Nugroho and yosuo aji Febrianto, 2017.
Rahmadi. Penghantar Metodologi Penelitian. Banjarmasin, 2011.
Ranubaya, Fransesco Agnes, and Yohanes Endi. “Analisis Privasi Dan Publikasi Postingan Media Sosial Di Kalangan Orang Muda Menurut Interaksionisme Simbolik Herbert Blumer.” Metta : Jurnal Ilmu Multidisiplin 3, no. 2 (2023): 133–44. https://doi.org/10.37329/metta.v3i2.2455.
Riyadi, Sasqia Dinda, and Nurul Fauziah. “Representasi Budaya Patriarki Di Korea Selatan Dalam Film Kim Ji Young Born 1982.” Kinesik 09, no. 1 (2022): 293–305.
Sembiring, Eva Suryani. “Analisis Representasi Perlawanan Perempuan Pada Film Marlina Si Pembunuh Dalam Empat Babak.” Komunikologi: Jurnal Pengembangan Ilmu Komunikasi Dan Sosial 6, no. 2 (2022): 133. https://doi.org/10.30829/komunikologi.v6i2.11561.
Sharifa Arifin, dan Muhammad Syukron Anshori. “Studi Semiotik Feminisme Pada Film Marlina Si Pembunuh Dalam Empat Babak.” Jurnal Indonesia Sosial Sains 2, no. 3 (2021): 494. http://jiss.publikasiindonesia.id/.
Siregar, Nina Siti Salmaniah. “Kajian Tentang Interaksionisme Simbolik.” Perspektif 1, no. 2 (2016): 100–110. https://doi.org/10.31289/perspektif.v1i2.86.
Sukmawati, Lilis, and Jurnal Arjuan Tuhuteru. “Ketidaksamaan Gender Dalam Praktek Edogem Peernikahan ( Studi Pada Komunitas Kampung Arab Palembang )” 18, no. 1 (2025): 51–66.
Tylka, Tracy L, and Nichole L. Wood- Barcalow. What Is and What Is Not Positive Body Image? Conceptual Foundation and Construct Definition, Body Image, 2015.
Ummi kalsum, Tri. “Pola Komunikasi Perpustakaan Islam Masjid Agung Dalam Mendorong Minat Baca Kalangan Remaja.” Jurnal Ilmu Perpustakaan Dan Informasi, 2016.
Wably, and Sylvia. “Theorizing Patriarchy. Oxford;Basil Blackwell,” 1990.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Maharani Maharani

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





