Perbedaan Skor Keseimbangan Sebelum dan Sesudah Terapi Brandt Darroff pada Penderita Vertigo

Authors

  • Chinthia Kartikaningtias STIKes Kendedes Malang
  • Luluk Nur Aini STIKes Kendedes Malang

DOI:

https://doi.org/10.31004/joecy.v5i2.583

Keywords:

brandt daroff, keseimbangan, vertigo

Abstract

Vertigo merupakan sensasi berputar yang dirasakan penderitanya. Sensasi yang merasakan objek disekitarnya bergerak memutar atau bergerak naik turun karena gangguan sistem keseimbangan. Gangguan keseimbangan pada penderita vertigo merupakan gangguan yang sering muncul. Salah satu terapi non-farmakologi yang dapat meningkatkan keseimbangan adalah terapi brandt daroff. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Pre-Experiment dengan bentuk One-Group Pre-Test-Post-Test. Penelitian ini dilakukan di Poli Syaraf RS Prima Husada Malang. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 38 orang yang diperoleh melalui teknik pengambilan sampel dengan Total Sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui lembar kuesioner dan lembar tes Clinical Test of Sensory Interaction on Balance yang dianalisis melalui Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil perhitungan uji tersebut menunjukkan bahwa nilai probabilitas (Sig = 0.000 < 0,05), sehingga ada perbedaan sebelum dan sesudah terapi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada pengaruh terapi fisik brandt daroff terhadap skor keseimbangan penderita vertigo. Penelitian ini pada dasarnya menunjukkan temuan bahwa ada peningkatan skor keseimbangan setelah 38 responden melakukan terapi fisik brandt daroff di rumah masing-masing dengan nilai yang cukup signifikan. Hal itu diketahui dari perbandingan nilai skor kesimbangan sebelum dan sesudah terapi. Rumah sakit disarankan agar menjadikan terapi brandt daroff sebagai salah satu terapi non-farmakologi pada penderita vertigo.

References

Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.(2013). Riset Kesehatan Dasar (Riskesdes) 2013.

Bisdorff A. (2013). The Epidemiology of Vertigo, Dizziness, and Unsteadiness and its links to co-mordibities. Frontiers in Neurology. 4 (2).

Chaker Rahul T., & Eklare, Nishikant. (2012). Vertigo in Cerebrovaskuler Disease. Otolaryngology Clinics: An International Journal. 4 (1).

Dewanto G. (2009) Diagnosis dan Tatalaksana Penyakit Saraf. Jakarta: Buku Kedokteran

EGC.

Downs, S. dkk. (2013). The Berg Balance Scale Has High-Intraand Inter-raterRealibility but Absolute Reliability Varies Across The Scale: A Systematic Review. Journal of Pshysioteraphy. Vol (59).

Duus, Peter.( 2010). Diagnosis Topic Neurologi DUUS. Edisi 4. Goettingen and Freiburg.

Duane, Knudson. (2007). Biomekanik (Fundamental Of Biomechanics Second Edition). USA: California State University.

Farida. (2017). Pengaruh Brandt Daroff Exercise terhadap Keluhan Pusing pada Lansia dengan Vertigo.

Fachruddin, Imam. (2009). Desain Penelitian. Malang: Universitas Islam Negeri.

Furtado, dkk 2011. Benign Paroxysmal Positional Vertigo: Diagnosis and Treatment. 16 (2).

Gananca FF, dkk. (2009). Active Head Rotation in Benign Paroxysmal Positional Vertigo. Braz J Otorhinolaryngol. 75(4).

Grill E., dkk.( 2013). Vertigo and Dizziness: Challenges for Epidemiological Research. OA Epidemiology. 1(2).

Hastuti, dkk.(2018). Pengaruh Latihan Brandt Daroff terhadap Keseimbangan dan Resiko Jatuh pada Pasien Benign Paroxysmal Positional Vertigo di RSUD dr. Soetomo Madiun.

Herlina, dkk. (2017). Efektifitas Latihan Brandt Daroff terhadap Kejadian Vertigo pada Subjek Penderita Vertigo.

Indarwati, dkk. (2018). Perbedaan Pengaruh Latihan Brandt Daroff dan Canalit Reposition Treatment (CRT) Pada Benign Paroxysmal Position Vertigo (BPPV) di RSUD Karanganyar.

Mathias, Baehr dan Frotscher, Michael. (2010). Diagnosis Topik Neurologi DUUS: Anatomi, Fisiologi, Tanda, Gejala. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.

Mudzakir, N. dalam Triyanti, dkk.(2018). Pengaruh Pemberian Terapi Fisik Brandt Daroff terhadap Vertigo di Ruang UGD RSUD dr. R Soedarsono Pasuruan. Jurnal Keperawatan Terapan. 4 (1).

Muttaqin A. (2013). Pengantar Asuhan Keperawatan Klien dengan Gangguan Sistem Kardiovaskular. Jakarta: Penerbit Salemba Medika.

Nursalam. (2011). Konsep dan Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan. Jakarta: Salemba Medika.

Nurgiyantoro, Burhan. (2012). Penilaian Pembelajaran Bahasa. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Rustinah, F., dkk. (2008). Evaluasi Pasien Vertigo Posisi Paroksimal Jinak dengan Terapi Reposisi Kanalit dan Latihan Brandt Daroff.

Sielski, dkk.( 2015). Dizziness in Older People. Medical and Biological Sciences. 29 (3).

Sjahrir H.(2012). Nyeri Kepala dan Vertigo. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Syafi’i, M dkk. (2016). Beda Pengaruh Arkus Kaki Terhadap Keseimbangan Statis Anak Usia 9-12 Tahun di SD Negeri Mojolegi Teras Boyolali. Jurnal Kesehatan.

Sumarilyah, E, dalam Triyanti, dkk. (2018). Pengaruh Pemberian Terapi Fisik Brandt Daroff terhadap Vertigo di Ruang UGD RSUD dr. R Soedarsono Pasuruan. Jurnal Keperawatan Terapan. 4 (1).

Sumarliyah, E, dkk. (2011). Pengaruh Senam Vertigo Terhadap. Keseimbangan Tubuh Pada Pasien di RS Siti Khodijah Sepanjang 2011.

Triyanti, dkk. (2018). Pengaruh Pemberian Terapi Fisik Brandt Daroff terhadap Vertigo di Ruang UGD RSUD dr. R Soedarsono Pasuruan. Jurnal Keperawatan Terapan, 4 (1).

Widiantoro dalam Triyanti, dkk. 2018. Pengaruh Pemberian Terapi Fisik Brandt Daroff terhadap Vertigo di Ruang UGD RSUD dr. R Soedarsono Pasuruan. Jurnal Keperawatan Terapan 4 (1).

Downloads

Published

24-05-2025

How to Cite

Kartikaningtias, C. ., & Aini, L. N. (2025). Perbedaan Skor Keseimbangan Sebelum dan Sesudah Terapi Brandt Darroff pada Penderita Vertigo. Journal of Innovative and Creativity, 5(2), 3393–3400. https://doi.org/10.31004/joecy.v5i2.583

Issue

Section

Articles