MMotivasi Intrinsik Dan Ekstrinsik Mahasiswa Kelas Karyawan Dalam Menempuh Pendidikan Tinggi: Sebuah Pendekatan Kualitatif Fenomenologis
DOI:
https://doi.org/10.31004/joecy.v6i1.5808Keywords:
Motivasi intrinsik, Motivasi ekstrinsik, Mahasiswa kelas karyawanAbstract
Dinamika sosial, ekonomi, dan perkembangan dunia kerja telah mendorong semakin banyak individu yang telah bekerja untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi. Fenomena ini menciptakan kelompok belajar yang dikenal sebagai mahasiswa kelas karyawan. Permasalahan penelitian berkaitan dengan faktor-faktor motivasi intrinsik dan ekstrinsik mahasiswa untuk melanjutkan studi di pendidikan tinggi serta bagaimana pengalaman subjektif mahasiswa kelas karyawan dalam mempertahankan motivasi. Penelitian ini bertujuan untuk menggali dan memahami motivasi intrinsik dan ekstrinsik mahasiswa kelas karyawan dalam menempuh pendidikan tinggi. Target utama penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengalaman subjektif para mahasiswa yang bekerja sambil kuliah dalam mempertahankan semangat belajar mereka, serta faktor-faktor internal dan eksternal yang memengaruhi motivasi tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologis. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap sejumlah responden yang dipilih secara purposif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari seluruh temuan dalam penelitian ini, esensi pengalaman mahasiswa kelas karyawan Fakultas Ekonomi, Universitas Semarang dalam menempuh pendidikan tinggi adalah perpaduan kuat antara dorongan internal dan tekanan eksternal yang membentuk ketahanan, komitmen, dan makna mendalam terhadap pendidikan yang mereka tempuh. Motivasi intrinsik memberi kekuatan emosional, sementara motivasi ekstrinsik memperjelas tujuan dan arah yang ingin dicapai.
References
Arianto, B., Handayani, B., & Mada, U. G. (2024). Editor : Gozali (Issue December). https://doi.org/10.70310/4h056t98
Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2018). Mixed Methods Procedures. In Research Defign: Qualitative, Quantitative, and Mixed M ethods Approaches.
Deci, E. L., & Ryan, R. M. (2000). The “what” and “why” of goal pursuits: Human needs and the self-determination of behavior. Psychological Inquiry, 11(4), 227–268. https://doi.org/10.1207/S15327965PLI1104_01
Helaluddin. (2018). Mengenal Lebih Dekat dengan Pendekatan Fenomenologi: Sebuah Penelitian Kualitatif. UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, March, 1–15.
Kapur, S., & Islamia, J. M. (2015). Indian Journal of Adult Education Indian Adult Education Association. Indian Journal of Adult Education, 76(April), 1–100.
Malahati, F., B, A. U., Jannati, P., Qathrunnada, Q., & Shaleh, S. (2023). Kualitatif : Memahami Karakteristik Penelitian Sebagai Metodologi. Jurnal Pendidikan Dasar, 11(2), 341–348. https://doi.org/10.46368/jpd.v11i2.902
Onwuegbuzie, A. J., & Weinbaum, R. K. (2016). Mapping Miles and Huberman’s Within-Case and Cross-Case Analysis Methods onto the Literature Review Process. Journal of Educational Issues, 2(1), 265. https://doi.org/10.5296/jei.v2i1.9217
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Anitiyo Soelistiyono, Juhanes Juhanes, Muryanto Agus Nuswantoro, Emy Susiatin

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







