Pengaruh Tinggi Pemotongan Terhadap Kandungan Karbohidrat dan Energi Serta Selulosa Pada Rumput Gajah Mini (Pennisetum Purpureum Cv. Mott)

Authors

  • Yosua Rini Universitas Nusa Cendana
  • Edi Djoko Sulistijo Universitas Nusa Cendana
  • Stefanus Tany Temu Universitas Nusa Cendana
  • Herayanti Panca Nastiti Universitas Nusa Cendana

DOI:

https://doi.org/10.31004/joecy.v6i1.5565

Keywords:

energi, karbohidrat, rumput gajah mini, selulosa

Abstract

Penelitian ini telah dilaksanakan di laboratorium lapangan Program Studi Peternakan Fakultas Peternakan, Kelautan dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana selama 4 bulan (Februari s/d Mei 2024). Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh tinggi pemotongan rumput gajah mini (Pennisetum purpureum cv. Mott) terhadap kandungan karbohidrat, energi, dan selulosa. Metode yang digunakan dalam penelitian aSdalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) 5 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yang dicobakan yaitu T1 = Tinggi pemotongan 5 cm dari atas permukaan tanah; T2 = Tinggi pemotongan 10 cm dari atas permukaan tanah; T3 = Tinggi pemotongan 15 cm dari atas permukaan tanah; T4 = Tinggi pemotongan 20 cm dari atas permukaan tanah; dan T5 = Tinggi pemotongan 25 cm dari atas permukaan tanah. Variabel yang diukur meliputi kandungan karbohidrat, kandungan energi dan kandungan selulosa. Nilai rata-rata kandungan karbohidrat (71,43% BK), energi (2.531,04 kkal/kg BK) dan selulosa (29,98% BK). Hasil analisis ragam menunjukkan perlakuan tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap kandungan karbohidrat dan energi, namun berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap kandungan selulosa. Hasil uji lanjut menunjukan tinggi pemotongan 20 cm dan 25 cm mengandung selulosa lebih rendah dari 5 cm dan 10 cm. Disimpulkan bahwa tinggi pemotongan rumput gajah mini (Pennisetum purpureum cv. Mott) 25 cm dari permukaan tanah memberikan hasil lebih baik dibandingkan dengan perlakuan yang lain.

References

Adijaya, N., Rai Yasa I.M dan Guntoro S. 2007. Pemanfaatan bio urine dalam produksi hijauan pakan ternak rumput gajah. Prosiding Seminar Nasional percepatan transformasi teknologi pertanian untuk mendukung pembangunan wilayah. Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian bekerjasama dengan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Bali. Bali

Agrotek. 2020. https://agrotek.id/syarat tumbuh-tanaman-rumput gajah/.

Arora, S. P. 1989. Pencernaan Mikroba pada Ruminansia. Gajah Mada University Press, Yogyakarta.

BMKG Stasiun Klimatologi Kelas II Nusa Tenggara Timur. 2024. Data Bulanan Suhu Udara, Curah Hujan, Hari Hujan, Kelembaban Udara, dan Penyinaran Matahari di Kelurahan Lasiana.

Gomes dan Gomez. 1995. Prosedur Statistic Untuk Penelitian, Diterjemahkan oleh Endang Syamsuddin dan Justika S. Baharsyah. Universitas Indonesia, Jakarta.

Harista, F.I. dan Soemarno. 2017. Sebaran status bahan organik sebagai dasar pengelolaan kesuburan tanah pada perkebunan tebu (Saccharum officinarum L.) lahan kering berpasir di PT. Perkebunan Nusantara X, Djengkol-Kediri.Jurnal Tanah dan Sumberdaya Lahan 4(2).

Lynd L.R., Weimer P.J., W.H. van Zyl WH and Pretorius I.S.. 2002. Microbial Cellulose Utilization:Fundamentals andBiotechnology. Microbiol. Mol. Biol. Rev. 66(3)

Mardjuki, Aspamo. 1990. Pertanian dan Masalahnya. Andi Offset, Yogyakarta.

McIlroy, R. J. 1976. Pengantar Budidaya Padang Rumput Tropika. Terjemahan. S. Susetyo, Soedarmadi, I. Kismono dan S. Harini I.S. Pradnya Paramita. Jakarta.

Muizzuddin, 2021. Pengaruh input pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan produksi rumput gajah mini (Pennisetum purpureum cv. Mott) pada lahan marginal. Skripsi. Fakultas Peternakan, Universitas Hasanuddin, Makassar.

Nastiti HP. 1984. Pengaruh Tingkat Pemupukan N dan P Terhadap Produksi Rumput Setaria sphacelata, Skripsi FAPET, Kupang.

Rabbi, N. Y. 2024. Pengaruh Tinggi Pemotongan Terhadap Kandaungan Protein Kasar dan Serat kasar Serta Lemak kasar Rumput Gajah Mini (Pennisetum purpureum cv. Mott). (skripsi). Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan Kelautan dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana, Kupang.

Siregar, A. P. 2008. Ilmu Nutrisi Ternak Ruminansia Tropik. IPB Press, Bogor.

Siswanto. 2006. Evaluasi Sumberdaya Lahan. Penerbit UPN Press, Surabaya.

Soejono M. 1991. Analisis dan evaluasi pakan. Pusat Antar Universitas Bioteknologi Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

Sudrajat, dan Riyanti L. 2019. Nutrisi dan Pakan Ternak Buku Ajar Politeknik Negeri Pembangunan Pertanian. Pusat Pendidikan Pertanian, Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian, Jakarta.

Sulistijo, E. D. 1994. Pengaruh cara dan Interval Pemangkasan Terhadap Produktivitas Hijauan Tanaman Glirisidia (Gliricidia Sepium Jacq) Di Daerah Kapur Malang Selatan. Tesis. Program pasca Sarjana Universitas Gadjah Mada,Program KPK Universitas Brawijaya, Malang.

Tillman, A. D., Hartadi.H, S. Reksohadiprodjo. S, Prawirokusumo.S dan Lebdosoekojo.S. 1998. Ilmu Makanan Ternak Dasar. Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.

Van Soest, P. J. 2006. Rice strw the role of silica and treadment to improve qualiti. J. Anim. Feed. Sci.and tech. 130:137-171.

Van Soest, P. J. 1967. Development of a comperhensive system of feed analyses and its application to forages. J Anim. Sci. 26:119

Van Soest, P. J. 1994. Nutritional Ecology of the Ruminant (2 nd Ed.). Cornell Univ. Press, Ithaca, NY.

Downloads

Published

12-01-2026

How to Cite

Yosua Rini, Edi Djoko Sulistijo, Stefanus Tany Temu, & Herayanti Panca Nastiti. (2026). Pengaruh Tinggi Pemotongan Terhadap Kandungan Karbohidrat dan Energi Serta Selulosa Pada Rumput Gajah Mini (Pennisetum Purpureum Cv. Mott) . Journal of Innovative and Creativity, 6(1), 1956–1966. https://doi.org/10.31004/joecy.v6i1.5565

Issue

Section

Articles