Integrasi Ibadah dan Kesehatan Mental dalam Perspektif Psikologi Agama Islam
DOI:
https://doi.org/10.31004/joecy.v6i1.5363Keywords:
Worship, Mental Health, Psychology of Religion, Islamic Spirituality.Abstract
The growing prevalence of mental health issues in the digital era reflects a deepening spiritual void among modern individuals, especially younger generations. This study aims to analyze the relationship between Islamic worship and mental health from the perspective of modern Islamic psychology of religion. Using a qualitative descriptive approach through library research, data were collected from the Qur’an, Hadith, classical Islamic texts, and contemporary studies on psychology of religion and mental health. The findings indicate that acts of worship particularly prayer (shalat), remembrance (dhikr), and fasting (sawm) play a therapeutic role in maintaining psychological balance by regulating emotions, nurturing life meaning, and strengthening spiritual resilience. The holistic view of the unity of body, intellect, and soul found in classical Islamic thought remains consistent with modern theories such as Pargament’s religious coping and Frankl’s logotherapy. The study also highlights the importance of family, education, and spiritual communities as protective factors for digital generations vulnerable to stress and existential anxiety. Therefore, integrating Islamic worship values within the framework of modern psychology of religion offers both conceptual and practical solutions for enhancing mental health in contemporary society.
Fenomena meningkatnya gangguan kesehatan mental di era digital menunjukkan adanya kekeringan spiritual yang dialami manusia modern, terutama di kalangan generasi muda. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara ibadah dan kesehatan mental dalam perspektif psikologi agama Islam modern. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan, data diperoleh dari Al-Qur’an, hadis, literatur klasik Islam, serta kajian kontemporer mengenai psikologi agama dan kesehatan mental. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibadah terutama shalat, dzikir, dan puasa memiliki fungsi terapeutik yang nyata terhadap keseimbangan psikologis. Ibadah berperan dalam regulasi emosi, pembentukan makna hidup, dan penguatan resiliensi spiritual. Konsep kesatuan jasad, akal, dan jiwa yang diperkenalkan oleh pemikir Islam klasik tetap relevan dengan teori religious coping (Pargament) dan logoterapi (Frankl). Selain itu, penelitian ini menyoroti pentingnya pendidikan dan komunitas spiritual sebagai benteng mental bagi generasi digital yang rentan terhadap stres dan kehilangan arah hidup. Dengan demikian, integrasi nilai-nilai ibadah dalam kerangka psikologi agama Islam menjadi solusi konseptual dan praktis dalam membangun kesehatan mental manusia modern.
References
Alfarizi, G. M., & Hermina, D. (2025). POSISI DAN FUNGSI TEORI SERTA LITERATUR REVIEW DALAM PENELITIAN KUALITATIF. As-Sulthan Journal of Education, 1(3), 541–549.
Astuti, L., & Bashori, B. (2025). Kajian Semantik Tawakkal dalam Al-Qur’an: Relevansinya terhadap Konsep Coping dan Psikologi Resiliensi. Fathir: Jurnal Studi Islam, 2(2), 308–323.
Bahri, A. S., Napsin, N., Maryati, N., & Jamilah, R. E. (2024). Implementasi pemikiran Zakiah Daradjat dalam menghadapi isu kesehatan mental di institusi pendidikan Islam. Jurnal Pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, Dan Inovasi, 4(6).
Daulay, R. S., & Rangkuti, C. (2024). Analisis kesehatan mental dan implikasinya terhadap pendidikan dalam perspektif Ibnu Sina. ALACRITY: Journal of Education, 367–380.
Fitriani, F., Hakim, L., & Yamani, A. B. (2024). Konsep mental block perspektif Al-Qur’an (Analisis penafsiran Surah Al-Insyirah dan teori logoterapi Victor E. Frankl). Ulumul Qur’an: Jurnal Kajian Ilmu Al-Qur’an Dan Tafsir, 4(2), 190–206.
Fuadah, A., & Diana, R. R. (2025). Analisis Cerita Nabi Muhammad SAW dalam Mengembangkan Kepekaan Sosial Anak Usia Dini. Journal Ashil: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 5(1), 79–96.
Haidt, J. (2024). The anxious generation: How the great rewiring of childhood is causing an epidemic of mental illness. Penguin.
Harahap, N., Harahap, N., Octavia, A., Fitriani, I. A., & Wismanto, W. (2024). Potensi-Potensi Keunggulan Manusia Yang Bisa Dikembangkan Lewat Pendidikan. Katalis Pendidikan: Jurnal Ilmu Pendidikan Dan Matematika, 1(2), 40–45.
Howick, J., Bennett-Weston, A., Dudko, M., & Eva, K. (2024). Uncovering the components of therapeutic empathy through thematic analysis of existing definitions. Patient Education and Counseling, 108596.
Huda, F., & Cahyanti, A. (2025). Peran Majelis Sholawat dalam Meningkatkan Kesehatan Jiwa: Perspektif Psikologis dan Sosial pada Komunitas Islam di UPT Rehabilitasi Sosial Bina Laras Kediri. Taqorrub: Journal Bimbingan Konseling Dan Dakwah, 6(01), 99–118.
Indratno, Y. T. A., & Ekoprodjo, H. S. (2024). Pendampingan Pastoral Dalam Melayani Pemulihan Orang dalam Gangguan Jiwa Tanpa Obat Berbahan Kimia. KHAMISYIM: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristiani, 1(2), 131–144.
Karuniawaty, T. P., Zubaedi, A. C., Mikailla, R. H., & Mikailla, B. R. (2025). Nomophobia pada Anak dan Remaja sebagai Tantangan Psikososial di Era Digital: Suatu Tinjauan Literatur. Jurnal Kedokteran (Unram Medical Journal), 14(3), 114–119.
Liem, A., & Wardhani, R. N. P. (2020). Pengobatan Komplementer dan Alternatif Dalam Psikologi Klinis. Sanata Dharma University Press.
Lunkenheimer, E., Sturge-Apple, M. L., & Kelm, M. R. (2023). The importance of parent self-regulation and parent–child coregulation in research on parental discipline. Child Development Perspectives, 17(1), 25–31.
Nakamura, H., Tawatsuji, Y., Fang, S., & Matsui, T. (2021). Explanation of emotion regulation mechanism of mindfulness using a brain function model. Neural Networks, 138, 198–214.
Nalani, A., Yoshikawa, H., & Way, N. (2024). Question asking in active listening scale for early adolescents: Behavioral measure development and initial validation. Journal of Research on Adolescence, 34(3), 745–758.
Nofi, R. N., & Fithriyah, I. (2025). Pendekatan Spiritual Islam Sebagai Upaya Preventif Gangguan Mental Santri Era Society 5.0 Di Madrasah Diniyyah Tanwirul Qulub Pamekasan. Jurnal Studi Pendidikan Agama Islam, 1(1), 35–51.
Pardede, D. L., Pardede, L., Siahaan, M., Marpaung, R., Sihite, M. S. R., Nababan, M. F., Alexander, I. J., Sirait, G., & Pangaribuan, L. R. (2024). KEHIDUPAN SEHAT DAN SEJAHTERA: ANALISIS PERAN KESEHATAN MENTALDALAM PENINGKATAN PRODUKTIVITAS GENERASI Z. PKM Maju UDA, 5(3), 9–16.
Qureshi, N. A., Khalil, A. A., & Alsanad, S. M. (2020). Spiritual and religious healing practices: some reflections from Saudi National Center for Complementary and Alternative Medicine, Riyadh. Journal of Religion and Health, 59(2), 845–869.
Rahmah, H. N., Yanto, M. A., Dahlia, D., & Hariry, S. (2025). Shalat sebagai Mekanisme Coping: Studi Fenomenologis pada Mahasiswa Rantau Muslim. Jurnal Psikologi Islam, 12(1), 7–16.
Rahman, M. A. (2024). AGAMA DAN PSIKOLOGI (Dampak Spritual Terhadap Kesehatan Mental). Al-Furqan: Jurnal Agama, Sosial, Dan Budaya, 3(6), 2661–2669.
Rahmawati, R. A., & Soleh, A. K. (2024). Konsep jiwa, kesehatan mental dan psikoterapi Ibn Zakaria Al-Razi. L-Hikmah: Jurnal Agama Dan Ilmu Pengetahuan, 21(1), 123–133.
Ramadika, E., Ramadhani, S., Ramadhana, R., & Hariry, S. (2025). Peran Agama dalam Menghadapi Stres dan Kesejahteraan Psikologis. Jurnal Penelitian Ilmiah Multidisipliner, 2(02), 224–232.
Sofia, R., Darussalam, M., Ayuningtias, S., Wilujeng, N. L., & Susilawati, S. (2025). Analisis Problem Keagamaan Berdasarkan Perspektif Psikologi Agama. Penerbit: Kramantara JS.
Subowo, A. T. (2021). Membangun Spiritualitas Digital Bagi Generasi Z. DUNAMIS: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristiani, 5(2), 379–395.
Tarwiyyah, H. L. (2024). Happiness in the Philosophical View of Al-Ghazali And Al-Farabi. Journal of Islamic Thought and Philosophy, 3(1), 1–19.
Triansyah, A. A., Abid, F. R., Mustofa, F. R., Jamil, I. N., & Shidiq, F. A. (2024). Pengaruh Pendidikan Agama Islam Terhadap Pengembangan Karakter Generasi Z Di Era Digital. Jurnal Inovasi Pendidikan Kreatif, 5(4).
Wasfiyah, F., Mutmainnah, B., Subhan, N. I., Santalia, I., & Yusriani, Y. (2025). Integrasi Sholat sebagai Terapi Emosional dalam Pendidikan dan Konseling Islam. Moderasi: Journal of Islamic Studies, 5(1), 13–40.
Widirahayu, M. D. A., & Husna, J. (2024). Dampak Perbandingan Sosial di Instagram Terhadap Fomo dan Social Anxiety di Era Digital: Sebuah Kajian Deskriptif pada Mahasiswa. Jurnal Jejak Hukum Indonesia (Jhi), 1(2), 64–73.
Yan, S., Azmi, A., Mansor, N., Wang, Z., & Wang, Y. (2024). Healing spaces as a design approach to optimize emotional regulation for patients with mood disorders. Buildings, 14(2), 472.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Yunita Sari, Miftahul Jannah, Salami Mahmud

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







