Analisa Depenalisasi Tindak Pidana Pengemisan dalam Pembaruan Hukum Pidana Indonesia

Authors

  • Aista Wisnu Putra Universitas Diponegoro

DOI:

https://doi.org/10.31004/joecy.v5i1.5005

Keywords:

Depenalisasi, Pengemisan, Pembaruan Hukum Pidana

Abstract

Artikel ini mengkaji kelayakan depenalisasi tindak pidana pengemisan dalam pembaruan hukum pidana Indonesia dengan memadukan pendekatan doktrinal-normatif, telaah kebijakan daerah, dan perbandingan lintas negara. Berangkat dari kritik atas efektivitas kriminalisasi pengemisan yang historisnya berakar pada rezim vagrancy kolonial, lemah dari sisi mens rea, dan sering bertabrakan dengan mandat konstitusional perlindungan fakir miskin tulisan ini menilai reposisi hukum pidana sebagai  ultimum remedium serta kebutuhan pemisahan tegas antara domain pidana dan administratif-sosial. Kebaruan artikel terletak pada perumusan model depenalisasi bertingkat: (i) jalur administratif-sosial untuk pengemisan karena kemiskinan yang terintegrasi dengan layanan dan indikator kinerja (jangkauan layanan, reintegrasi, dan penurunan interaksi koersif); (ii) rute perlindungan anak dan pemberantasan eksploitasi/koersi (termasuk perdagangan orang) dengan fokus sanksi pada pelaku; dan (iii) pidana sebagai jalan terakhir bagi perilaku berulang disertai agresi atau bagi pihak yang mengeksploitasi. Studi perbandingan (AS, Belanda, Arab Saudi, Malaysia, Singapura) menunjukkan pola konsisten: kriminalisasi status memicu penegakan selektif dan eksklusifitas sosial, sedangkan pergeseran ke instrumen sosial menghasilkan tata kelola yang lebih manusiawi asalkan due process dan standar pembatasan diskresi ditegakkan. Artikel kemudian menawarkan pedoman harmonisasi perda agar tidak mereplikasi larangan KUHP lama, melainkan memprioritaskan instrumen non-penal yang selaras dengan Pancasila dan keadilan substantif di era termasuk munculnya pengemisan daring. Temuan mengonfirmasi bahwa depenalisasi bukan pembiaran, melainkan realokasi instrumen demi efektivitas, proporsionalitas, dan penghormatan martabat manusia.

References

A. A. D. H. Ali and O. M. Alruwaili, “Combatting Human Trafficking in Saudi Arabia: Forced Beggary,” Access to Justice in Eastern Europe, 2023.

A. A. Q. & S. Z. Supriyadi, “Hukum Pidana Indonesia: Ultimum Remedium atau Primum Remedium,” Recidive, vol. 3, no. 2, 2020.

A. B. Prasetyo, “Pancasila sebagai Paradigma Politik Pembaruan Hukum Pidana Nasional,” PSHA (UII), 2025

A. Chioffi, “Criminalization of Homelessness: The Impact of a Market-Oriented Approach,” Duke Journal of Comparative & International Law, vol. 35, 2025.

A. Kholiq and Sunarto, “Penanganan Terhadap Pengemis dan Gelandangan untuk Mewujudkan Kesejahteraan Sosial dan Penegakan Hukum di Kota Semarang,” Jurnal Hukum Mimbar Justitia, vol. 8, no. 2, Dec. 2022

A. Kurniawan, “Hukum Pidana Indonesia: Ultimum Remedium atau Primum Remedium,” Recidive, 2018.

A. R. Salawati and A. Purnomo, “Gelandangan pada Masa Revolusi Kemerdekaan di Semarang 1945–1950,” Journal of Indonesian History, 2022.

A. T. Febriken, N. Rochaeti, and E. S. Astuti, “Kebijakan Hukum Pidana Penanggulangan Gelandangan dan Pengemis di Kota Semarang,” Diponegoro Law Journal, vol. 5, no. 4, 2016.

A. Z. A. Rahman and M. A. M. Rasdi, “Critical Review on Homeless, Vagrants and Destitute Acts in Malaysia,” International Journal of Law, Government and Communication, 2022.

B. J. Gors, “Policing Itinerant Poor in the Northern Low Countries, 1450–1570,” BMGN–Low Countries Historical Review, 2023

B. M. Rizky, E. Erdianto, and D. Rahmadan, “Gagasan Dekriminalisasi terhadap Pasal 505 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana tentang Tindak Pidana Gelandangan,” JOM Fakultas Hukum Universitas Riau, vol. 8, no. 1, 2021

B. N. Arief, “Pidana Penjara Terbatas: Sebuah Gagasan dan Reorientasi terhadap Kebijakan Formulasi Sanksi,” Law Reform, Univ. Diponegoro, 2017.

D. A. Pranata, “Problematika Politik Hukum Penerapan Kriminalisasi dalam KUHP Baru,” Legalita, 2025.

D. S. Anggraini and A. R. Sari, “Hukum dalam Perspektif Pancasila,” Indigenous: Jurnal Ilmiah Psikologi, 2023.

E. Guild and K. van den Brink, “Mobilizing the Rights of Homeless EU Citizens in the Netherlands,” German Law Journal, 2025.

E. J. Homelessness (European Observatory on Homelessness), “Punitive Populism in Practice: The Criminalisation of Homelessness in Hungary,” European Journal of Homelessness, vol. 19, no. 1, 2025 (dan edisi-edisi tematik terkait kriminalisasi).

E. M. Paulus, “Gelandangan dan Pengemis dalam Perspektif Hukum Pidana dan Konstitusi,” Lex et Societatis, vol. 4, no. 4, pp. 71–82, 2016

Erika Magdalena Chandra, “Victimless Crime in Indonesia: Should We Punished Them?,” Padjadjaran J. of Int’l Law, tersedia daring, diunduh Nov. 2025.

F. Astuti and I. S. Utari, “Sociological Juridical Review of the Phenomenon of Online Begging: Legislative Perspectives in Indonesia,” Legitimasi: Jurnal Hukum Pidana dan Politik Hukum, vol. 14, no. 1, 2025.

Faidatul Hikmah, dan Rio Armanda Agustian, “Konvergensi Konsep Retribusi dan Rehabilitasi dalam Filsafat Hukum Pidana Kontemporer Indonesia,” Jurnal Crepido, vol. 5, no. 2, pp. 217–228, Nov. 2023.

G. T. Gardner, “Equality by Other Means: The Substantive Foundations of the Vagueness Doctrine,” Harvard Civil Rights–Civil Liberties Law Review, 2009.

H. Drucker, “Creating ‘Criminals’: Homelessness in the Sunshine State,” Harvard Civil Rights-Civil Liberties Law Review, 2020.

H. Nuraida, “Konstitusionalitas Norma Sanksi Pidana sebagai Ultimum Remedium dalam Peraturan Perundang-Undangan,” Jurnal Konstitusi, 2014.

H. Prasetyo, “Dilema Kebijakan Penanganan Gelandangan dan Pengemis di Yogyakarta,” Spirit Publik, vol. 15, no. 1, pp. 39–51, 2021.

H. Tan, “ ‘We are not like them’: Stigma and the Destitute Persons Act of Singapore,” International Journal of Law in Context, 2021.

H. Tan, “‘We are not like them’: stigma and the Destitute Persons Act of Singapore,” International Journal of Law in Context, 2021.

Harry Tan, “‘We are not like them’: Stigma and the Destitute Persons Act of Singapore,” International Journal of Law in Context, 2021

I. Hutasoit, Rahmanidar, and F. D. Putri, “Penegakan Hukum Pasal 504 KUHP terhadap Pengemis di Muka Umum Kota Batam,” Dimensi, vol. 9, no. 1, pp. 99–113, Mar. 2020.

Isfandir Hutasoit; Rahmanidar; Febby De Putri, “Penegakan Hukum Pasal 504 KUHP terhadap Pengemis di Muka Umum Kota Batam,” Dimensi, vol. 9, no. 1, pp. 99–113, 2020.

J. De Wilde, “ ‘Vagrancy’ as an Adaptive Strategy: The Duchy of Brabant, 1767–1776,” International Review of Social History, 2011.

J. Waldron, “Homelessness and the Issue of Freedom,” UCLA Law Review, vol. 39, 1991. (lihat juga versi reprint/open-access).

Janna Coomans, “Policing Itinerant Poor in the Northern Low Countries, 1450–1570: Making Vagrants,” BMGN – Low Countries Historical Review, vol. 138, no. 2, pp. 3–31, 2023.

Joel Christofel Hinsa Tambun dan Muhammad Rustamaji, “Restorative Justice Sebagai Alternatif Penyelesaian Perkara Pidana,” Verstek, vol. 11, no. 4, pp. 625–633, 2023.

K. M. Herring, “Pervasive Penality: How the Criminalization of Poverty Perpetuates Disadvantage,” Social Problems, vol. 67, no. 1, pp. 131–149, 2020

L. Weinrib, “The Vagrancy Law Challenge and the Vagaries of Legal Change,” Law & Social Inquiry, 2018.

Lim Lee Gin; Kalaivanan Syasyila; Zhooriyati S. Mohamed Yusoff, “Understanding the Psychology of Beggars in Malaysia: An Exploratory Study,” Journal of Cognitive Sciences and Human Development, vol. 7, no. 1, 2022.

M. A. Khan, “Responses of UN Human Rights Bodies to Human Trafficking and Modern-Day Slavery: The Case of KSA,” Journal of Law, Policy and Globalization, vol. 131, 2023

M. F. Hafidz and R. Y. Setiyono, “Pencegahan Non-Penal atas Pergelandangan dan Pengemisan,” Diponegoro Law Journal, 2017

M. K. Al-Hayani, “Combatting Human Trafficking in Saudi Arabia,” Access to Justice in Eastern Europe, 2023.

M. Santoso, B. Maryatun, and E. Budi, “Penanganan Permasalahan Gelandangan dan Pengemis: Tinjauan Kebijakan,” Sosio Informa, 2022.

Megan Smith, “The Constitutionality of Panhandling Ordinances: Making ‘Cents’ Out of Reed v. Town of Gilbert,” Journal of Law & Commerce, vol. 35, no. 2, 2017.

Menka; Jabir Hasan Khan; Tarique Hassan, “Economic Life of Beggars in Aligarh District,” Journal of Research in Humanities and Social Science, vol. 2, no. 9, pp. 1–8, 2014

N. Nasrullah, R. Effendi, and M. Syukur, “Implementation of Palu City Regional Regulation No. 3/2018 on Handling Vagrant and Beggars in Palu City,” Politik Indonesia: Indonesian Political Science Review, vol. 8, no. 2, pp. 388–400, 2023.

Ni Putu Rai Yuliartini, “Kedudukan Korban Kejahatan dalam Sistem Peradilan Pidana di Indonesia Berdasarkan KUHAP,” Jurnal Kerta Semaya, vol. 1, no. 1, 2015.

O. P. Firninda and E. Rusidana, “The Category of Unauthorized Donations via TikTok is Include as an Act of Begging in Article 504 of the KUHP,” Indonesian Journal of Contemporary Law, vol. 3, no. 1, 2025.

R. Asmita and R. Rahman, “Implementasi Pasal 504–505 KUHP dan Perda No. 2/2008 terhadap Gepeng di Makassar,” Al-Risalah, 2021.

R. C. Ellickson, “Controlling Chronic Misconduct in City Spaces: Of Panhandlers, Skid Rows, and Public-Space Zoning,” Yale Law Journal, vol. 105, 1996.

S. E. Lestari et al., “Perubahan Sistem dan Praktik Hukum Pidana Indonesia sebagai Akibat Berlakunya KUHP Baru,” PSHA (UII), 2024.

S. Hidayani and R. F. P. Mina, “Klasifikasi Dekriminalisasi dalam Penegakan Hukum di Indonesia,” Law and Policy Journal, vol. 2, no. 4, 2021

S. Hidayani et al., “Criminalization and Decriminalization Policies in the New Concept of the Criminal Code,” Al-Qanun: Jurnal Kajian Sosial dan Hukum Islam, 2021.

S. Rankin, “Civilly Criminalizing Homelessness,” Harvard Civil Rights–Civil Liberties Law Review, vol. 56, pp. 367–427, 2021

S. Y. Ahmad et al., “Isu Gelandangan di Malaysia: Analisa dari Perspektif Sosial dan Undang-Undang (Akta Orang-Orang Papa 1977),” UUM Journal of Legal Studies, vol. 14, 2023.

Samah Al Agha, “Combatting Human Trafficking In Saudi Arabia“ Access to Justice in Eastern Europe.

T. Handayani and A. Prabowo, “Asas Ultimum Remedium dalam Penegakan Hukum Tindak Pidana Kejahatan Berbasis Digital,” Iuris Studia, vol. 5, no. 3, 2024/2025.

Yuliandri; Gusti Ayu Ketut Rachmi Handayani; Teguh Prasetyo; Ketut Seregig; Hilaire Tegnan, “Retributive Justice Theory and the Application of the Principle of Sentencing Proportionality in Indonesia,” Journal of Legal, Ethical and Regulatory Issues, vol. 21, no. 4, 2018.

Zikra Mehjabin, “Evaluating the Socio-Economic Status of Beggars in Indian Cities,” International Journal of English Literature and Social Sciences, vol. 8, no. 6, 2023

Downloads

Published

22-01-2025

How to Cite

Aista Wisnu Putra. (2025). Analisa Depenalisasi Tindak Pidana Pengemisan dalam Pembaruan Hukum Pidana Indonesia. Journal of Innovative and Creativity (Joecy), 5(1). https://doi.org/10.31004/joecy.v5i1.5005

Issue

Section

Articles